Kita Adalah Apa yang Orang Lain Percayai
2024-02-23 · #Renungan
Kadang saya merenung, betapa kuatnya persepsi orang lain membentuk diri kita. 'You are what people believe you are.' Kalimat sederhana ini menyimpan makna yang dalam, bukan? Seolah-olah identitas kita, atau setidaknya bagaimana kita dilihat, sangat bergantung pada pandangan orang lain.
Apakah ini berarti kita kehilangan kendali atas diri sendiri? Atau justru ini menjadi pengingat bahwa interaksi sosial, reputasi, dan bagaimana kita mempresentasikan diri itu penting? Jujur saja, ini adalah sebuah paradoks yang menarik untuk terus dipikirkan.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 23 Februari 2024.
Sejenak Merenung: Urusan Nyoblos yang Terabaikan
2024-02-14 · #Renungan
Tadi pagi iseng buka-buka arsip lama, nemu catatan soal nyoblos. Agak geli sendiri kalau diingat, 'suwe ora nyoblos, nyoblos ora suwe'. Ternyata, momen 'suwe ora nyoblos' itu benar-benar terjadi belakangan ini. Entah karena kesibukan, entah karena ada hal lain yang lebih mendesak, rasanya sudah cukup lama saya tidak merasakan kembali sensasi mencoblos itu.
Tulisan singkat itu, dengan tagar #jalurdifabel, mungkin jadi semacam pengingat bagi diri sendiri. Mengingatkan bahwa partisipasi dalam proses demokrasi itu penting, terlepas dari kondisi fisik. Tapi kadang, hidup punya caranya sendiri untuk mengingatkan kita, kadang dengan cara yang lebih 'berkesan'. Ya sudahlah, yang penting sekarang sudah dilewati. Semoga lain kali bisa lebih 'rutin' lagi.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 14 Februari 2024.