Pajak Jaguar dapet subsidi dari mobil lama?
2006-05-19 · #Bisnis #Indonesia #Kliping
Arifin Asydhad - detikcom
Jakarta - Kenaikan pajak kendaraan bermotor (PKB) memang mengejutkan, sekaligus membingungkan. Sebab, mobil lama malah meningkat tajam, sementara pajak mobil baru malah turun. Pemerintah perlu menjelaskan hal ini.
"Kemarin, awal bulan Mei, saya perpanjang mobil Toyota Kijang Grand KF 71 SHR tahun 2000. Semula pajaknya sebesar Rp 861.000, tapi tahun ini menjadi Rp 1.650.000. Kenaikannya menjadi sekitar 100%. Apa ini tidak kelewatan........?" tulis Jery Tom dalam e-mailnya kepada detikcom, Jumat (19/5/2006).
Jery mengaku telah mencari banyak informasi mengenai hal ini. Dan hasil temuannya, ternyata ada pajak kendaraan yang turun. "Pajak yang turun adalah pajak kendaraan produk di atas tahun 2000," tulis dia.
Karena itu, dia mempertanyakan mengapa pajak kendaraan tahun lama, tahun 2000 ke bawah malah naik nggak tanggung-tanggung, sementara kendaraan baru malah turun. Dia mencontohkan Toyota Vios NCP tahun 2005. Pada tahun 2005, pajaknya Rp 2 jutaan, dan tahun 2006 turun menjadi Rp 1,8 juta.
"Eh eh ada lagi Jaguar tahun 2005 yang pajaknya Rap 11.850.000 turun menjadi Rp 9 jutaan. Kan gila ini! Setelah saya cari informasi tidak ada jawaban yang pasti dari petugas pajak di sana," ujar dia.
Pembaca detikcom yang lain, Enamel M Primawan, juga mengalami keterkejutan yang sama atas kenaikan PKB ini, meski pajak mobilnya hanya naik 15%. "Minggu kemarin, saya bayar PKB di Samsat Tangerang, naiknya 15%. Mobil Daihatsu Feroza MT tahun 1997, tahun lalu Rp 675 ribu sekarang Rp 750 ribu," ujar dia. (asy)
sumber detikcom
kompas: Blogger menggeser MediaBasBang?
2006-05-19 · #Indonesia #Kliping #Tech News
Pewarta Warga, Ancaman bagi Editor?
PEPIH NUGRAHA
Pada suatu masa, kehadiran radio dianggap mengancam surat kabar dalam hal kecepatan menyiarkan berita. Kemudian radio terancam oleh kehadiran televisi yang lebih atraktif, karena selain menyiarkan suara, juga menyiarkan gambar bergerak yang tentu saja jauh lebih atraktif.
Pernah juga disebut-sebut, kehadiran situs berita atau "dot.com" di pertengahan tahun 1990-an bisa menjadi ancaman seluruh media massa konvensional, seperti surat kabar, radio, maupun televisi. Akan tetapi, dalam hal kecepatan menyampaikan informasi, konon seluruh jenis media terancam oleh kehadiran mailing list atau blog pribadi di internet.
Pakar ilmu komunikasi Universitas Indonesia Dedy Nur Hidayat tidak melihat kehadiran blog sebagai ancaman serius bagi media massa kini, baik koran, radio, maupun televisi. Juga belum bisa disebut tantangan signifikan bagi media-media massa konvensional yang sekarang ini ada.
"Blog, situs pribadi atau mailing list hanya efektif dalam kasus tertentu untuk sumber alternatif yang luput dari pengamatan media massa," kata Dedy, 22 April lalu.
Dia mencontohkan, pada zaman Orde Baru, saat Soeharto berkuasa, sejumlah mailing list menjadi pelarian warga yang mampu mengakses internet akibat media massa konvensional saat itu tidak ada yang berani mengkritik rezim.
