ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

Panduan optimasi performa CPU untuk sistem server

Repositri usamahz/cpu-performance-engineering menyediakan daftar bacaan dan referensi terstruktur tentang optimasi low-level pada hardware server x86 dan Arm. Repo ini memuat empat belas C benchmark yang dapat dijalankan lengkap dengan perintah build, data mentah, dan analisis untuk menguji perubahan kode secara langsung pada silikon. Seluruh materi berfokus pada pengukuran empiris untuk memverifikasi performa eksekusi instruksi. Panduan ini layak dibaca jika Anda perlu memahami cara kerja eksekusi instruksi, geometri cache, dan memory controller secara mendalam di luar high-level profiling. Namun, materi ini tidak cocok bagi yang mencari pembahasan tentang runtime bahasa pemrograman atau arsitektur database karena ruang lingkupnya murni terbatas pada hardware dan systems code. sumber: github.com/usamahz/cpu-performance-engineering my other side: setyadi.com

DIGITAL GAP

2006-02-28 · #Catatan Pribadi #Tech News

DIGITAL GAP
by Ivo Setyadi

Dengan adanya internet, the old economy had died. Internet telah memunculkan apa yang disebut internet economy dimana internet memegang peranan penting di dalamnya. Cara berbisnis sudah tidak lagi mengikuti kaidah ilmu ekonomi yang diajarkan di sekolahan dan bangku kuliah. Buktinya, di sekolah, anda tidak diajari untuk berjualan atau melelang barang anda di internet.

This new breed of economy, telah melahirkan jutawan-jutawan baru di dunia. Bukan dari hasil berbisnis cara lama, tapi lewat internet. Google adalah salah satu contoh nyata. Mereka yang menguasai internet, akan menguasai uang di dunia masa kini.

Ciri dari internet economy adalah, uang sudah bukan didapat dari sektor riil lagi, tapi dari hal-hal yang sifatnya intangible. Apakah Google menjual barang-barang riil? Tidak. Yang saat ini banyak menghasilkan uang misalnya adalah: hak cipta, SDM yang unggul, software, dan lain-lain.

Semua orang tahu, Mariah Carey sudah tidak laku lagi. Tapi begitu dia menjual album barunya melalui internet (99 cent/lagu) dan tidak melalui label, dia tidak jadi bangkrut. Perusahaan-perusahaan konsultan besar, mereka pun tidak menjual barang, melainkan isi kepala, dan jasa. Kaya dari software? Orang terkaya di dunia, Bill Gates, buktinya. Anda tahu berapa asset Google? Sebanyak harta negara Republik Indonesia ini.

Namun internet economy juga punya sisi buruk. Sisi buruk dari internet economy adalah digital gap. Kesenjangan digital. Mereka yang menguasai teknologi, akan dengan mudah menguasai mereka yang tidak menguasainya. Contoh yang paling mudah adalah, mereka yang tiap hari connect ke internet dapat dengan mudah menyerap informasi-informasi penting yang mereka perlukan untuk memutuskan banyak hal. Begitu mereka berhadapan dengan orang-orang yang buta internet dan informasi, ketimpangan pun terjadi. Penguasa internet akan makin berkuasa. Yang buta internet akan makin terjajah.

Indonesia, saat ini telah resmi kalah oleh Vietnam dalam hal penetrasi internet. Harga per kilobyte di Vietnam saat ini sudah lebih murah dari Indonesia. Thanks to monopoli Telkom, Indonesia akan jadi negara terjajah dan ketinggalan dalam internet economy. Belum lagi hal ini ikut diperparah dengan akan adanya pajak bandwidth.

Dan terakhir yang tak kalah hebohnya adalah razia CD impor, dengan dalih pelanggaran hukum kepabean ataupun pelanggaran hak cipta yang merupakan kampanye dari negara barat. Padahal tidak semua CD yang diimpor itu melanggar hak cipta. Contohnya, CD-CD opensource yang memang gratis. Belum lagi CD-CD yang memang disertakan untuk pembelian komputer baru. Tapi DepKomInfo sepertinya melakukan pukul rata. Semua harus dirazia. Semua harus melalui badan sensor. Entah badan sensor mana yang melakukan.

Pemerintah tidak sadar bahwa hal-hal di atas sama saja memvonis suntik mati untuk bangsa Indonesia ke depannya. There is only a little chance for this country to survive in this new internet economy. Bangsa ini cuma punya kesempatan kecil untuk bisa bertahan hidup di era ekonomi internet!

So, face it guys. As long as you live in Indonesia, anda cuma akan jadi bangsa terjajah di era ekonomi baru ini. Sedihnya lagi, yang menjajah adalah (bangsa lain lewat tangan) pemerintah kita sendiri. Sebelum ada kesadaran dari para pengambil keputusan, kita akan terus begini.

Lebih baik pindah ke Thailand, Malaysia atau bahkan Vietnam kalau anda ingin maju.

