ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

Project Maya runs 300B MoE models locally

Project Maya is a local inference engine for massive Mixture-of-Experts models such as GLM‑5.3‑Flash and DeepSeek‑V4.1. It offloads inactive experts to system RAM and NVMe SSDs, enabling 748B‑parameter models to run on single or multi‑GPU setups. The API follows OpenAI and Anthropic standards, supporting tool calls and concurrent requests. It is worth trying if you have high‑end local hardware and need private, low‑latency LLM access without cloud costs. However, the hardware floor is steep – you’ll need 100GB+ combined VRAM and RAM for usable performance. It is not suitable for standard consumer laptops or low‑memory systems. sumber: github.com/mw00/project-maya my other side: setyadi.com

Sedikit renungan...

2011-08-03 · #Puisi & Lirik #Renungan

....Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku

Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"

(Puisi terakhir Rendra yang dituliskannya diatas ranjang RS)

--
bb@setyadi.com