Meski kredibilitas mailing list diragukan karena sembarang orang bisa menumpahkan unek-uneknya, toh mailing list laris manis. "Akan tetapi, ketika media massa sudah bebas menginformasikan apa pun seperti sekarang ini, tidak pada tempatnya bila orang lari ke mailing list atau blog-blog untuk mencari informasi alternatif," katanya.
Publik juga mempertanyakan profesionalisme para jurnalis alias pewarta warga yang menayangkan sebuah peristiwa pada blog mereka.
Menurut Dedy, dalam kasus- kasus tertentu, blog bisa diakses ratusan ribu orang bila mampu menembus sumber-sumber eksklusif seperti pemimpin teroris yang dicari-cari dunia internasional, yang tidak dapat ditampilkan media massa. Kehadiran para blogger ini baru dianggap sebagai ancaman karena sifat interaktifnya, yang tidak mungkin dilakukan media massa konvensional.
"Radio dan televisi lebih mudah melakukan komunikasi interaktif dengan khalayaknya. Berbeda dengan media massa cetak yang sangat sulit menjalin komunikasi timbal balik dengan para pembacanya. Tetapi, koran- koran sekarang sudah melengkapi diri dengan versi on line sehingga komunikasi yang interaktif bisa tetap dilakukan," kata Dedy lagi.
Di dunia akademik, kehadiran citizen journalism atau sering disebut jurnalisme partisipatoris mendapat kritik keras. Vincent Maher dari Rhodes University, misalnya, menyebut kelemahan jurnalisme ini karena tidak memiliki "3E", yakni etika, ekonomi, dan epistemologi.
Pengamat media massa lainnya, Tom Grubisich, menyebut kelemahan lain jurnalisme ini yang tidak memiliki kualitas maupun isi. Kenyataannya, beberapa blog seperti Backfence yang disebut-sebut sebagai situs jurnalisme warga di Amerika Serikat hanya menarik segelintir peminat.
"Saat saya mengklik Backfence, saya serasa masuk ke sebuah halaman berpagar yang sangat luas, tetapi hening dan sepi," kata seorang pakar komunikasi lainnya.
Namun, sebuah artikel di New York Times justru terpesona atas meningkatnya partisipasi warga dalam citizen journalism. Artikel itu menyoroti kehadiran sebuah blog bernama News and Record dari Greensboro, North Carolina, yang banyak mengundang tamu mampir. "News and Record mentransformasi web site-nya ke dalam kota virtual di mana warganya bisa mengatakan apa saja. Setiap pembaca sekaligus reporter," demikian kesimpulan artikel itu.
Bahkan Presiden CNN Jonathan Klein kepada Los Angeles Times mengatakan, bangkitnya warga untuk memenuhi kebutuhan informasinya sendiri disebut sebagai pertanda kehadiran jurnalisme warga.
Berdasarkan penelusuran Kompas, di News and Record warga Greensboro dapat saling sapa, saling bertukar cerita dan pengalaman sehari-hari di lingkungan mereka. Dalam rubrik Public Record, misalnya, orang yang menikah atau bercerai bisa mewartakannya di blog tersebut. Demikian juga kematian dan kelahiran seseorang di Guilford County, semacam kabupaten di sana, menjadi catatan penting yang tidak mungkin dirilis koran atau disiarkan radio.
Pendek kata, orang-orang Greensboro yang berada di wilayahnya atau di mana pun mereka berada dapat melepas kangen dengan mengklik blog milik warga tersebut dan mendapat unek-unek atau cerita khas masyarakat setempat. Komunikasi interaktif berlangsung secara lebih transparan, hangat, dan bersahabat. Bahkan, kemarahan pun dapat "teraba" tanpa harus diperhalus oleh editor.
John Robinson, editor blog tersebut, mengatakan, apa yang dilakukakannya sebatas mentransformasi surat kabar. "Dan blogging telah mengubah wajah jurnalisme," katanya. Tujuannya tidak lain agar apa yang diberitakan warga lebih transparan. Bagi dia, berita adalah percakapan. "Inilah dunia yang harus kami (News and Record) mainkan. Bukan hanya sekadar konsep untuk online, ini adalah konsep untuk sebuah surat kabar," katanya.