LOW TRUST SOCIETY

2006-02-27 · #Indonesia #Kliping #Renungan

LOW TRUST SOCIETY
Oleh: Rhenald Kasali
(Pengajar Program MM dan Pascasarjana UI)
  
Saya baru saja memeriksa ujian mahasiswa saya. Ketika akan menyerahkan nilai akhir Mereka, saya terpaksa menoleh kepada berita acara ujian yang mencantumkan nama beserta tanda tangan mereka masing-masing. Astaga. Tak Ada satu pun nama yang dapat saya kenali dari tanda tangannya. Hal ini mengingatkan saya pada peristiwa unik yang saya alami hampir tujuh tahun silam ketika baru saja memulai  program doktoral saya di Amerika Serikat.

Baru tiba beberapa hari, adviser saya menyuruh saya membuka bank account di bank mana saja di kota itu. Saya pun menurutinya. Maklum, tanpa punya buku cek, hidup di Amerika akan terasa sulit. Hampir semua transaksi dilakukan melalui pos. Bayar listrik, telepon, air, tagihan kartu kredit, beli buku, bayar pajak, kena tiket lalu lintas (tilang), sampai bayar uang sekolah. Semuanya menggunakan cek. Tanpa cek, hidup di Amerika kok rasanya susah sekali.
  
Setelah punya bank account dan mulai berbelanja dengan menggunakan cek, ternyata saya pun mengalami kesulitan. Pasalnya, petugas bank memanggil saya karena mengalami kesulitan membaca tanda tangan saya. Saya mencoba menjelaskannya bahwa itu benar tanda tangan milik saya, dan saya melakukannya kembali di depan petugas itu. Petugas tetap menolak dan mengatakan itu bukan tanda tangan. Kalau bukan tanda tangan lantas apa? "Itu urek-urek!"ujarnya sambil tersenyum. Sejak itu saya pun mulai berlatih membuat tanda tangan baru, yaitu tanda tangan yang namanya mudah teridentifikasi. Maka, sejak saat itu saya mulai terbiasa memiliki dua jenis tanda tangan. Saya menyebutnya satu tanda tangan lokal (yang dikatakan urek-urek tadi) dan satu lagi tanda tangan Amerika.  Kalau Anda pernah hadir dalam seminar saya dan meminta saya menandatangani buku saya yang Anda baru beli, Anda pasti ingat bahwa saya selalu mengatakan itu adalah tanda tangan Amerika: mudah dibaca dan diidentifikasi. Ada juga pembaca yang minta dua-duanya, dan ada kalanya saya pun meluluskannya. Tanda tangan lokal  itu biasanya hanya saya gunakan untuk urusan bank Dan menandatangani transkrip nilai mahasiswa. Dalam salah satu seminar saya pernah meminta agar para peserta menggoreskan tanda tangannya di atas kertas dan meminta rekan di sebelahnya yang baru dikenalnya mengenali nama mereka. Ternyata tak banyak di antara mereka yang dapat mengenali nama orang dari tanda tangannya. Ketika ditanya mengapa mereka membuat tanda tangan seruwet itu, semuanya menjawab bak koor: "Biar tidak mudah ditiru orang lain." Mengapa kita semua melakukan hal yang sama? Mudah ditebak jawabnya.
  
Sejak kecil Kita telah diajari orang-orang tua dan guru-guru Kita agar tidak mudah percaya pada orang lain. "Buatlah tanda tangan yang tidak mudah ditiru agar jangan sampai dipalsukan orang lain." Kita menurutinya, dan tanpa kita sadari roh-roh ketidakpercayaan ini sudah melekat dalam pikiran kita.  "Trust," kata Francis Fukuyama, adalah "the social virtues and the creation of prosperity." Rasa percaya adalah suatu ikatan sosial yang penting untuk menciptakan kemakmuran. Kalau tidak ada rasa percaya, mestinya tidak ada bisnis. Bagaimana  mungkin kita berbinsis dengan orang yang tidak Kita percaya? Rasa percaya itu pula yang akan menentukan bangunan organisasi perusahaan saudara. Makin rendah rasa percaya kita terhadap orang lain, makin banyak pula kita melibatkan sanak saudara kita, teman sealmamater, sesuku dan sebagainya terlibat dalam bisnis kita. Kita makin menutup pintu bagi orang lain. Dan akibatnya potensi kita untuk menjadi besar akan terhambat.  
  
