Tomodachi ni Modorenai
2011-12-29 · #Puisi & Lirik
Bisakah Merpati Hidup Lagi?
2011-12-27 · #Bisnis & Ekonomi #Indonesia #Kliping
DAHLAN ISKAN
Tidak hanya direksi dan komisaris yang hadir, tapi juga seluruh manajer senior. Ruang rapat sampai tidak cukup sehingga pindah ke ruang tamu yang secara kilat dijadikan arena perdebatan.
Meski saya yang memimpin rapat, tidak ada hierarki di situ. Segala macam jabatan dan predikat saya minta ditanggalkan. Tidak ada menteri, tidak ada Dirut, tidak ada komisaris, dan tidak ada bawahan. Semua sejajar sebagai orang bebas. Duduknya pun tidak diatur dan tidak teratur.
Operator laptop dan proyektornya sampai duduk di lantai. Kebetulan saya juga hanya memakai kaus dan celana olahraga. Belum mandi pula. Baru selesai berolahraga bersama 30.000 karyawan dan keluarga Bank Rakyat Indonesia se-Jakarta memperingati ultah ke-116 mereka yang gegap gempita.
Pindah dari acara BRI ke acara Merpati pagi itu rasanya seperti pindah dari surga ke Marunda. Dari perusahaan yang labanya Rp 14 triliun ke perusahaan yang ruginya tidak habis-habisnya. Dari jalannya operasional saja Merpati sudah rugi besar.
Apalagi, kalau ditambah beban-beban utangnya. Tiap bulan pendapatannya hanya Rp 133 miliar. Pengeluarannya Rp 178 miliar. Pesawatnya tua-tua. Sekali dapat yang baru MA 60 pula.
Suasana kerja di Merpati pun sudah seperti perusahaan yang no hope! Maka, jelaslah bahwa persoalan Merpati tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa.
Restrukturisasi perusahaan dengan cara modern sudah dicoba sejak dua tahun lalu. Belum ada hasilnya "bahkan tanda-tandanya sekali pun. Upaya restrukturisasi ini telah menghabiskan enersi luar biasa. Lebih-lebih menghabiskan waktu dan kesempatan.
Panjangnya proses pengadaan pesawat Tiongkok MA 60 membuat peluang lama hilang begitu saja. Rute-rute kosong yang semula akan diisi MA 60 telanjur dimasuki Wing dan Susi Air yang lebih kompetitif. MA 60 yang menurut para pilot merupakan pesawat yang bagus, lebih berat lagi bebannya setelah terjadi kecelakaan di Kaimana.
Peristiwa yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kualitas pesawat itu ikut membuat Merpati ibarat petinju yang sudah sempoyongan tiba-tiba terkena pukulan berat.
Sebelum kecelakaan Kaimana, penumpang sebenarnya lebih senang naik MA 60. Pesawat ini sengaja didesain untuk negara tropis. AC-nya bisa berfungsi sejak penumpang masuk pesawat. Tidak seperti pesawat baling-baling lain yang panas udara kabinnya luar biasa dan baru berkurang setelah beberapa menit di udara.
Merpati memang sering kehilangan momentum. Bahkan, seperti sudah kehilangan momentum sejak dari lahirnya. Ketika kali pertama dipisahkan dari Garuda, pesawat-pesawatnya diambil, tapi utangnya ditinggalkan. Beban-beban lain juga menumpuk.
Semua itu enak sekali dijadikan kambing hitam oleh manajemen. Setiap manajemen yang gagal punya alasan pembenarannya. Kadang manajemen lebih sibuk mengumpulkan kambing hitam daripada bekerja keras dan melakukan efisiensi.
Benarkah tidak ada hope lagi di Merpati?
Itulah yang melalui forum pada hari libur Sabtu lalu ingin saya ketahui. Terutama sebelum saya membuat keputusan yang tragis: ditutup! Segala macam usaha sudah dilakukan.
Dua bulan lalu sebenarnya saya sudah menyederhanakan manajemen Merpati. Jabatan wakil Dirut saya hapus. Jumlah direktur saya kurangi. Ini agar manajemen lebih lincah. Juga terbebas dari beban psikologis karena wakil Dirutnya lebih senior dari sang Dirut.
