Meja Kayu
2005-06-29 · #Kliping #Renungan
Keluarga itu biasa makan bersama diruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.
Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. "Kita harus lakukan sesuatu," ujar sang suami. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini." Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan.
Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek. Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.
Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam. Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. "Kamu sedang membuat apa?". Anaknya menjawab, "Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan."
Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya. Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki.
Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.
Author Unknown
Hentikan Memberi Uang Kepada Anak Jalanan
2005-06-28 · #Indonesia #Kliping #Renungan
Banyak pihak dan yayasan yang telah mencoba menolong mereka dengan memberikan sekolah gratis, makanan gratis dan rumah singgah bagi mereka. Namun mereka tetap kembali ke jalan. Mengapa? Karena Uang Anda!
Karena setiap hari mereka memperoleh "uang gampang" paling sedikit Rp.25.000,- itu berarti dalam sebulan mereka bisa memperoleh Rp.750.000,- Jumlah yang cukup besar, tidak heran mereka memilih untuk tetap di jalan.
Tapi jika dibiarkan, 10-20 tahun lagi mereka akan tetap berada di jalanan dan bisa jadi menjadi preman yang tinggal di jalan dan melahirkan anak-anak kurang mampu dan yang tidak berpendidikan. Ini akan menjadi lingkaran setan di negara kita.
Mereka bukannya tidak punya pilihan lain, apa yang bisa kita lakukan agar mereka tidak berada di jalanan lagi ?
BERHENTI MEMBERIKAN UANG KEPADA MEREKA!!!
Dengan begitu kita menolong mereka dari resiko-resiko berbahaya serta memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyambut uluran tangan yayasan dan melakukan hal-hal yang berguna untuk masa depannya kelak.
Lewat tindakan kita dan kesempatan yang kita berikan, kita secara tidak langsung sedang memulihkan hak-hak asasi anak menurut Konvensi hak anak PBB (diratifikasi Keppres RI No. 36/1990) :
- Hak untuk hidup
- Hak untuk tumbuh dan berkembang
- Hak untuk memperoleh perlindungan
- Hak untuk berpartisipasi
Dengan kita berhenti memberikan "uang gampang" berarti kita telah menjadi sukarelawan pasif dalam usaha pemulihan hak asasi anak. Disatu sisi kita kasihan melihat mereka namun jika kita memberi uang maka mereka akan tetap seperti itu dan tidak mau menyambut uluran tangan dari yayasan-yayasan yang berniat membantu mereka. Di sisi lain dengan tidak memberikan uang maka kita berharap masa depan mereka akan lebih baik dari sekarang ini.
--
stopberiuang.or.id
BPPT Tawarkan Software Gratis
2005-06-27 · #Indonesia #Kliping #Tech News
Software gratis BPPT itu adalah Komura, Kantaya, Kasipena, dan Kutahu. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kembali menawarkan software alternatif. Beberapa di antaranya sudah pernah diperkenalkan empat tahun silam.
"Ada empat aplikasi yang tersedia untuk beragam kepentingan," ujar Sulistyo Suhrowardi, direktur Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi dan Elektronika, BPPT, kepada wartawan, Rabu (22/6/2005). Keempat software tersebut adalah Komura, Kantaya, Kasipena, dan Kutahu. Aplikasi tersebut diluncurkan sebagai software alternatif bagi mereka yang ingin menggunakan peranti lunak berlisensi. "Keempat software yang dibuat BPPT ini merupakan software General Public License (GPL)," jelas Sulistyo.
Kendati merupakan software GPL yang semestinya bisa memungut biaya atas pendistribusian program komputer, BPPT menggratiskan keempat software tadi. Dengan sendirinya, keempat software tadi bisa dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat tanpa perlu membayar sepeser pun. "Pihak lain diperbolehkan menyalin, mendistribusikan, dan bahkan modifikasinya," ucap Sulistyo.
Peluncuran Komura, Kantaya, Kasipena, dan Kutahu, lanjut Sulistyo, dilakukan untuk menjawab kebutuhan software berlisensi di masyarakat. Keempat software itu diyakini bisa menggantikan posisi program-program komputer bajakan yang marak dipergunakan masyarakat. "Apalagi, cara penggunaannya tidak jauh berbeda dengan software komersial," katanya.
Sulistyo belum dapat memastikan apakah software yang dikembangkan BPPT akan dijadikan sebagai software resmi di kalangan institusi pemerintahan. Sejauh ini, belum ada komitmen yang tegas soal hal tersebut. "Pemerintah daerah Ponorogo (Jawa Timur), Bali, dan Binjai (Sumatera Utara) malah sudah lebih dulu memanfaatkannya," ungkapnya.
Perangkat lunak yang disediakan untuk perkantoran itu bertajuk Kantaya. Ini merupakan web-based groupwave. "Kantaya bisa dijalankan di sistem operasi manapun. Programnya mirip dengan Microsoft Exchange ataupun Lotus Domino," cetus Sulistyo.
Sementara itu, untuk pengelola warung internet tersedia Komura. Komura adalah sistem jaringan komputer murah. Software ini sangat cocok untuk warung internet yang beroperasi sebagai game center. Sistem jaringan komputernya terdiri dari server Linux WinBI dan sejumlah terminal berupa komputer sederhana tanpa hard-disk. "Sayangnya, belum semua multiplayer game bisa dimainkan di Komura," sesal Sulistyo.