Pengalaman lainnya yang saya dapatkan di Amerika barangkali dapat menjelaskan betapa berbedanya tingkat rasa percaya. Menjelang pulang ke tanah air, setelah menyelesaikan program studi, saya pun melakukan moving sale melego barang-barang yang nilai bukunya masih cukup tinggi. Misalnya saja Ada sebuah dish washer (mesin pencuci piring) elektrik yang usianya baru tiga tahun Dan nilainya masih cukup tinggi namun harus dilepas dengan harga yang sangat murah. Pembelinya tentu saja masyarakat komunitas tempat tinggal kami, yang umumnya adalah keluarga muda atau para mahasiswa asing yang dari mancanegara.  Kalau calon pembelinya datang dari negara-negara seperti Rusia, Yugoslavia, Ceko, Turki, Portugal, Brazil, Irak, Pakistan, India, atau negara-negara Afrika, biasanya transaksi berjalan tersendat-sendat. Mereka umumnya tidak percaya terhadap kualitas mesin (apakah masih tetap baik) dan harga yang ditawarkan. Mereka mengutak-atik mesin, menghabiskan waktu berjam-jam, mengajukan pertanyaan, lalu menawar di bawah separo dari harga yang ditawarkan. Prosesnya sama  seperti Anda menawar harga sepasang sepatu di pasar Senen atau pasar lainnya di Indonesia. Dan akhirnya pun dapat diterka: tidak ada transaksi.  Hal yang berbeda dialami kalau pembelinya berasal dari negara-negara yang barangkali dapat kita sebut sebagai high trust society, seperti Amerika, Inggris, Finlandia, bahkan Jepang yang rata-rata sudah lebih makmur  hidupnya. Mereka cuma bertanya tiga hal: mengapa dijual, apakah ada kerusakan, dan berapa harganya. Kalau mereka suka, mereka tidak menawar, langsung angkat. Dalam kepala mereka, kalau barang ini rusak maka mereka akan kembalikan segera. Mereka percaya bahwa orang lain dapat dipercaya, dan kalau mereka menipu mereka akan ditangkap polisi, diadili, dan dijatuhi hukuman.  
  
Pembaca, apakah implikasi melakukan kegiatan bisnis di sebuah low trust society? Mudah-mudahan Saudara sudah dapat menangkapnya: jangan langsung melakukan transaksi. Selalu mulailah dengan membangun rasa percaya dari lawan-lawan bisnis Anda. Jangan sesekali melakukan penawaran kalau lawan bisnis Anda di sini belum mengenal betul Anda. Kalau ada jalan pintas yang dapat ditawarkan, barangkali cuma satu ini: carilah jembatan melalui orang-orang yang sudah dikenal dan dipercaya oleh lawan bisnis Anda. Tanpa itu, Anda cuma melakukan upaya sia-sia. Saya merindukan, kelak anak-anak kita akan membuat tanda tangan yang namanya dapat dibaca oleh orang lain.

inRock Fossils

2006-02-21 · #Kliping #Sains

3-D Images Reveal Fossils Inside Rock
By Tracy Staedter, Discovery News

Feb. 16, 2006—What could be better for a paleontologist than finding a 650-million-year-old microscopic fossil? How about seeing it in three dimensions without ever having to extract it from the rock that preserves it?

Paleobiologist J. William Schopf of the University of California, Los Angeles, and his colleagues have developed a technique that lets them see fossilized microorganisms and their chemical makeup.

Such a method could not only help scientists settle a few disputes about whether or not certain microscopic structures are indeed fossils from the earliest days of life on Earth, but it could also be used to potentially search for long-lost life in rocks from Mars.

"You can now turn the fossil upside down. You can look at it from the side. You can look at it from the top. You can take layers off and look at its insides," said Schopf. "This is the first time anybody has been able to do that."

The technique uses two tried-and-true technologies already being put to use by biologists and chemists: confocal microscopy and Raman spectroscopy.

more on discovery.com

Wireless Net: Roaming Antar ISP

2006-02-21 · #Indonesia #Kliping #System & Infra

detikinet

Senin , 20/02/2006 17:35 WIB
Roaming Hotspot 13 PJI Direncanakan Maret
Ni Ketut Susrini - detikInet

Ilustrasi (inet)
Jakarta, Tiga belas perusahaan penyelenggara jasa internet (PJI) Indonesia akan menyepakati kerjasama roaming hotspot. Kerjasamanya direncanakan berlangsung secara bilateral, dan dimulai bulan Maret.

Kerjasama ini memungkinkan pelanggan berbagai PJI untuk menggunakan akses internet, yang disediakan melalui hotspot PJI-PJI yang menyepakati kerjasama roaming.

Dalam draf kesepakatan bersama disebutkan, ada 13 PJI yang akan menyepakati 'Kesepakatan Bersama Asosiasi Hotspot Indonesia'. Ke-13 PJI tersebut adalah: Mega Media (IM2), CBN, BogorNet (BoNet), IndoNet, Centrin, Swhara, Broadband Multimedia, IndoWLI, Telkom, IconPlus, Melsa-Net, Pasifik Satelit Nusantara (PSN), dan BitNet.

Kerjasama tersebut dijembatani Forum ID Hotspot. Furqon Hanif, Ketua Pokja Teknis Forum ID Hotspot, mengatakan kerjasama roaming hotspot akan dimulai dalam waktu yang tidak lama lagi.

"Kesepakatannya rencananya akan ditandatangani di acara pameran wireless (IndoWireless 2006-red) bulan Maret. Dan setelah itu, konsumen mulai bisa menikmati roaming hotspot," ujarnya saat dihubungi detikinet, Senin (20/2/2006).

Sekedar informasi, acara IndoWireless 2006 akan berlangsung 14-16 Maret di Plennary Hall Jakarta Convention Center, Jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta. Acara tersebut menampilkan teknologi wireless, mobile, satelit, solusi jaringan, multimedia dan keamanan & smart card.