Rupanya itu belum cukup. Saya harus masuk lebih ke dalam. Tiba-tiba saya ingin berdialog langsung. Dialog yang intensif dan tanpa batas. Dialog dengan jajaran yang lebih bawah.
Di masa lalu saya sering mendapat pengalaman ini: banyak ide bagus justru datang dari orang bawah yang langsung bekerja di lapangan. Bukan dari konseptor yang bekerja di belakang meja.
Memang ada rencana pemerintah dan DPR untuk membantu keuangan Merpati Rp 561 miliar. Tapi, akankah uang itu bermanfaat? Atau hanya akan terbang terhambur begitu saja ke udara? Seperti ratusan miliar uang-uang negara sebelumnya?
Tentu saya tidak ingin seperti itu. Harus ada jaminan ini: dengan suntikan tersebut Merpati bisa hidup dan berkembang. Tidak seperti suntikan-suntikan uang ratusan miliar rupiah di masa lalu. Ini juga harus menjadi uang terakhir dari negara untuk Merpati. Sudah terlalu besar negara terus menyuntik Merpati, dengan hasil yang masih begitu-begitu saja.
Karena itu, saya kemukakan terus terang di forum: daripada uang Rp 561 miliar tersebut terhambur ke udara begitu saja dan karyawan pada akhirnya kehilangan pekerjaan juga, lebih baik Merpati ditutup sekarang juga. Uang itu bisa dibelikan kebun kelapa sawit. Tiap karyawan mendapat pesangon 2 ha kebun sawit.
Orang Riau punya dalil: satu keluarga yang punya 2 ha kebun sawit, sudah bisa hidup sampai menyekolahkan anak ke ITB! Memiliki 2 ha kebun sawit lebih memberikan masa depan daripada terus menjadi karyawan Merpati.
Tentu ide ini membuat pertemuan heboh. Sekaligus peserta pertemuan tertantang untuk menolaknya. Mereka tidak rela kalau Merpati harus mati. Kebun sawit bukan bandingan untuk masa depan. Oke. Saya setuju. So what? Kalau dari operasionalnya saja sudah rugi, masih adakah alasan untuk mempertahankannya?
Maka, saya ajukan ide untuk melakukan pembahasan topik per topik. Ini untuk mengecek apakah benar masih ada harapan?
Topik pertama adalah: bagaimana membuat pendapatan Merpati lebih besar daripada pengeluarannya. Kalau tidak ada jalan yang konkret di topik ini, putusannya jelas: Merpati harus ditutup.
Asumsinya: bagaimana bisa memikul beban yang lain kalau dari operasionalnya saja sudah rugi besar. Berapa pun modal digerojokkan tidak akan ada artinya. Lebih baik untuk beli kebun sawit!
Meski logika sawit begitu jelas dan rasional, rupanya masih banyak yang takut mengubah jalan hidup. Ketika hal itu saya kemukakan, seseorang nyeletuk dari arah belakang. "Salah Pak Dahlan! Bukan kami takut menjadi petani sawit, tapi Merpati ini masih punya peluang besar," katanya. "Asal semua orang di Merpati punya etos kerja yang hebat," tambahnya.
Etos kerja ini begitu sering dia sebut sebagai penyebab utama kesulitan Merpati sekarang ini. Dia sangat percaya etos itulah kuncinya, sehingga sepanjang enam jam rapat itu dia selalu dipanggil dengan nama Pak Etos.
Pak Etos mungkin benar. Tapi, itu masih kurang konkret. Yang diperlukan adalah usul konkret dan realistis. Yang bisa membuat pendapatan lebih besar daripada pengeluaran. Yang bisa dilaksanakan dalam keadaan Merpati as is.
Pagi itu begitu sulit mencari ide yang membumi. Saya pun lantas teringat pada gurauan pedagang-pedagang sukses seperti ini: "Tuhan itu baik. Tapi, uanglah yang bisa membuat orang mengatakan Tuhan itu baik".
