ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

Algoritma wawancara mendorong pelamar melebih-lebihkan kualifikasi

Pelamar kerja cenderung melebih-lebihkan keahlian mereka saat menyadari AI yang menilai video wawancara, bukan manusia. Ketidakhadiran isyarat sosial membuat kandidat merasa bingung dan secara strategis menggelembungkan skill untuk memenuhi ekspektasi algoritma. Sistem AI yang diuji memberikan skor sama untuk jawaban janggal dan autentik, sehingga tidak layak diandalkan tanpa transparansi metrik. Ketidakmampuan membedakan kejujuran ini mendorong perilaku manipulatif jika kriteria penilaian seperti sentimen atau keyword tidak diungkapkan secara jelas. sumber: futurity.org/ai-job-interviews-3345682 my other side: setyadi.com

He Will Make A Way

2001-03-30 · #Puisi & Lirik #Renungan

He Will Make A Way

God will make a way
Where there seems to be no way
He works in ways we cannot see
He will make a way for me

He will be my guide
Hold me closely to his side
With love and strength for each new day
He will make a way
He will make a way

By a roadway in the wilderness He'll lead me,
And rivers in the desert will I see.
Heaven and earth will fade but His Word will still remain,
He will do something new today.

(Acapella Praise - Integrity Music)

Nasib dan asumsi

2001-03-29 · #Kliping #Renungan

NASIB DAN ASUMSI

Suatu ketika seseorang bertanya kepada Nasrudin Hoja.
"Apa artinya nasib, Mullah ?"
"Asumsi-asumsi."
"Maksudnya ?"
"Begini. Engkau menganggap bahwa segalanya akan berjalan baik, tetapi kenyataannya tidak begitu. Nah itu yang disebut nasib buruk. Atau, engkau punya asumsi bahwa hal-hal tertentu akan menjadi buruk, tetapi nyatanya tidak terjadi. Itu nasib baik namanya. Engkau punya asumsi bahwa sesuatu akan terjadi atau tidak terjadi, kemudian engkau kehilangan intuisi atas apa yang akan terjadi, dan akhirnya berasumsi bahwa masa depan tidak dapat ditebak. Ketika engkau terperangkap di dalamnya, maka engkau namakan itu nasib."

isnet.org/nasib.html