ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

Analisis darah astronot menunjukkan penyebab konstipasi mikrogravitasi

Analisis darah dari 52 astronot di International Space Station menunjukkan bahwa mikrogravitasi memperlambat pergerakan makanan di saluran pencernaan. Makanan yang tertahan lebih lama membuat bakteri usus kehabisan serat dan beralih memfermentasi protein, menghasilkan metabolit yang memicu konstipasi. Proses ini menyerupai kondisi pasien yang harus berbaring dalam waktu lama di Bumi. Studi ini belum tentu layak langsung diatasi hanya dengan menambah asupan serat karena data metabolit darah sangat bervariasi antarindividu. Selain itu, mitigasi untuk misi Mars jangka panjang masih memerlukan penelitian lebih lanjut mengenai koneksi usus dan otak. Temuan ini menegaskan bahwa biologi internal kita sangat bergantung pada gaya tarik gravitasi Bumi. sumber: sciencedaily.com/260927225030.htm my other side: setyadi.com

Sinyal Otak Monyet Bisa Sembuhkan Lumpuh?

2008-01-17 · #Kesehatan #Kliping #Sains

Kamis, 17/01/2008 11:45 WIB
Fransiska Ari Wahyu - detikinet


Monyet rhesus (ist.)


Amerika Serikat - Para ahli di Amerika Serikat (AS) dan Jepang telah sukses menggunakan aktivitas otak monyet untuk mengendalikan robot humanoid (menyerupai manusia). Proyek yang dipimpin oleh Miguel Nicolelis, profesor neurobiologi di Universitas Duke ini telah berlangsung selama 10 tahun.

Setahun yang lalu, para dokter menanamkan 64 elektroda dan chip komputer ke dalam otak dua monyet rhesus. Kemudian merekam sinyal elektrik dari 200 sel otak binatang tersebut saat tengah berjalan di treadmill. Sinyal itu ditransmisikan melalui internet kepada para ahli di Computational Brain Project of the Japan Science and Technology Agency. Informasi tersebut disalurkan ke robot humanoid yang ternyata merespon aktivitas otak monyet.

"Normalnya butuh waktu 250 millisecon bagi otak untuk menciptakan sinyal dan bagi kaki untuk bergerak," ujar Nicolelis. "Dalam rentang waktu yang sama, kami dapat mengirimkan sinyal ke Jepang dan mendapatkan video yang menunjukkan respon robot terhadap sinyal tersebut. Jika hal ini dapat dilakukan pada pasien lumpuh, maka pasien akan mampu menggerakkan kakinya lagi," tambahnya.

Nicolelis juga mengungkapkan reaksi si monyet tatkala menonton video yang menunjukkan respon robot. Monyet tersebut tampak sangat gembira melihat si robot mengikuti gerakannya.

"Setiap kali dia (monyet-red) mengubah kecepatan atau pola gerakannya saat berjalan di treadmil, dia memperhatikan perubahan gerakan robot tersebut. Monyet tersebut sangat senang," tutur Nicolelis, seperti dikutip detikINET dari Computerworld, Kamis (17/1/2008).

Percobaan pada manusia akan dimulai tak lama lagi. Nantinya elektroda dan chip komputer akan ditanamkan ke otak pasien. Elektroda akan mengirimkan informasi ke chip dan akan menyebarkan sinyal otak ke sebuah alat yang ditautkan pada tubuh pasien. Alat tersebut berupa serat karbon exoskeleton yang akan membungkus kaki, dan nantinya akan terhubung dengan aktivitas otak manusia.

Pada bulan Desember, seorang ahli telah sukses menghubungkan otak ngengat ke robot yang disebut-sebut akan menjadi cikal bakal komputer hybrid. ( dwn / dwn )