Rupanya perlu rangsangan material untuk melahirkan ide-ide kreatif. Rupanya perlu dana untuk mendatangkan Tuhan. Maka, saya tawarkan di forum itu: peserta rapat yang mengusulkan ide terbaik akan saya beri hadiah satu mobil baru, Avanza, dari kantong saya pribadi.
Rapat pun menjadi heboh. Gelak tawa memenuhi ruangan. Ide belum muncul, tapi warna mobil sudah harus dibicarakan. Setuju: warna krem! Neraka sawit ternyata tidak menarik. Surga Avanzalah yang menggiurkan. Pantaslah kalau Jakarta macet!
Tuhan rupanya benar-benar datang. Inspirasi bermunculan. Hampir semua peserta rapat mengangkat tangan. Mereka berebut mendaftarkan ide. Angkat tangan lagi untuk ide kedua. Ide ketiga. Bahkan, ada yang sampai mendaftarkan lima ide.
Setelah terkumpul 53 ide, barulah diperdebatkan. Mana yang konkret dan mana yang terlalu umum. Mana yang menghasilkan rupiah, mana yang menghasilkan semangat. Mana yang membuat pendapatan lebih besar, mana yang membuat pengeluaran lebih kecil.
Ide-ide itu kemudian di-ranking. Dari yang terbaik sampai yang terkurang. Dari yang terbanyak menghasilkan rupiah sampai yang menghasilkan etos. Perdebatan amat seru karena masing-masing mempertahankan idenya. Terjadi diskusi yang luar biasa intensif, mengalahkan rapat kerja bagian pemasaran.
Dari ranking yang dibuat, memang sudah bisa diketahui siapa yang bakal dapat mobil. Tapi, ada yang protes. "Sebaiknya hadiah baru diberikan setelah ide itu jadi kenyataan," teriaknya.
Rupanya, dia ingin membuktikan bahwa meski idenya kalah ranking, dalam pelaksanaannya kelak akan mengalahkan juara ranking itu. Setuju. Kita lihat dulu kenyataan di lapangan. Peluang bagi ide yang ranking-nya di bawah pun masih terbuka.
Tentu ide-ide itu masih dirahasiakan. Ini terutama karena masih akan dirumuskan dalam bentuk program kerja nyata di lapangan. Tapi, semua ide memang sangat menarik. Dari sinilah bisa diketahui bahwa Merpati seharusnya tidak akan rugi secara operasional. Kalau ini terlaksana, pemilik dana tidak akan ragu membantu. Alhamdulillah. Tuhan memberkati.
Topik berikutnya adalah MA 60. Bagaimana kinerjanya selama ini? Apakah bisa menghasilkan uang dan terutama bagaimana mengembalikan citra yang rusak akibat kecelakaan Kaimana?
Banyak juga ide gila yang muncul. Termasuk ide bahwa khusus untuk MA 60 sebaiknya dicarikan pilot bule. Seperti pesawatnya Susi Air. Orang kita lebih percaya kepada bule daripada bangsa sendiri. Ketidakpercayaan orang terhadap MA 60 bisa ditutup dengan pilot orang bule. Huh!
Saya benci dengan ide ini.
Tapi, demi Merpati saya menerimanya!
Maka, setelah enam jam berdebat, tepat pukul 16.00, rapat pun diakhiri dengan lega. Saya bisa segera pulang untuk mandi pagi! (*)
Dahlan Iskan
Menteri BUMN
Daftar Bunga Kartu Kredit Indonesia
2011-12-23 · #Bisnis & Ekonomi #Indonesia #Kliping
Ini Bunga Kartu Kredit yang 'Mencekik'
NextIndonesia – Bank Indonesia memperketat aturan penerbitan kartu kredit. Bunga kartu kredit yang 'mencekik' pun mulai dibenahi. Begitu juga pengetatan dilakukan bagi calon pemilik kartu kredit yang minimal berpenghasilan Rp3juta per bulan.
Berdasarkan data Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), bank menetapkan bunga kartu kredit di kisaran 2,68 persen sampai 5 persen per bulan. Nantinya dalam aturan baru BI yang akan diberlakukan Januari 2013, bunga kartu kredit maksimal hanya 3 persen per bulan.