Dari segi skala ekonomi, Sulistyo memaparkan Komura akan lebih ekonomis ketimbang pembelian komputer secara terpisah. Kesimpulan ini berlaku untuk pembelian komputer di atas empat unit. "Komura tersedia dalam CD bootable yang bisa langsung dipasang untuk membangun jaringan komputer yang murah. Peminatnya juga dapat men-download-nya di www.software-ri.or.id."
BPPT juga memperkenalkan Kasipena. Perangkat lunak ini merupakan Kantaya untuk dunia pendidikan. "Sedangkan Kutahu adalah contoh e-learning sederhana," ujar Sulistyo. Keempat open source software tersebut dipastikan Sulistyo kompatibel dengan aplikasi-aplikasi desktop dari software komersial. Format file-nya sudah standar. "Penggunanya bisa menyimpan file dalam format rtf ataupun pdf."
Berdasarkan hasil riset, Kementerian Riset dan Teknologi memantau hal-hal yang menjadi penghambat penguasaan komputer di masyarakat. Riset ini melibatkan kalangan pemerintah daerah, usaha kecil menengah, serta dunia pendidikan. "Biaya komunikasi dan perangkat keras masih mahal, terbatasnya pelatihan, dan kendala bahasa adalah penyebabnya," ungkap Sulistyo.
BPPT berharap ketersediaan software gratis dengan kinerja yang dapat diandalkan akan membuat penguasaan komputer di Indonesia meningkat. Terlebih, software tersebut tersedia dalam tampilan bahasa Indonesia. "Kami tidak memiliki target khusus dalam hal jumlah pengguna." (rei)
--
sumber: mailto:gratis@hangtuah.or.id
TABEL DENDA TILANG LALIN
2005-06-25 · #Indonesia #Kliping
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
30 GB Holographic Card
Go Live! Finally...
2005-06-16 · #Catatan Pribadi #Projects
Nama sistemnya Sistem Obligasi Korporasi Retail. Nama jualnya FITS (fixed income trading system). Noh beritanya ada di koran-koran :P
Sekarang tinggal capeknya.. hihihi
The machine that can copy anything
By Simon Hooper for CNN
Thursday, June 2, 2005 Posted: 10:48 AM EDT (1448 GMT)
LONDON, England (CNN) -- A revolutionary machine that can copy itself and manufacture everyday objects quickly and cheaply could transform industry in the developing world, according to its creator.
The "self-replicating rapid prototyper," or "RepRap" is the brainchild of Dr. Adrian Bowyer, a senior lecturer in mechanical engineering at the University of Bath in the UK.
It is based on rapid prototyping technology commonly used to manufacturer plastic components in industry from computer-generated blueprints -- effectively a form of 3D printer.
But Bowyer told CNN the RepRap's ability to copy itself could put rapid prototyping technology within reach of the world's poorest communities by alleviating the need for the sort of large-scale industrial infrastructure common across the developed world.
"People can start manufacturing goods at a low price," said Bowyer. "All one needs is a computer and a machine that can copy itself. It can spread without enormous expenditure of capital and where labor costs are low.
[more on CNN]
Bintang bercahaya itu
2005-06-02 · #Catatan Pribadi #Puisi & Lirik
Di manakah bintang yang paling terang memancarkan cahayanya? Dia ada tepat di sampingku.
Saat ku mengejar impian hidupku, sang bintang yang bercahaya ini selalu siap mendampingi. Dalam suka. Dalam duka. Dalam untung. Dalam malang.
Mungkin tidak semua orang bisa melihat kilau cahayanya. Namun bagiku, seiring dengan jalannya waktu, sinarnya semakin menjulang ke ujung-ujung kembara. Memberikan hangat pada setiap insan yang singgah dalam rengkuh sinarnya.
Kita telah tumbuh bersama. Dari bukan siapa-siapa, menjadi apa adanya kita sekarang. Tempaan demi tempaan telah membuat kita semakin dewasa.
Dewasa. Bukan tua. Semakin dewasa. Semakin bijaksana. Dan semoga semakin dekat pula pada Nya.
Malam ini, kuucapkan: Selamat ulang tahun istriku tercinta. Semoga semua cita-cita mu (dan cita-cita kita) tercapai. Jangan lupa senantiasa bersyukur, karena dari sana lah berkat kita sesungguhnya berasal.
Peluk cium untukmu s'lalu.
Jakarta, malam 3 Juni 2005
Ivo Setyadi buat Rika Eridani
MUTATIS MUTANDIS
2005-06-01 · #Catatan Pribadi
-----
MUTATIS MUTANDIS means "upon changing what need to be changed", where what "need to be changed" are usually implied by a prior statement assumed to be understood by the reader. It carries the connotation that the reader should pay attention to the corresponding differences between the current statement and a previous one.
-----
MUTATIS MUTANDIS memiliki arti "perihal mengubah apa yang perlu diubah", dengan penjelasan bahwa "apa yang perlu diubah" biasanya mengacu pada pernyataan sebelumnya yang diasumsikan telah dimengerti oleh pembaca. Hal tersebut mengandung pengertian bahwa pembaca punya kewajiban untuk menyimak dan mengerti perbedaan-perbedaan dari pernyataan baru dibanding pernyataan sebelumnya yang terjadi selama korespondensi.
-----
My interpretation:
Comprehend first.
Speak only after.
It will save you face.
A lot.