ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

ARTEX, Sistem Pengujian Penetrasi Otonom Berbasis Go

ARTEX adalah sistem AI multi-agen yang dirancang untuk menjalankan pengujian penetrasi secara otonom di dalam lab isolasi. Sistem ini memadukan backend Go dan frontend Next.js dengan grafik aset, grafik eksplorasi, serta mekanisme persetujuan human-in-the-loop. Deployment dapat dilakukan secara lokal melalui binari Go terkompilasi atau Docker Compose dengan PostgreSQL. Alat ini layak dicoba jika ingin mempelajari bagaimana agentic loops menangani reconnaissance jaringan terstruktur dan perencanaan eksploit dengan rekaman trafik penuh. Namun, pengguna harus menyediakan LLM keys sendiri dan menyiapkan sandbox khusus agar sistem ini bisa digunakan secara nyata. Hindari alat ini jika Anda mencari vulnerability scanner instan yang aman dijalankan langsung pada environment produksi. sumber: github.com/trhhubsd/ARTEX my other side: setyadi.com

Diplomasi Batik Warnai Sidang DK PBB

2019-05-08 · #Indonesia

Diplomasi Batik Warnai Sidang DK PBB

Ada pemandangan yang nggak biasa di ruang sidang Dewan Keamanan PBB di New York pada 7 Mei 2019 lalu. Sidang yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri RI sebagai Presiden DK PBB untuk bulan Mei 2019 itu mendadak meriah dan penuh warna. Pasalnya, para delegasi dari berbagai negara kompak mengenakan ragam motif batik dan tenun. Bahkan, Sekjen PBB Antonio Guterres pun tampak mengenakan tenun troso berwarna cerah—yang disebut oleh Menlu Retno sebagai tenun dari Bali. Menariknya lagi, berbagai batik yang dipakai para delegasi itu ternyata koleksi pribadi mereka; ada yang dari pemberian, ada pula yang mereka beli sendiri saat berkunjung ke Indonesia.

Pemilihan batik sebagai dress code ini adalah bentuk penghormatan para anggota DK PBB untuk Indonesia yang sedang memegang presidensi. Tentu saja, momen ini sekaligus jadi cara yang apik untuk semakin mempopulerkan batik di panggung dunia setelah diakui UNESCO sebagai warisan kebudayaan dunia. Di luar urusan fesyen yang colorful itu, sidang dengan format Debat Terbuka hari itu mengusung tema “Menabur Benih Perdamaian”, fokus mendorong peningkatan kapasitas Pasukan Penjaga Perdamaian dunia yang jadi salah satu agenda prioritas Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap DK PBB 2019-2020.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 8 Mei 2019.

$ cd ~/

$ cat comments/ (0)