Berita adalah percakapan. Barangkali itulah salah satu kekuatan dari blog. Sebab menjadi pewarta warga, orang tidak lagi terikat etika jurnalistik.
Setiap orang bisa dengan leluasa mengeluarkan kemarahan dan sumpah serapahnya atas ketidakadilan yang diterima atau pengalaman menyakitkan yang menimpanya. Sebaliknya, ia juga bisa menyanjung orang lain dan dirinya setinggi langit. Ia juga tidak peduli "hukum jurnalistik" mengenai perlunya cover both side. Pokoknya laporkan saja!
Inilah yang disebut Robinson dengan "transparan", karena ungkapan asli dan isi hati seseorang dapat dibaca dan dirasakan dengan jelas. Sesuatu yang tidak mungkin akan termuat utuh dalam sebuah media massa konvensional, di samping belum tentu juga media massa tertarik terhadap isu yang "tidak seksi" yang mungkin menjadi minat warga.
Seorang ibu rumah tangga di Sidoarjo, Jawa Timur, dengan gigih belajar membuat blog. Setelah berhasil, ia menuliskan pengalaman pribadinya berwisata gastronomi makanan tradisional Jawa Timur, dilengkapi dengan foto-foto hasil jepretan kamera digitalnya. Ajaibnya, dalam beberapa minggu saja blog-nya sudah dikunjungi ratusan ibu-ibu muda lainnya, dari yang sekadar kenalan dan curhat, sampai minta dikirim makanan tradisional itu tadi. "Bagi kami, inilah berita," katanya.
Meski bukan ancaman serius bagi koran, Tim Porter pemilik blog First Draft memberi tips bagi para pemilik media massa konvensional. "Apa yang ingin saya peroleh besok di koran yang saya langgan adalah saya ingin tulisan wartawan profesional yang informasinya lebih baik dari laporan warga masyarakat biasa," katanya.
Tips yang diberikan Porter merujuk pada kasus bom yang mengguncang London 7 Juli 2005, bahwa media massa haruslah memberi (1) konteks, yakni sejarah terorisme di London dan Eropa, (2) up date, apa kaitannya dengan bom Madrid sebelumnya, (3) lokal, bagaimana ukuran keamanan kereta-kereta api bawah tanah satu dengan lainnya, (4) geografi, data dan infografik di mana peristiwa terjadi, (5) orang seperti saya, di mana sebagai orang Amerika dan saat itu London dipenuhi turis Amerika, bagaimana cerita tentang mereka, (6) debat, kebebasan lawan keamanan, dan (7) suara, yakni tanggapan orang siapa yang terlibat dalam peristiwa.
Setelah memberi tujuh tips itu, Porter melempar tanya yang layak direnungkan oleh para pemilik koran mana pun, setidak- tidaknya para editor: "Koran apa yang akan Anda terbitkan besok? Okay, kami perlu semua hal, kecuali berita!"
Ahmadinejad's Letter
Excerpts from Ahmadinejad letter to Bush
By Times Online and agencies
The surprise letter sent by President Ahmadinejad of Iran to President Bush - the first such communication in 27 years - has been dismissed by the White House as a rambling 18-page philosophical treatise.
The White House has said that its contents will not influence its position in the ongoing dispute over Iran's nuclear project.
ON THE WAR IN IRAQ
"Under the pretext of the existence of WMDs, this great tragedy came to engulf both the peoples of the occupied and the occupying country. Later it was revealed that no WMDs existed to begin with.
ISRAEL AND THE HOLOCAUST
"After the war, they claimed that six million Jews had been killed. Again, let us assume that these events are true. Does that logically translate into the establishment of the state of Israel in the Middle East or support for such a state? How can this phenomenon be rationalised or explained?"
THE RESPONSIBILITY OF LEADERS
"The people will scrutinise our presidencies. Did we manage to bring peace, security and prosperity for the people or insecurity and unemployment? Did we defend the rights of all people around the world or imposed wars on them, interfered illegally in their affairs, established hellish prisons and incarcerated some of them? Did we bring the world peace and security or raised the spectre of intimidation and threats?
