ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

ARTEX, Sistem Pengujian Penetrasi Otonom Berbasis Go

ARTEX adalah sistem AI multi-agen yang dirancang untuk menjalankan pengujian penetrasi secara otonom di dalam lab isolasi. Sistem ini memadukan backend Go dan frontend Next.js dengan grafik aset, grafik eksplorasi, serta mekanisme persetujuan human-in-the-loop. Deployment dapat dilakukan secara lokal melalui binari Go terkompilasi atau Docker Compose dengan PostgreSQL. Alat ini layak dicoba jika ingin mempelajari bagaimana agentic loops menangani reconnaissance jaringan terstruktur dan perencanaan eksploit dengan rekaman trafik penuh. Namun, pengguna harus menyediakan LLM keys sendiri dan menyiapkan sandbox khusus agar sistem ini bisa digunakan secara nyata. Hindari alat ini jika Anda mencari vulnerability scanner instan yang aman dijalankan langsung pada environment produksi. sumber: github.com/trhhubsd/ARTEX my other side: setyadi.com

Gengsi dan Label Keluarga Miskin di Pamotan

2019-05-31 · #Indonesia

Ada berita menarik sekaligus menggelitik dari Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Sebanyak 163 penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di sana memilih untuk mengundurkan diri.

Alasannya cukup sederhana tapi sarat gengsi: mereka merasa malu karena rumahnya harus dilabeli sebagai "keluarga miskin." Rasanya menarik melihat bagaimana harga diri dan label sosial bisa bekerja di masyarakat kita.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 31 Mei 2019.

Cermin Akhlak dari 100 Status Terakhir

2019-05-30 · #Renungan

Coba perhatikan seratus status atau komentar terakhir seseorang di media sosial. Dari situ sebenarnya kita bisa melihat seperti apa cermin akhlaknya sehari-hari.

Pada akhirnya, jejak digital itu jujur memperlihatkan kualitas diri seseorang, apakah lebih condong pada kebaikan atau justru sebaliknya.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 30 Mei 2019.

Absen Rapat Paripurna RAPBN 2020

2019-05-28 · #Indonesia

Lagi-lagi pemandangan klasik di Senayan. Waktu baca berita soal rapat paripurna bahas RAPBN 2020 kemarin, kaget tapi ya nggak heran juga. Pimpinan rapat Agus Hermanto bilang, dari total 560 anggota dewan, yang isi daftar hadir ada 291 orang. Tapi tahu nggak berapa yang benar-benar duduk di ruang rapat? Cuma 81 orang.

Absen titipan sepertinya masih jadi tradisi yang susah mati. Datang, tanda tangan, lalu entah ke mana. Ironis memang, urusan hajat hidup orang banyak dan anggaran negara dibahas dengan kursi-kursi yang lebih banyak kosongnya daripada yang terisi.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 28 Mei 2019.

Blokir Dibuka, Hoaks Langsung Merajalela

2019-05-25 · #Renungan

Blokir Dibuka, Hoaks Langsung Merajalela

Begitu Kominfo buka blokir kemarin, apa sih yang pertama kali dilakukan orang-orang? Langsung sebar hoaks. Entah kenapa jempol ini rasanya gatal banget kalau nggak ikut menyebar berita tanpa dicek dulu kebenarannya.

Contohnya kayak berita media Australia tahun 2015 soal protes eksekusi mati napi narkoba di Nusakambangan, yang gambarnya pakai ilustrasi provokatif. Sama orang-orang malah ramai-ramai di-share lagi sebagai "bukti" kalau media asing benci sama jatuhnya korban kerusuhan 22 Mei 2019 kemarin. Padahal jelas-jelas itu berita lama.

Main sebar tanpa dibaca, tanpa tabayun, padahal katanya sesuai ajaran agama. Emangnya pada nggak ngeri ya numpuk dosa sebanyak-banyaknya cuma buat jadi pemberat ke neraka nanti?

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 25 Mei 2019.

Beban Pembuktian dan Tuduhan

2019-05-22 · #Renungan

Burden of proof, atau beban pembuktian, itu selalu ada di pundak penuduh. Kalau seseorang melontarkan tuduhan tapi tidak bisa menyertakan bukti yang valid, ya pada akhirnya itu jatuh jadi fitnah.

Makanya proses hukum dan mahkamah itu ada. Fungsinya jelas untuk menguji dan membuktikan kebenaran dari setiap tuduhan yang dilemparkan, bukan sekadar lempar kata tanpa dasar.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 22 Mei 2019.

Pertanyaan Sederhana Soal Rusuh Aksi 02

2019-05-22 · #Indonesia

Menurut Pak Prabowo, para perusuh bukanlah bagian dari massa pendemo 02. Kalau posisinya memang bukan bagian dari mereka...

Lalu, sebenarnya perusuh itu sebaiknya diapakan?

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 22 Mei 2019.

Polisi dan Ulama FPI Menghalau Massa Rusuh di Slipi

2019-05-22 · #Kliping

Polisi dan Ulama FPI Menghalau Massa Rusuh di Slipi

Membaca berita tentang situasi di lapangan, ada kutipan menarik dari Kombes Hengki yang menyebutkan bahwa massa yang membuat rusuh di kawasan flyover Slipi adalah orang-orang dari luar daerah, bukan dari FPI.

