ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

Ilmuwan pulihkan penglihatan tikus dengan membuang satu protein penghalang perbaikan mata

Mata mamalia tak bisa menyembuhkan diri seperti mata ikan zebra: begitu sel retina mati, kehilangan penglihatan umumnya permanen — itulah kenapa penyakit seperti retinitis pigmentosa dan degenerasi makula sulit dipulihkan. Tim dari KAIST, Korea Selatan, kini menunjukkan penyebabnya — sekaligus cara “menyalakan” kembali kemampuan perbaikan itu, setidaknya pada tikus. Biang keroknya protein bernama Prox1. Setelah retina cedera, Prox1 berpindah dari neuron ke sel pendukung bernama Müller glia dan praktis menguncinya, sehingga sel itu tak bisa berperan sebagai sel mirip-punca regeneratif seperti pada ikan dan amfibi. Ketika peneliti menghalangi perpindahan itu memakai antibodi anti-Prox1 yang dikirim lewat virus tak berbahaya (AAV), Müller glia mulai meregenerasi neuron retina dan kebutaan tertunda — efeknya bertahan enam bulan lebih, regenerasi retina jangka panjang pertama pada mamalia. Mereka juga menemukan penumpukan Prox1 serupa pada retina p...

Bintang bercahaya itu

2005-06-02 · #Catatan Pribadi #Puisi & Lirik



Di manakah bintang yang paling terang memancarkan cahayanya? Dia ada tepat di sampingku.

Saat ku mengejar impian hidupku, sang bintang yang bercahaya ini selalu siap mendampingi. Dalam suka. Dalam duka. Dalam untung. Dalam malang.

Mungkin tidak semua orang bisa melihat kilau cahayanya. Namun bagiku, seiring dengan jalannya waktu, sinarnya semakin menjulang ke ujung-ujung kembara. Memberikan hangat pada setiap insan yang singgah dalam rengkuh sinarnya.

Kita telah tumbuh bersama. Dari bukan siapa-siapa, menjadi apa adanya kita sekarang. Tempaan demi tempaan telah membuat kita semakin dewasa.

Dewasa. Bukan tua. Semakin dewasa. Semakin bijaksana. Dan semoga semakin dekat pula pada Nya.

Malam ini, kuucapkan: Selamat ulang tahun istriku tercinta. Semoga semua cita-cita mu (dan cita-cita kita) tercapai. Jangan lupa senantiasa bersyukur, karena dari sana lah berkat kita sesungguhnya berasal.

Peluk cium untukmu s'lalu.

Jakarta, malam 3 Juni 2005
Ivo Setyadi buat Rika Eridani

$ cd ~/

$ cat comments/ (0)