Bung Ruhut, Anda Sudah Kelewatan!
2010-12-16 · #Indonesia #Kliping
INILAH.COM, Jakarta - Pernyataan Ruhut Sitompul terkait aspirasi masyarakat Yogyakarta terkait Keistimewaan Yogyakarta memicu kemarahan. Bahkan masyarakat Yogyakarta menantang Ruhut Sitompul untuk datang dan berbicara langsung dihadapan masyarakat Yogya.
"Kalau Ruhut Sitompul kalau belum mati, belum bisa dia berhenti bicara yang tidak enak. Bukan cuma dalam masalah Keistimewaan Yogyakarta, namun banyak hal," ucap Sukirman Hadiwiyono saat dihubungi INILAH.COM, Selasa (14/12/2010).
Menurut Sukirman, khusus pernyataan Ruhut Sitompul terkait aksi massa di Yogyakarta mirip PKI, hal itu telah menimbulkan kemarahan besar di masyarakat Yogya.
"Masyarakat disini sudah marah besar dengan Ruhut mas, dia ngomong seperti tidak menghargai budaya dan kami. Masa anggota Dewan Perwakilan Rakyat begitu. Dia wakil rakyat atau penjilat penguasa sih. Kami tantang dia kalau berani datang ke Yogyakarta dan ngomong langsung di depan kami, atau kami yang datang ke Jakarta untuk dengar dia ngomong langsung," tegasnya.
Sukirman juga mengatakan saat ini masyarakat Yogya sudah mengarah ke pemboikotan terhadap Partai Demokrat. "Kalau sekarang Demokrat itu dalam bahaya disini, mereka harus waspada, jadi jangan bikin panas hati masyarakat Yogya terus," katanya.
Sebelumnya diberitakan, juru bicara DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul melihat aksi masyarakat Yogyakarta yang pro penetapan, sama sekali tidak mencerminkan masyarakat Yogya. Ruhut bahkan menyamakan aksi tersebut seperti aksi massa PKI pada tahun 1965.
"Iya kalau lihat demo kemarin aku ingat waktu tari genjer-genjer waktu di Halim tahun 1965. Seperti orang tari genjer-genjer tahun 1965," ujar Ruhut, Selasa (14/12/2010). [mah]
INILAH.COM, Jakarta - Juru bicara DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul melihat aksi masyarakat Yogyakarta yang pro penetapan, sama sekali tidak mencerminkan masyarakat Yogya. Ruhut bahkan menyamakan aksi tersebut seperti aksi massa PKI pada tahun 1965.
"Iya kalau lihat demo kemarin aku ingat waktu tari genjer-genjer waktu di Halim tahun 1965. Seperti orang tari genjer-genjer tahun 1965," ujar Ruhut, Selasa (14/12/2010).
Menurutnya aksi massa Yogyakarta kemarin, tidak mencerminkan perilaku orang Yogyakarta yang selama ini dikenalnya. "Yang saya tahu mereka orang yang sopan dan pemaaf, tapi kemarin terlihat berbeda," katanya.
Selain itu anggota fraksi Partai Demokrat di DPR ini mengatakan seharusnya Sultan Hamengku Buwono X sadar telah dimanfaatkan oleh parpol tertentu.
"Jelas dia itu telah dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang tidak siap kalah di Pemilu. Siapa lagi kalau bukan Golkar dan PDI Perjuangan," tegas Ruhut.
Republic vs Monarchy, the winner is Apple
2010-12-02 · #Indonesia #Kliping #Tech News
JAKARTA, KOMPAS.com — Keterangan pers yang digelar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/12/2010), ditunggu banyak pihak. Penjelasan Presiden disiarkan secara langsung oleh sejumlah stasiun televisi nasional.
Presiden mengklarifikasi tentang pernyataan monarki yang dilontarkannya dalam rapat kabinet terbatas yang membahas soal RUU Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (26/11/2010) lalu. Pernyataan Presiden tersebut menuai kontroversi dan menjadi polemik sepanjang minggu ini.
Selain penjelasan yang gamblang tentang pandangan Presiden terhadap keistimewaan DIY, ada hal lain yang menarik banyak pemirsa televisi, yakni logo Apple yang terpampang jelas di layar televisi.
Ya, Presiden menggunakan iPad sebagai "contekan". Sebentar-sebentar Presiden melirik gadget canggih itu. Yang paling menarik lagi, logo produk besutan Steve Jobs ini nangkring di atas logo burung garuda yang menjadi simbol kenegaraan pada mimbar yang digunakan Presiden.
