ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

AIHOT, Framework Self-Hosted untuk Agregasi dan Klaster Berita

AIHOT adalah framework self-hosted siap-Docker berbasis Node.js dan PostgreSQL untuk mengumpulkan, memfilter, serta mengklaster berita industri. Sistem ini menerima input dari RSS, halaman web, dan API, lalu memprosesnya lewat LLM untuk menilai relevansi, melakukan deduplikasi, serta menghasilkan ringkasan harian beserta linimasa. Repo ini menyertakan seluruh source code inti, pustaka prompt lengkap, dan dukungan bawaan untuk berbagai upstream provider. Framework ini layak dicoba jika Anda ingin mengganti kurasi manual dengan automated pipeline untuk domain tertentu, asalkan Anda memiliki API key LLM yang kompatibel dan terbiasa menyunting prompt. Namun, sistem ini memerlukan penyesuaian threshold seleksi dan daftar sumber yang cukup intensif untuk domain di luar AI, serta dokumentasinya saat ini baru tersedia dalam bahasa Mandarin. Perangkat ini bukanlah produk instan untuk konsumen umum, melainkan codebase produksi yang ditujukan bagi developer yang bersedia melakukan pemeliharaa...

Harry Tanoe Pengusaha Hitam?

2006-01-13 · #Bisnis #Indonesia #Kliping

Egi Minta Istana Tidak Dimasuki Pengusaha Hitam Harry Tanoe
Muhammad Nur Hayid - detikcom

Jakarta - Serangan bertubi-tubi dilancarkan Egi Sudjana terhadap pengusaha Harry Tanoesoedibjo. Setelah melaporkan ke KPK, Egi menyebut Harry sebagai pengusaha hitam. Presiden SBY pun diminta agar jangan sampai Istana Kepresidenan kemasukan pengusaha hitam.

"Dalam konteks ini saya menyebutnya dengan jelas: Harry Tanoesoedibjo!" cetus Egi kepada wartawan di KPK, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2006).

"Istana kan lambang negara, tidak boleh dimasuki pengusaha hitam yang menyogok dan menyuap pemimpin kita sehingga kebijakan menjadi lumpuh," lanjut praktisi hukum ini sebelum melaporkan dugaan korupsi yang dilakukan Harry ke KPK.

Egi juga menuding Harry selaku bos Media Nusantara Citra (MNC) dengan media yang dimilikinya telah merusak sistem demokrasi di Indonesia.

"Pers kan pilar demokrasi ketiga, sehingga dia sudah melumpuhkan demokrasi dengan menguasai pers," tuding Egi.

Mendengar ucapan Egi, wartawan RCTI pun bertanya kepada Egi soal dasar dugaan kasus korupsi yang melibatkan Harry. Eh, bukannya menjelaskan, Egi malah memberikan sindiran.

"RCTI banyak-banyak tanya, elu punya Harry Tanoe, entar enggak dimuat lagi," ketus Egi yang diiringi gelak tawa pendukungnya.

Egi kemudian langsung masuk ke gedung KPK untuk melaporkan dugaan kasus korupsi Harry, namun laporan tersebut ditolak KPK. Sebab untuk pembuatan laporan, Egi seharusnya mendatangi kantor KPK di Jl Djuanda, Jakarta Pusat, bukan di Jl Veteran.
(ndr)

detik

$ cd ~/

$ cat comments/ (0)