Lebih lanjut Furqon mengatakan, kerjasama roaming hotspot rencananya berlangsung secara bilateral. "Kerjasamanya nanti masih bersifat bilateral. Karena kalau sekaligus, belum tentu pricing-nya sama," kata Furqon. "Karena masing-masing punya komponen cost yang berbeda, jadi pricing ke konsumen juga beda-beda," imbuhnya.

Namun begitu, Fuqron menekankan bahwa tidak tertutup kemungkinan kerjasama tersebut akan berlangsung secara multilateral, jika ditemukan suatu formula harga yang disepakati semua PJI.

Kerjasama ini diusulkan pertama kali oleh asosiasi yang menaungi penyelenggara Internet nirkabel, IndoWLI. Dalam draf kerjasama disebutkan, kerjasama ini mencakup teknis, teknologi, administrasi, service dan pelayanan dalam rangka pengembangan fasilitas hotspot di Indonesia. Kesepakatan akan berlangsung selama lima tahun ke depan.

Untuk tahap awal, setiap ISP menambahkan menu pada login page masing-masing untuk dapat diakses oleh pelanggan ISP lainnya yang memilki jaringan di lokasi yang sama sehingga memudahkan dalam melakukan akses Hotspot. Akan tetapi tersebut masih perlu didiskusikan lebih lanjut. (nks)(nks)

Indonesian Music, Online :)

2006-02-20 · #Hiburan #Indonesia #Kliping

Sabtu , 18/02/2006 19:32 WIB
Musik Indonesia Resmi Dijual di Internet
Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Jason dan Katon (rou/inet)
Jakarta, Penggemar musik di luar negeri yang kesulitan mendapatkan lagu kesayangan asal Indonesia bagaikan mendapat kabar gembira. Untuk pertama kalinya musik Indonesia resmi dijual di Internet.

Kini lagu-lagu dari Indonesia hadir dalam katalog di toko musik online milik Apple, iTunes Music Store. Distrbusi musik Indonesia via internet ini diprakarsai oleh Equinox Digital Music Distribution (DMD), kelompok dari penerbit buku berbahasa Inggris Equinox Publishing.

Pendiri Equinox DMD Mark Hanusz mengatakan hampir semua label major lokal di Indonesia dan beberapa label indie telah menandatangani kontrak dalam hal distribusi lagu di internet dengan perusahaannya. Dari label major seperti Musica, Aquarius, Pro Sound. Sedangkan dari label indie antara lain Aksara Records (Jakarta), Fast Forwards Records (Bandung), dan Electrohell Records (Bali).

"Sekarang sudah lebih dari 60 album karya artis-artis Indonesia dapat dibeli dari seluruh penjuru dunia melalui iTunes Music Store," kata Hanusz di Boutique Cafe Plaza Senayan Jakarta, Sabtu malam (17/2/2006).

Menurutnya, untuk mendapatkan lagu dari musisi seperti Dewa, Rossa, Dewi Lestari maupun KLa Project, calon pembeli harus merogoh kocek sebesar US$ 99 cent atau sekitar Rp 9.000 untuk sebuah lagu saja.

Masih di acara yang sama, para musisi seperti Katon Bagaskara dan Dewi Lestari yang turut hadir pada peluncuran itu pun menyambut baik penjualan lagu mereka secara online.

"Tantangan buat go international adalah masalah distribusi. Ini jadi jawaban dan kesempatan bagi artis Indonesia untuk go global," ujar Katon dan Dewi senada.

Podcast Mingguan

Selain katalog musik dalam bentuk digital, ada juga siaran podcast 'News Music from Indonesia by Djarum' yang akan dipandu presenter dan pengamat musik indie Jason Tedjasukmana. Podcast itu rencananya akan digelar seminggu sekali.

Podcast merupakan rekaman siaran radio atau program serupa dalam format digital, semisal file MP3, yang tersedia di internet untuk di-download dan digunakan pada pemutar audio seperti iTunes, atau sejenisnya.

Menurut Head of Corporate Communication PT Djarum Handojo, siaran podcast yang disponsori oleh perusahaannya merupakan kerjasama eksklusif. (rou)


Keterangan Foto : Jason Tedjasukmana dan Katon Bagaskara sedang mendemokan membeli lagu melalui iTunes Music Store (rou)

--
detikinet

Konvoi Moge = illegal

2006-02-14 · #Indonesia #Kliping

DPR: Tak Ada UU Bolehkan Moge Minta Prioritas di Jalan
Muhammad Nur Hayid - detikcom

Jakarta - Sikap arogan pengendara motor gede (moge) juga mendapat kecaman DPR. Dalam UU Lalu Lintas tidak aturan yang membolehkan moge meminta prioritas penggunaan jalan.

Hal itu disampaikan anggota Komisi V DPR yang membidangi masalah perhubungan, Abdullah Azwar Anas, kepada detikcom di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/2/2006).