General Mananger AKKI Steve Marta, Senin 7 November 2011, menuturkan, AKKI selalu mengumumkan daftar bunga kartu kredit terbaru dari 20 bank anggotanya. "Selama ini kan banyak yang menilai bunga kartu kredit tidak transparan, banyak nasabah yang tidak tahu, makanya kita umumkan," kata Steve.
Para pemilik kartu kredit bisa mengecek berapa bunga kartu kredit yang ditetapkan bank dengan melihat daftarnya berikut ini:
1. Danamon
- Retail 3,59%
- Tarik tunai 3,99%
2. ANZ
- Retail 4,75%
- Tarik tunai 5%
3. BCA
- Retail 3,25%
- Tarik tunai 3,25%
4. BII
- Retail 3,5%
- Tarik tunai 4%
5. BNI
- Retail 2,95%
- Tarik tunai 3,75%
6. Mandiri
- Retail 3,50%
- Tarik tunai 4%
7. CIMB Niaga
- Retail 3,75%
8. Pertama
- Retail classic 4,5%
- Retail gold 3,49%
- Retail platinum 3,5%
9. BRI
- Retail 2,68%
- Tarik tunai 3,25%
10. UOB Buana
- Retail 3,5%
- Tarik tunai 3,5%
11. Bukopin
- Retail classic 3,15%
- Retail gold 3,25%
- Retail platinum 3,35%
12. Mega
- Retail classic 3,6%
- Retail gold 3,5%
- Retail platinum 4%
- Tarik tunai 4%
13. Standard Chartered Bank
- Retail 3,59%
14. Citibank
- Retail 2,75 - 3,5%
- Tarik tunai 3,25 - 4%
15. Bumiputera
- Retail classic 3,75%
- Retail gold 3,5%
- Retail Platinum 3,5%
16. Panin
- Retail 3,25%
- Tarik tunai 3,5%
17. OCBC NISP
- Retail 3,5%
- Tarik tunai 4%
18. GE Finance
- Retail 3,75%
- Tarik tunai 4,25%
19. ICBC
- Belum ada
20. HSBC
- Retail 3,5%
- Tarik tunai 4%
Dengan daftar bunga kartu kredit dari bank penerbit tersebut diharapkan dapat membuat melek pengguna kartu kredit untuk lebih rasional dalam menggunakan kartu kredit. (*/min/viva)
7 Cara Agar Tetap Fokus
2011-12-23 · #Kliping #Tips & Tricks
Here are his tips for staying productive:
- Work backwards from goals to milestones to tasks. Writing "launch company website" at the top of your to-do list is a sure way to make sure you never get it done. Break down the work into smaller and smaller chunks until you have specific tasks that can be accomplished in a few hours or less: Sketch a wireframe, outline an introduction for the homepage video, etc. That's how you set goals and actually succeed in crossing them off your list.
- Stop multi-tasking. No, seriously—stop. Switching from task to task quickly does not work. In fact, changing tasks more than 10 times in a day makes you dumber than being stoned. When you're stoned, your IQ drops by five points. When you multitask, it drops by an average of 10 points, 15 for men, five for women (yes, men are three times as bad at multitasking than women).
- Be militant about eliminating distractions. Lock your door, put a sign up, turn off your phone, texts, email, and instant messaging. In fact, if you know you may sneak a peek at your email, set it to offline mode, or even turn off your Internet connection. Go to a quiet area and focus on completing one task.
- Schedule your email. Pick two or three times during the day when you're going to use your email. Checking your email constantly throughout the day creates a ton of noise and kills your productivity.
- Use the phone. Email isn't meant for conversations. Don't reply more than twice to an email. Pick up the phone instead.
- Work on your own agenda. Don't let something else set your day. Most people go right to their emails and start freaking out. You will end up at inbox-zero, but accomplish nothing. After you wake up, drink water so you rehydrate, eat a good breakfast to replenish your glucose, then set prioritized goals for the rest of your day.
- Work in 60 to 90 minute intervals. Your brain uses up more glucose than any other bodily activity. Typically you will have spent most of it after 60-90 minutes. (That's why you feel so burned out after super long meetings.) So take a break: Get up, go for a walk, have a snack, do something completely different to recharge. And yes, that means you need an extra hour for breaks, not including lunch, so if you're required to get eight hours of work done each day, plan to be there for 9.5-10 hours.