Tak pelak, bukannya mengomentari klarifikasi Presiden, warga di jagat maya malah banyak "berkicau" soal lambang buah apel "coak" ini.
Anggota DPR dari Fraksi Golkar yang mantan presenter televisi Meutya Hafid menulis di akun Twitter-nya, "Apel di atas Garuda.. *Such careless communication approach*."
Kicauan Meutya disambut Pemimpin Redaksi ANTV Uni Lubis. "Konsultannya siapa ya? Yg suka ngomel2? :p," tulis Uni.
Sebelumnya ia nge-tweet, "Captured dong gambar ini. kirim via Twitter ke akun Steve Jobs (pendiri Apple) disertai permintaan diskon 50 persen, end year sale buat rakyat Indonesia yang beli Ipad."
Monolog Butet Kartaredjasa juga ikutan komentar. "Selain garuda pancasila, logo negara tambah buah apel."
Kicauan lain datang dari aktivis Migrant Care, Wahyu Susilo. "Kalo dilihat dari logonya sebenarnya pak beye mau bilang: kowe arep tak brakot koyo apel kuwi (kamu mau saya gigit seperti apel)," tulisnya.
Ah, masih banyak lagi komentar di Twitter yang bikin kita tersenyum simpul. Apa pun komentar itu, tampaknya betul apa yang dikatakan pendiri situs berita Detik.com, Budiono Darsono. "Republik vs Monarki dan pemenangnya adalah: Apple. Hihihi."
Warteg kena pajak!
2010-12-01 · #Bisnis & Ekonomi #Indonesia #Kliping
Warteg Akan Kena Pajak Mulai 1 Januari 2011
TEMPO Interaktif, Jakarta -DKI akan memberlakukan pajak restoran dan rumah makan kepada jenis usaha warung tegal mulai 1 Januari 2011. DPRD DKI telah setuju dan menunggu penomoran Peraturan Daerah sebagai pijakannya. Dengan pajak, harga setiap makanan dan minuman di warung tegal menjadi lebih mahal dari biasanya.
"Pajak yang kami terapkan 10 persen. Kami memberlakukan terhadap warung tegal karena sudah masuk dalam prasyarat objek pajak menurut Undang-Undang nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah," kata Kepala Bidang Peraturan dan Penyuluhan Dinas Pelayanan Pajak Provinsi DKI Jakarta Arif Susilo, hari ini. Potensi pajak yang akan didapatkan adalah Rp 50 miliar per tahun
UU nomor 28 tahun 2009 tertera klasifikasi sebuah restoran yaitu fasilitas penyedia makanan dan/atau minuman dengan dipungut bayaran, yang mencakup juga rumah makan, kafetaria, kantin, warung, bar, dan sejenisnya termasuk jasa boga/katering. "Objek pajak yang masuk dalam wajib pajak adalah usaha penyedia makanan dan minuman yang memiliki penghasilan Rp 60 juta per tahun," kata Arief.
Usaha jenis rumah makan di Jakarta lebih dari 2000 unit usaha. Dinas Pelayanan Pajak akan mengidentifikasi usaha yang sudah berpenghasilan lebih dari Rp 60 juta per tahun dan usaha yang berpenghasilan lebih kecil dari itu. Namun Arief mengakui, sebagian besar pemilik usaha rumah makan di Jakarta banyak yang sudah mapan sehingga kebijakan ini tidak terlalu menuai kontroversi.
"Kami akan mendata, lalu sosialisasi kepada asosiasi pengusahan rumah makan di Jakarta. Kami berharap kebijakan ini bisa dilaksanakan dengan baik karena dananya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk prasarana publik," kata Arief.
Rencana itu dianggap memberatkan pemilik warteg. Pemilik kantin di Kebon Sirih, Muhammad Nur, 50, mengatakan kebijakan itu akan merugikan pengusaha karena harga makanan dan minuman menjadi lebih mahal dan membuat pembeli kabur.
Larangan Menggunakan Premium
2010-11-29 · #Indonesia #Kliping
Mulai 1 Januari 2011 Larangan Premium Berlaku Nasional
SATURDAY, 27 NOVEMBER 2010
Total View : 202 times
Rencana pemerintah yang akan memberlakukan larangan menggunakan BBM bersubsidi di Jabodetabek berubah. Larangan akan berlaku secara nasional mulai 1 Januari 2011. Dengan seluruh kesiapan kebijakan tersebut termasuk perangkat yang akan dioperasikan, mulai dari stiker hingga petugas operasional di lapangan.