THE NUCLEAR DOSSIER AND THE UN SECURITY COUNCIL
"The people of the world are not happy with the status quo and pay little heed to the promises and comments made by a number of influential world leaders. Many people around the world feel insecure and oppose the spreading of insecurity and war and do not approve of and accept dubious policies.
"Why is it that any technological and scientific achievement reached in the Middle East region is translated into and portrayed as a threat to the Zionist regime? Is not scientific R&D one of the basic rights of nations?
ON RELIGION
"We believe a return to the teachings of the divine prophets is the only road leading to salvation. I have been told that Your Excellence follows the teachings of Jesus (Peace be upon Him) and believes in the divine promise of the rule of the righteous on Earth. Will you not accept this invitation? That is, a genuine return to the teachings of prophets, to monotheism and justice, to preserve human dignity and obedience to the Almighty and His prophets?
SADDAM HUSSEIN
THE TRUTH ABOUT LYING
"Lies were told in the Iraqi matter. What was the result? I have no doubt that telling lies is reprehensible in any culture, and you do not like to be lied to."
THE WORLD IN GENERAL
"How much longer will the blood of the innocent men, women and children be spilled on the streets, and people’s houses destroyed over their heads? Are you pleased with the current condition of the world? Do you think present policies can continue?"
THE END OF DEMOCRACY
"Liberalism and Western-style democracy have not been able to help realise the ideals of humanity. Today these two concepts have failed. Those with insight can already hear the sounds of the shattering and fall of the ideology and thoughts of the liberal democratic systems."
X1 beats 0-60mph/3sec and 170mpg car combined
2006-05-08 · #Gadget #Kliping #Sains
| Wrightspeed X1 - EV Power and Efficiency | |
| by Megawatt Motorworks (1/27/2006) | |
| Ian Wright sees a market for electric vehicles that outperform petrol cars. The X1 was built to prove his theory as he works to attract funding for his startup company, Wrightspeed Inc. Ian's banking on the fact that power and efficiency are the hallmarks of today's electric vehicles. It's unlikely that any gas car can trump the X1, which sips just 200 Whr of electricy per mile-- or the gas equivalent of 170 miles per gallon. In other words, try to find any gas car that gets 170-mpg and still accelerates with the same gusto! How does this acceleration compare to other cars? Will Nordby of KRON news in San Francisco reported, "Wright competed in a race with $170,000 Ferrari and a $400,000 Porsche. Wright's X-1 cost $150,000 and beat the other two, reaching 112 mph in just 11.1 seconds." Darell Dickey has archived the race video at the PluginAmerica website. Ian posted a correction to the news story his site: "Just a little correction to the news story: the X1 has a top speed of 112mph, reached well before the 1/4 mile mark. Estimated 0-100 time is around 7 seconds, and the 1/4 mile time recorded on a damp dragstrip was 11.95 seconds." The car is based on the Ariel Atom chassis and uses Lithium-Ion batteries and an AC Propulsion drive system. It has a reported range of 120 miles. The last we heard, Ian was planning to display his X1 prototype at to the CleanTech Investor Conference in Palm Springs, Feb 1-2. | |
source
how to kill antibiotic resistant bacteria?
2006-05-02 · #Kesehatan #Kliping #Sains
from boingboing.net
Wallaby milk: proof against antibiotic resistant bacteria
Milk from lactating wallabies is effective in combatting antibiotic-resistant bacteria:A newborn wallaby lacks a developed immune system and relies on compounds in its mother's milk to protect it against diseases.Link (via Futurismic)Ben Cocks, of the Victoria Department of Primary Industries, in Melbourne, said: "A huge amount of development happens in the pouch, and during that time they just rely on milk." The molecule, called AGG01, also kills other types of bacteria and fungus.
MSNBC: Astronaut Eileen Collins leaves NASA
Collins grew up in a public housing project in Elmira, N.Y. She used church collections and money from a pizza parlor job to pay for flying lessons. She studied mathematics and economics and Syracuse University and received masters degrees from Stanford University and Webster University.