Forbes: cara diterima kerja
2011-12-23 · #Tech News
Kutipan:
merekrut itu permainan kepercayaan diri — Kalau saya hiring manager, cara terbaik Anda meredam keengganan saya mengambil risiko adalah dengan menunjukkan betapa nyamannya rasa percaya diri Anda: bahwa Anda punya keterampilan, pengalaman, kecakapan interpersonal, dan sifat lain yang dibutuhkan untuk posisi sulit di organisasi saya. Dengan kata lain: bukti terbaik yang tersedia menunjukkan kepada saya bahwa Anda memang membidik pekerjaan yang tepat.
Artikel lengkapnya:
How to Get Hired: Insights from the Other Side of the Desk
di Forbes.com
my other side: setyadi.com/forbes-how-to-get-hired
Peretasan Subway senilai $3 juta
2011-12-23 · #Security
Kutipan:
sebagian pemegang waralaba “secara langsung dan terang-terangan mengabaikan” standar keamanan dan konfigurasi POS Subway. “Bukan kasus mereka seharusnya memasang sesuatu lalu tidak memasangnya,” kata Schuman kepada Ars. “Mereka melakukannya dengan sengaja,” yaitu mengunduh perangkat lunak remote desktop murah dari internet dan menolak memakai enkripsi point-to-point seperti yang diwajibkan Subway.
Artikel lengkapnya:
How hackers gave Subway a $3 million lesson in point-of-sale security
my other side: setyadi.com/the-subway-3mio-hack
DroidDevelop
2011-12-23 · #Programming
DroidDevelop
market.android.com/details
Deskripsi
Ini perkakas untuk memprogram Android langsung di perangkatnya. Supaya jalan, Anda perlu memasang JavaIDEDroid untuk mengompilasi program Java, dan OI FileManager untuk memilih berkas program.
JavaIDEDroid memakai skrip bsh untuk kompilasi. Di DroidDevelop, skrip bsh dipilih lewat perintah “Open Project…”. Untuk mengompilasi, tekan tombol compile.
Anda juga bisa memasang dan menjalankan program tanpa keluar dari DroidDevelop, lewat tombol “Run…”.
Berkas java atau berkas proyek lain juga bisa disunting tanpa keluar dari DroidDevelop.
my other side: setyadi.com/droiddevelop
JavaIDEDroid
2011-12-23 · #Programming
JavaIDEDroid
market.android.com/details
Deskripsi
JavaIDEdroid adalah lingkungan pengembangan terpadu yang berjalan di Android dan memungkinkan pembuatan aplikasi Android native tanpa perlu Android SDK di Windows atau Linux.
Perkakas yang sudah terintegrasi di dalamnya:
* aapt tool
* Eclipse compiler for Java
* dx tool
* ApkBuilder (hanya APK unsigned)
* zipsigner-lib (pustaka ini sekaligus melakukan zipalign)
* BeanShell Interpreter
Anda bisa menulis skrip BeanShell sendiri, menyimpannya di SDCard, dan memakainya untuk mengotomatiskan proses build.
Aapt diintegrasikan sebagai native shared library (arm). Ia memakai pustaka eksternal yang menuntut Android 2.3 atau lebih baru, jadi shared library aapt dibangun untuk Android 2.3. Meski begitu, tampaknya tetap jalan di versi Android yang lebih lama (di Android 2.2.1 saya berjalan normal).
Perangkat lunak ini gratis di bawah lisensi GNU GPL v2.
Informasi dan dukungan lebih lanjut ada di situs proyeknya:
code.google.com/java-ide-droid
Di Wiki-nya ada tutorial HowToGetStarted.
Tolong cek forum dukungan sebelum memberi rating buruk — boleh jadi aplikasinya cuma perlu sedikit penyesuaian konfigurasi untuk lingkungan Anda.
Riwayat: code.google.com/History
Kalau suka aplikasi ini, coba juga JavaIDEdroidPRO!
my other side: setyadi.com/javaidedroid