ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

Dukungan Model Context Protocol pada Google Cloud API Gateway

Google Cloud API Gateway kini dapat mentranskode spesifikasi OpenAPI standar menjadi remote Model Context Protocol servers. Cukup tambahkan beberapa baris anotasi ke konfigurasi YAML agar endpoint REST terekspos langsung sebagai agent tools di endpoint /mcp. Cara ini menghilangkan kebutuhan untuk membangun, meng-host, dan mengamankan server translasi terpisah karena autentikasi, kuota, dan logging ditangani langsung oleh gateway. Fitur ini layak dicoba jika layanan Anda sudah berjalan di belakang Cloud Run dan Google API Gateway serta ingin menghubungkan Gemini agents tanpa menambah infrastruktur baru. Kendalanya, API keys tidak dapat melindungi endpoint tool discovery di production sehingga Anda wajib mengonfigurasi autentikasi JWT. Selain itu, fitur ini terbatas pada API Gateway dan Apigee sehingga tim yang menggunakan setup kustom NGINX atau Envoy tidak mendapat dukungan langsung. sumber: developers.googleblog.com my other side: setyadi.com

Sedikit renungan...

2011-08-03 · #Puisi & Lirik #Renungan

....Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku

Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"

(Puisi terakhir Rendra yang dituliskannya diatas ranjang RS)

--
bb@setyadi.com