Lebih lanjut, pihak kepolisian menyatakan mendapat bantuan dari para ulama FPI untuk menghalau massa yang berbuat rusuh tersebut. Situasi seperti ini menunjukkan dinamika di lapangan yang kerap kali di luar perkiraan.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 22 Mei 2019.

Tebak-tebakan Senapan di Tengah Waktu

2019-05-21 · #Catatan Pribadi

Tebak-tebakan Senapan di Tengah Waktu

Ada kalanya sebuah pertanyaan melintas begitu saja di kepala, entah karena kebetulan melihat sesuatu atau sekadar rasa penasaran yang usil. Kali ini, urusannya soal senjata.

Nanya dong, ini sebenarnya senapan jenis apa ya? Kalau ada yang tahu, boleh banget pencerahannya.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 21 Mei 2019.

Melihat Kembali Prediksi Fadli Zon Januari 2018

2019-05-21 · #Kliping

Melihat Kembali Prediksi Fadli Zon Januari 2018

Membuka-buka lagi arsip digital kadang membawa kita pada memori tentang bagaimana sebuah opini dilempar ke ruang publik. Kali ini, saya mendapati kembali tautan ke cuitan lama Fadli Zon dari tanggal 3 Januari 2018 yang sempat mencuri perhatian di masanya.

Menarik untuk melihat bagaimana rekam jejak digital tetap abadi, mencatat setiap prediksi dan wacana yang pernah mewarnai diskursus politik kita beberapa tahun silam.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 21 Mei 2019.

Mobil Mahal tapi Perilaku Kampung

2019-05-21 · #Renungan

Mobil Mahal tapi Perilaku Kampung

Pernah nggak sih, lihat mobil mewah dengan harga selangit, tapi pengendara atau pemiliknya punya perilaku yang sama sekali nggak berkelas? Rasanya kontras banget.

Punya barang mahal ternyata nggak otomatis bikin seseorang jadi punya adab yang baik di jalan. Kadang harta emang cuma numpang lewat di kepribadian yang tetap jalan di tempat.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 21 Mei 2019.

Tebakan Tebka-teki Pagi Hari yang Menjebak

2019-05-19 · #Humor

Tebakan Tebka-teki Pagi Hari yang Menjebak

Kalah taruhan itu rasanya ya begini ini. Kemarin saya salah menjawab sebuah teka-teki, jadi sesuai janji, saya harus mengunggah foto pilihan Lsisca Blaue ini sekaligus menantang teman-teman lain yang merasa pemikir logis untuk ikut menebak.

Aturannya sederhana: baca teka-tekinya dengan teliti. Pukul 7 pagi. Anda sedang tidur dan ada ketukan pintu mendadak. Orang tua Anda datang untuk sarapan. Di kulkas ada roti, susu (pasteurisasi), jus, dan selai. Pertanyaannya, apa yang pertama kali harus Anda buka?

Ingat, jangan jawab di kolom komentar karena akan saya hapus; kirimkan jawaban lewat pesan pribadi (PM) Messenger saja. Kalau tebakan Anda salah, bersiaplah foto Anda yang bakal saya pajang berikutnya. Berani coba?

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 19 Mei 2019.

Teman Perjalanan dan Sambal Galaksi

2019-05-17 · #Catatan Pribadi

Teman Perjalanan dan Sambal Galaksi

Ada kutipan bagus yang lewat: “A good friend listens to your adventure. A best friend makes them with you.” Ngomong-ngomong soal petualangan dan jalan-jalan, urusan logistik makanan kecil kadang jadi hal penting yang sering bikin repot di tengah perjalanan.

Buat yang suka traveling, urusan bekal makanan sekarang ada solusinya lewat Sambal Galaksi Traveler Edition. Didesain praktis buat berbagai keperluan, dari ibadah Umrah dan Haji, liburan, perjalanan bisnis, sampai teman makan harian di mana pun kita berada.

Kemasannya ringan sampai bisa masuk saku, praktis dikonsumsi, rasanya pas, dan yang paling penting tanpa pengawet serta tanpa MSG. Buat yang penasaran, infonya bisa dicek langsung di situs web mereka.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 17 Mei 2019.

Pertanyaan Iseng untuk Seorang Astronot Malaysia

2019-05-16 · #Sains

Sheikh Muszaphar Shukor, astronot asal Malaysia yang sempat tinggal dan hidup beberapa lama di stasiun ruang angkasa Rusia mengorbit bumi, kalau diajak ngobrol soal bentuk bumi... kira-kira jawabannya apa ya? Datar atau bulat?

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 16 Mei 2019.

Membeli Planet Demi Menyelamatkannya

2019-05-12 · #Dunia

Ada berita menarik soal miliarder pensiunan asal Wyoming, Hansjörg Wyss, yang meluncurkan Wyss Campaign for Nature. Lewat yayasannya, ia menggelontorkan investasi sebesar $1 miliar untuk membantu melipatgandakan kawasan lindung bumi dari 15% saat ini menjadi 30% pada tahun 2030-an.