Anas menilai tindakan kelompok moge yang meminggirkan pengguna jalan lain saat konvoi sebagai tindakan yang tidak etis. "Perlu ada regulasi dalam UU Lalu Lintas supaya lebih cepat dibuat PP agar tidak terjadi seperti ini," kata Anas.

Menurut Anas, dalam UU yang ada saat ini, tidak ada pasal yang membolehkan moge menyetop para pengguna jalan lainnya. "Yang boleh menyetop para pengguna jalan lainnya sebagaimana diatur dalam UU dengan skala prioritas adalah orang yang meninggal dunia atau para pejabat," kata Anas.

Anas mengakui para pengguna moge banyak yang berasal dari para pejabat, mantan pejabat dan para pengusaha. Namun karena jalan merupakan milik umum, maka tidak ada yang boleh bertindak diskriminatif. (iy)

detik

Real life vampire?

2006-02-13 · #Dunia #Kliping

http://www.erabaru.or.id/k_01_art_217.htm
Lelaki dari Henan, Difoto Tak Tampak

(Erabaru.or.id) - Seorang warga dari daerah Henan, China diketahui tidak bisa difoto dengan menggunakan kamera digital. Bahkan ketika difoto bersama dengan orang lain, hanya dia seorang yang tidak terlihat. Padahal sebelumnya setiap kali dipotret, ia tidak pernah mengalami hal seperti itu. Kejadian tidak lumrah ini diberitakan oleh harian Sungai Besar di China pada 6 Januari 2006 lalu.

Peristiwa tersebut bermula saat Ye Xiangting, warga kampung Ye Lou, desa Yang Zhuang, kota Wu Gang, Provinsi Henan ingin membuat KTP baru. Untuk kepentingan itu dia harus difoto di kantor polisi setempat. Ketika ia difoto di depan kamera, gambar dirinya selalu tidak kelihatan. Juru foto itu dengan cermat memeriksa kameranya, tapi kameranya ternyata normal. Karena penasaran, Ye Xiangting difoto kembali, namun di layar komputer gambar dirinya tetap saja tidak ada—yang terlihat hanya latar belakang tempat dimana ia difoto.

Juru foto itu mengira suatu benda yang dibawa oleh Ye Xiangting, sehingga mempengaruhi kenormalan kerja kamera. Lantas, ia meminta Ye Xiangting untuk memeriksa lebih cermat lagi benda yang dibawanya tapi dia mengaku tidak membawa apa-apa. Setelah itu juru foto memintanya duduk kembali di depan kamera, lalu memotret lagi dari berbagai sudut pandang, namun hasilnya tetap saja nihil.

Heran dengan keganjilan itu, sang juru foto kemudian mencari beberapa orang untuk foto bersama dengan Ye Xiangting. Di luar dugaan, foto yang tampak di komputer hanya ada orang lain itu, sedangkan gambar Ye Xiangting tetap hilang begitu saja tak berbekas. Akhirnya juru foto itu menyerah dan membatalkan pemotretan tersebut, sambil terus berpikir apa penyebab semua itu. “Dulu saya sangat normal-normal saja ketika di foto!”, ujar Ye Xiangting .

Kepala kantor polisi setempat mengakui adanya kejadian tidak umum tersebut. Menurutnya, polisi juga pernah menjumpai hal yang sama seperti itu, orang tidak bisa difoto, namun sebab konkretnya tidak diketahui, mudah-mudahan ahli terkait dapat menjelaskannya.

(Sumber:www.epochtimes.com)

--
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.375 / Virus Database: 267.15.6/257 - Release Date: 2/10/2006

Body Tricks

2006-02-10 · #Kesehatan #Kliping #Tips & Tricks

from msn health

18 Tricks to Teach Your Body


Soothe a burn, cure a toothache, clear a stuffed nose...
by Kate Dailey, Men's Health; Photograph by Michael Cogliantry; Illustrations by Headcase Design & Zohar Lazar

[Image]

1. If your throat tickles, scratch your ear.

When you were 9, playing your armpit was a cool trick. Now, as an adult, you can still appreciate a good body-based feat, but you're more discriminating. Take that tickle in your throat; it's not worth gagging over. Here's a better way to scratch your itch: "When the nerves in the ear are stimulated, it creates a reflex in the throat that can cause a muscle spasm," says Scott Schaffer, M.D., president of an ear, nose and throat specialty center in Gibbsboro, New Jersey. "This spasm relieves the tickle."

2. Experience supersonic hearing!

If you're stuck chatting up a mumbler at a cocktail party, lean in with your right ear. It's better than your left at following the rapid rhythms of speech, according to researchers at the UCLA David Geffen School of Medicine. If, on the other hand, you're trying to identify that song playing softly in the elevator, turn your left ear toward the sound. The left ear is better at picking up music tones.

3. Overcome your most primal urge!

Need to pee? No bathroom nearby? Fantasize about Jessica Simpson. Thinking about sex preoccupies your brain, so you won't feel as much discomfort, says Larry Lipshultz, M.D., chief of male reproductive medicine at the Baylor College of Medicine. For best results, try Simpson's "These Boots Are Made for Walking" video.