Hal ini dijelaskan langsung oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Jumat (26/11)."Pembatasan ini langsung berlaku nasional, tidak seperti wacana awal yang hanya Jabodetabek," katanya.
Secara terperinci Hatta belum bisa memastikan jenis larangan yang akan diterapkan, apakah larangan penggunaan BBM bersubsidi berlaku bagi semua mobil pribadi dan mobil keluaran 2005 ke atas. Sebab, itu bergantung pada persetujuan DPR.
Hatta meyakini pelaksanaan per 1 Januari 2011 nanti tidak akan ada kendala, kecuali memang ada yang berniat buruk. Namun demikian antisipasi atas gangguan sistem ini juga dikatakan telah siap. "Sebagus apapun sistem itu, kalau ada niat jahat tetap bisa dirusak, tapi memang kita harus punya sistem agar kejahatan itu tidak gampang dilakukan," ujarnya lagi.
Rencana ini dikhawatirkan akan berdampak pada inflasi langsung rumah tangga. Kebijakan itu tidak akan memicu efek berantai ke sektor lain. "Dampaknya hanya direct inflation konsumsi rumah tangga yang menggunakan BBM bersubsidi," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan di Bandung, Jumat 26 November 2010.
Menurut Rusman, diperbolehkannya kendaraan umum menggunakan BBM bersubsidi merupakan jalan tengah yang terbaik. Dengan demikian, BPS dapat dengan mudah mengukur inflasi pembatasan konsumsi BBM terhadap rumah tangga.
Source : Berbagai sumber/dpt
--
Prosesor yang mendukung VT-x
2010-11-25 · #Systems & Infrastructure
periksa sendiri di sini:
my other side: setyadi.com/vt-x-supported-processors
Poop Powered MegaWatts
A Chinese Dairy Farm Made The World's Largest Machine For Turning Crap Into Power
What happens when a Chinese dairy farm takes the excrement from 60,000 of its 250,000 cows and converts it into electricity? They generate 5.66 megawatts of power, which is roughly enough to power 3500 American homes.
According to Technology Review, Huishan Dairy has created a methane converter that is over 10 times the size of similar such devices. Powered by four of the GE engines pictured above, the converter captures methane from fermenting cow poop and turns it into power. Pop Sci does a good job of summarizing the science behind the converter, which involves processes like hydrodesulfurization and anaerobic digestion, so on and so forth.
But what's really interesting here is that the scale of this converter might be more economically appealing to dairy farms in the US. Currently, methane converter in the US only generates 2 megawatts of power, and are only used by 1% of farms. And considering the plant in China could reduce carbon emssions by over 180,000 tons, I'm sure such a converter would have the full support of green freaks stateside. [Technology Review via PopSci]
Twitter Role on Disaster Relief
2010-11-23 · #Indonesia #Kliping #Tech News
Twitter Enables DIY Disaster Relief in Indonesia
BY David ZaxMon Nov 22, 2010Indonesians, who were the victims of earthquakes, a tsunami, and volcanic eruptions last month, are finding help from an unlikely source: Twitter.
Indonesia is a country composed of 17,000 islands, and organizing aid relief efforts has proved a challenge, particularly in regions where infrastructure was destroyed, reports Reuters. So enterprising and tech-savvy citizens are taking measures into their own hands, coordinating relief through Twitter. Twitter is extremely popular among Internet-using Indonesians, 21% of whom use the site (compare that to 12% for the U.S.).
A group near the erupting Mount Merapi volcano has been particularly effective at using Twitter for relief. Not long ago, someone sent out a tweet announcing that there were packages of food a neighboring town. Within 10 minutes, over a dozen cars were ready to deliver it. "It was so fast I almost didn't believe it," Akhmad Nasir told Reuters. On another occasion, the group announced a need to prepare meals for 30,000 people; within four hours, it was done.
The Mount Merapi group has a history of analogue social networking, which must have smoothed its transition into such a strong Twitter community. In 2006, they set up a radio community and called it Jalin Merapi, the purpose of which was to monitor the volcano. Now Jalin Merapi has its own Twitter account with 33,500 followers. It sent out 12,000 tweets over the past month.
There are 700 shelters around the foot of Mount Merapi, shelters which have housed 200,000 people in the latest crisis. "Little shelters often cause problems in aid distribution. To equally divide aid to 700 different shelters is difficult, almost impossible," one of Indonesia's aid workers said. Again, Jalin Merapi to the rescue. The group has some 700 volunteers tweeting intelligence.
"Info please, which shelters need baby clothing and porridge, blankets, we are on the way," read one recent tweet from a follower, @dkurniawan.