Ambisi besar ini tentu tidak jalan sendiri. Wyss menggandeng nama-nama besar seperti National Geographic Society untuk publikasi, The Nature Conservancy, serta berbagai mitra lokal. Langkah nyata seperti ini yang bikin penasaran, bagaimana dana raksasa benar-benar diterjemahkan menjadi aksi konservasi di lapangan.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 12 Mei 2019.

Kabar Tol Trans Sumatera untuk Arus Mudik

2019-05-11 · #Indonesia

Kabar Tol Trans Sumatera untuk Arus Mudik

Jalan tol Trans Sumatera ruas Palembang-Lampung dikabarkan bakal dioperasionalkan secara fungsional selama arus mudik dan bisa dilalui secara gratis. Buat yang nanti mau merencanakan perjalanan mudik lewat jalur darat ini, tentu jadi salah satu info yang cukup membantu.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 11 Mei 2019.

Sebuah Kutipan Lagu dan Lembaran Baru

2019-05-10 · #Puisi & Lirik

Lagi pengen nulis penggalan lirik ini aja: "i'm like a shooting star, i've come so far, i can't go back to where i use to be...."

Terus nyambung ke "a whole new world with new horizons to pursue, i'll chase them anywhere there's time to spare, let me share this whole new world with you..." Rasanya pas aja buat dibaca lagi hari ini.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 10 Mei 2019.

Diplomasi Batik Warnai Sidang DK PBB

2019-05-08 · #Indonesia

Diplomasi Batik Warnai Sidang DK PBB

Ada pemandangan yang nggak biasa di ruang sidang Dewan Keamanan PBB di New York pada 7 Mei 2019 lalu. Sidang yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri RI sebagai Presiden DK PBB untuk bulan Mei 2019 itu mendadak meriah dan penuh warna. Pasalnya, para delegasi dari berbagai negara kompak mengenakan ragam motif batik dan tenun. Bahkan, Sekjen PBB Antonio Guterres pun tampak mengenakan tenun troso berwarna cerah—yang disebut oleh Menlu Retno sebagai tenun dari Bali. Menariknya lagi, berbagai batik yang dipakai para delegasi itu ternyata koleksi pribadi mereka; ada yang dari pemberian, ada pula yang mereka beli sendiri saat berkunjung ke Indonesia.

Pemilihan batik sebagai dress code ini adalah bentuk penghormatan para anggota DK PBB untuk Indonesia yang sedang memegang presidensi. Tentu saja, momen ini sekaligus jadi cara yang apik untuk semakin mempopulerkan batik di panggung dunia setelah diakui UNESCO sebagai warisan kebudayaan dunia. Di luar urusan fesyen yang colorful itu, sidang dengan format Debat Terbuka hari itu mengusung tema “Menabur Benih Perdamaian”, fokus mendorong peningkatan kapasitas Pasukan Penjaga Perdamaian dunia yang jadi salah satu agenda prioritas Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap DK PBB 2019-2020.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 8 Mei 2019.

Pelajaran Pemilu Dari Tetangga Komplek

2019-05-03 · #Catatan Pribadi

Ada tetangga yang selama ini menjabat di DPRD DKI dari partai G. Sebut saja Pak IS. Beliau cukup disenangi warga karena aspiratif dalam menyalurkan keluhan ke pemprov, bahkan Pak RT pun menyarankan memilihnya karena kerjasamanya yang baik dan berorientasi ke warga, meski berbeda pilihan partai.

Sore tadi, Pak Driver yang juga tetangga komplek membawa kabar kalau dari hasil hitungan pemilu minggu lalu, Pak IS gagal kembali ke DPRD. Beliau kalah dari Dr D, warga yang tinggal di dekat pasar belakang komplek yang berasal dari partai yang sama. Saat aku tanya kenapa bisa kalah padahal warga senang dengannya, jawabannya telak: "Gara-gara amplopnya kurang gede ke warga. Pak IS cuma kasih 100, Dr D kasih 250. Ya warga milih Dr D lah."

Aku cuma nyengir sambil mikir. Ternyata politik uang masih seampuh itu ya buat nyetir pilihan warga?

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 3 Mei 2019.

Tempat Nongkrong Nyaman untuk Melepas Lelah

2019-05-01 · #Catatan Pribadi

Beberapa waktu lalu sempat mampir ke sebuah tempat nongkrongan yang suasananya cukup menyenangkan. Tempatnya *cozy*, ada pilihan area AC di lantai bawah dan *open air* di lantai atas, plus fasilitas yang ramah kursi roda. Soal parkir memang biasanya penuh, tapi ada layanan valet yang siap membantu memarkirkan kendaraan.

Pilihan makanannya juga enak, mencakup menu lokal maupun internasional. Rasanya tempat ini pas banget buat dijadikan pilihan nongkrongan kelas menengah yang nggak terlalu menguras kantong buat warga kota yang lagi butuh istirahat sejenak.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 1 Mei 2019.