4. Feel no pain!

German researchers have discovered that coughing during an injection can lessen the pain of the needle stick. According to Taras Usichenko, author of a study on the phenomenon, the trick causes a sudden, temporary rise in pressure in the chest and spinal canal, inhibiting the pain-conducting structures of the spinal cord.

5. Clear your stuffed nose!

Forget Sudafed. An easier, quicker, and cheaper way to relieve sinus pressure is by alternately thrusting your tongue against the roof of your mouth, then pressing between your eyebrows with one finger. This causes the vomer bone, which runs through the nasal passages to the mouth, to rock back and forth, says Lisa DeStefano, D.O., an assistant professor at the Michigan State University college of osteopathic medicine. The motion loosens congestion; after 20 seconds, you'll feel your sinuses start to drain.

6. Fight fire without water!

Worried those wings will repeat on you tonight? "Sleep on your left side," says Anthony A. Star-poli, M.D., a New York City gastroenterologist and assistant professor of medicine at New York Medical College. Studies have shown that patients who sleep on their left sides are less likely to suffer from acid reflux. The esophagus and stomach connect at an angle. When you sleep on your right, the stomach is higher than the esophagus, allowing food and stomach acid to slide up your throat. When you're on your left, the stomach is lower than the esophagus, so gravity's in your favor.

7. Cure your toothache without opening your mouth!

Just rub ice on the back of your hand, on the V-shaped webbed area between your thumb and index finger. A Canadian study found that this technique reduces toothache pain by as much as 50 percent compared with using no ice. The nerve pathways at the base of that V stimulate an area of the brain that blocks pain signals from the face and hands.

8. Make burns disappear!

When you accidentally singe your finger on the stove, clean the skin and apply light pressure with the finger pads of your unmarred hand. Ice will relieve your pain more quickly, Dr. DeStefano says, but since the natural method brings the burned skin back to a normal temperature, the skin is less likely to blister.

9. Stop the world from spinning!

One too many drinks left you dizzy? Put your hand on something stable. The part of your ear responsible for balance—the cupula—floats in a fluid of the same density as blood. "As alcohol dilutes blood in the cupula, the cupula becomes less dense and rises," says Dr. Schaffer. This confuses your brain. The tactile input from a stable object gives the brain a second opinion, and you feel more in balance. Because the nerves in the hand are so sensitive, this works better than the conventional foot-on-the-floor wisdom.

10. Unstitch your side!

If you're like most people, when you run, you exhale as your right foot hits the ground. This puts downward pressure on your liver (which lives on your right side), which then tugs at the diaphragm and creates a side stitch, according to The Doctors Book of Home Remedies for Men. The fix: Exhale as your left foot strikes the ground.

11. Stanch blood with a single finger!

Pinching your nose and leaning back is a great way to stop a nosebleed—if you don't mind choking on your own O positive. A more civil approach: Put some cotton on your upper gums—just behind that small dent below your nose—and press against it, hard. "Most bleeds come from the front of the septum, the cartilage wall that divides the nose," says Peter Desmarais, M.D., an ear, nose, and throat specialist at Entabeni Hospital, in Durban, South Africa. "Pressing here helps stop them."

12. Make your heart stand still!

Trying to quell first-date jitters? Blow on your thumb. The vagus nerve, which governs heart rate, can be controlled through breathing, says Ben Abo, an emergency medical-services specialist at the University of Pittsburgh. It'll get your heart rate back to normal.

13. Thaw your brain!

Too much Chipwich too fast will freeze the brains of lesser men. As for you, press your tongue flat against the roof of your mouth, covering as much as you can. "Since the nerves in the roof of your mouth get extremely cold, your body thinks your brain is freezing, too," says Abo. "In compensating, it overheats, causing an ice-cream headache." The more pressure you apply to the roof of your mouth, the faster your headache will subside.

14. Prevent near-sightedness!

Poor distance vision is rarely caused by genetics, says Anne Barber, O.D., an optometrist in Tacoma, Washington. "It's usually caused by near-point stress." In other words, staring at your computer screen for too long. So flex your way to 20/20 vision. Every few hours during the day, close your eyes, tense your body, take a deep breath, and, after a few seconds, release your breath and muscles at the same time. Tightening and releasing muscles such as the biceps and glutes can trick involuntary muscles—like the eyes—into relaxing as well.

15. Wake the dead!

If your hand falls asleep while you're driving or sitting in an odd position, rock your head from side to side. It'll painlessly banish your pins and needles in less than a minute, says Dr. DeStefano. A tingly hand or arm is often the result of compression in the bundle of nerves in your neck; loosening your neck muscles releases the pressure. Compressed nerves lower in the body govern the feet, so don't let your sleeping dogs lie. Stand up and walk around.

16. Impress your friends!

Next time you're at a party, try this trick: Have a person hold one arm straight out to the side, palm down, and instruct him to maintain this position. Then place two fingers on his wrist and push down. He'll resist. Now have him put one foot on a surface that's a half inch higher (a few magazines) and repeat. This time his arm will fold like a house of cards. By misaligning his hips, you've offset his spine, says Rachel Cosgrove, C.S.C.S., co-owner of Results Fitness, in Santa Clarita, California. Your brain senses that the spine is vulnerable, so it shuts down the body's ability to resist.

17. Breathe underwater!

If you're dying to retrieve that quarter from the bottom of the pool, take several short breaths first—essentially, hyperventilate. When you're underwater, it's not a lack of oxygen that makes you desperate for a breath; it's the buildup of carbon dioxide, which makes your blood acidic, which signals your brain that somethin' ain't right. "When you hyperventilate, the influx of oxygen lowers blood acidity," says Jonathan Armbruster, Ph.D., an associate professor of biology at Auburn University. "This tricks your brain into thinking it has more oxygen." It'll buy you up to 10 seconds.

18. Read minds!

Your own! "If you're giving a speech the next day, review it before falling asleep," says Candi Heimgartner, an instructor of biological sciences at the University of Idaho. Since most memory consolidation happens during sleep, anything you read right before bed is more likely to be encoded as long-term memory.

Provided by Men's Health

Bunga dari SUN Ritel Dibayar Setiap Bulan

2006-02-08 · #Bisnis #Indonesia #Kliping

Jakarta, Kompas - Surat Utang Negara atau SUN Ritel yang tengah dipersiapkan oleh pemerintah diperkirakan akan memiliki karakteristik yang mirip deposito. Dengan karakteristik ini, pemegang SUN Ritel dimungkinkan untuk menerima bunga setiap bulan.

”Kami akan pertimbangkan ada kupon yang bisa diuangkan atau dibayar per bulan. Selain itu, kalau diambil sebelum jatuh tempo mungkin akan kena penalti. Di samping itu, kalau harga bagus, bisa dijual sehingga mendapatkan keuntungan, dengan demikian akan lebih menarik,” ujar Direktur Pengelolaan SUN Departemen Keuangan Rachmat Walujanto di Jakarta, Selasa (7/2).

Menurut Rachmat, saat ini pemerintah memfokuskan perhatian pada empat hal. Pertama, ongkos transaksi yang timbul dalam penerbitan SUN Ritel antara lain biaya pemrosesan, biaya kustodian, dan biaya administrasi. Kedua, penentuan harga patokan yang tepat sebelum SUN Ritel itu diterbitkan. Harga patokan itu harus yang mencerminkan marked to market (nilai pasar yang wajar) atas penawaran dan permintaan sehingga harus dikenal di pasar.

”Ketiga, kami harus melihat pengaruhnya terhadap instrumen investasi yang lain. Karena bisa berpengaruh terhadap investor reksa dana juga deposan. Keempat, mencari pihak yang bersedia membeli SUN Ritel pada kondisi apa pun (liquidity provider). Kami masih mempersiapkan berbagai infrastruktur yang akan dibangun itu. Kalau SUN Ritel dikeluarkan dengan pecahan yang kecil, tentu ongkosnya bisa lebih tinggi. Harga patokan tidak bisa ditentukan sepihak, harus melalui proses yang dikenal oleh pasar,” katanya.

Rachmat menegaskan, dengan karakteristik yang memungkinkan adanya penjualan kembali pada saat investor memerlukan dana, pemerintah sangat memerlukan adanya lembaga yang siap membeli kapan pun. Dengan demikian, pemerintah tengah mempersiapkan distributor atau dealer utama (primary dealer) sebagai penyedia dana.

”Pemegang SUN Ritel bisa menjual kapan pun. Sulit, kalau tidak ada pihak yang jadi pembeli yang siap kapan pun,” katanya.

Menurut Rachmat, pemerintah berharap penjualan SUN Ritel tidak terbatas pada kalangan perbankan saja, namun lebih luas lagi di kalangan perusahaan efek. Penjualan SUN Ritel ini diharapkan dapat dimulai paling lambat di awal Semester II 2006.

”Investor itu kalau mau membeli instrumen investasi akan membandingkan antara satu bentuk investasi dengan lainnya, misalnya dengan deposito dan reksa dana. Untuk SUN Ritel, yang paling penting adalah adanya penentuan harga yang dikenal pasar melalui perdagangan. Kalau di bursa, semua orang bisa mengeluarkan penawaran sehingga terjadi jual beli. Investor lebih banyak melihat kupon dan tidak melihat kurva imbal hasil. Mereka hanya membandingkan kupon dengan bunga deposito,” katanya.

Penerbitan SUN

Sementara itu, Dirjen Perbendaharaan Negara Mulia P Nasution mengatakan, pemerintah akan menerbitkan kembali dua seri SUN pada tanggal 14 Februari 2006. Target indikatifnya ditetapkan sebesar Rp 3 triliun.

”Kedua seri itu adalah FR0033 (reopening) dan FR0035. Seri FR0033 mempunyai tingkat bunga tetap sebesar 12,5 persen dan jatuh tempo tujuh tahun pada tanggal 15 Maret 2013. Adapun seri FR0035 akan jatuh tempo 16 tahun atau pada tanggal 15 Juni 2022. Kami berusaha untuk menerbitkan SUN ini secara teratur agar pasar dapat mengantisipasi,” katanya.

Hingga saat ini, Depkeu telah mengumumkan secara resmi jadwal penerbitan SUN selanjutnya, yakni tanggal 14 Maret 2006 dan 11 April 2006. Sebelumnya, pemerintah menyerap dana Rp 5,85 triliun dari penerbitan SUN seri FR0033 dan FR0034 pada bulan Januari 2006. (OIN)

Perusahaan telko dan internet berbenturan soal tarif

2006-02-08 · #Tech News

Copyright 2006 Financial Times

Tembakan pembuka dilepaskan di Capitol Hill hari Selasa, menandai pertarungan legislasi antara industri telekomunikasi dan industri internet Amerika — pertarungan yang menurut kedua pihak bisa merusak inovasi dan pilihan konsumen di internet.

Vint Cerf, salah satu perintis awal teknologi internet yang kini menjabat chief internet evangelist di Google, meminta Kongres mengesahkan undang-undang yang melarang perusahaan telko membeda-bedakan layanan internet yang lewat di jaringan mereka.

Sebaliknya, perwakilan kelompok telko besar Amerika berargumen bahwa besarnya investasi untuk memperluas jaringan broadband membuat mereka berhak menarik biaya dari perusahaan internet sebagai imbalan atas jaminan tingkat layanan tertentu.

…

Selengkapnya di MSN Money

my other side: setyadi.com

Pemakaian memori di Linux

2006-02-06 · #System & Infra

Tulisan ini untuk siapa pun yang pernah bertanya-tanya, “Kenapa text editor KDE yang sesederhana ini makan 25 megabyte memori?” Banyak orang terlanjur percaya bahwa aplikasi Linux — terutama program KDE atau Gnome — itu “bloated”, semata-mata berdasarkan angka yang dilaporkan ps. Tergantung programnya, anggapan itu bisa benar bisa tidak, tapi umumnya tidak: banyak program jauh lebih hemat memori daripada yang terlihat.

Artikel lengkapnya di virtualthreads

my other side: setyadi.com/memory-usage-on-linux

Baloon BTS

2006-02-01 · #Indonesia #Kliping #System & Infra

Solusi Hemat: Bangun BTS di Atas Balon
Ni Ketut Susrini - detikInet

Ed Schafer (ist.)
Jakarta, Operator pasti enggan membangun tower BTS di daerah terpencil. Mahal di ongkos dan nggak balik modal pastinya. Lalu, kenapa tidak mencoba membangun BTS di atas balon udara?

Ini bukan konsep isapan jempol, meski sampai saat ini belum terealisasi. Tapi konsep ini sukses melewati uji coba di laboratorium dan akan diuji coba di alam terbuka, untuk jadi solusi di daerah North Dakota negara bagian Amerika Serikat. Ed Schafer, mantan Gubernur North Dakota, mendukung proyek ini.

Seperti dikutip detikinet, Rabu (1/2/2006) dari Associated Press, balon-balon udara akan dimanfaatkan untuk menautkan repeater-repeater jaringan nirkabel. Balon udara mampu membumbung tinggi, dan bisa ditempatkan di titik-titik yang diinginkan. Ide ini disambut baik karena bisa jadi solusi kesenjangan jangkauan seluler di daerah terpencil.

"Saya tahu ini kedengarannya nekad," kata Schafer, yang saat ini menjabat CEO di sebuah perusahaan telekomunikasi nirkabel, Extend America Inc. "Tapi cara ini terbukti bekerja dengan baik, saat dicoba di laboratorium," imbuhnya.

Extend America dan Space Data Corp. yang berbasis di Chandler, Arizona, tengah mengembangkan teknologi tersebut. Proyek ini diyakini sebagai yang pertama, yang memakai balon untuk memperluas jangkauan seluler.

Schafer, yang pensiun di tahun 2000 setelah bertahun-tahun menjabat Gubernur, mengatakan uji coba akan berlangsung beberapa minggu ke depan.

"Untuk menjangkau setiap jengkal dari North Dakota, diperlukan 1.100 tower," kata Schafer. "Kita bisa menjangkau seluruh negara bagian hanya dengan tiga balon," cetusnya.

Jika berhasil, balon berisi hydrogen ini akan dilambungkan ke stratosfer di atas North Dakota, pada musim panas tahun ini (Juni-Agustus).

Jerry Knoblach, CEO Space Data, mengatakan meski teknologi balon yang dinamai SkySite ini terbilang baru bagi industri seluler, platform ini sudah terbukti dengan baik untuk keperluan lain.

Perusahaannya sudah meluncurkan ratusan balon yang terbang bebas di Texas, Oklahoma, Lousiana, Arkansas dan New Mexico, tahun kemarin. Jaringan data nirkabel yang digarapnya, melacak kendaraan-kendaraan milik perusahaan minyak dan memonitor produksi tangki dan pipa-pipa minyak, papar Knoblach.

Dia juga yakin balon-balon udara dapat bekerja dengan baik untuk layanan seluler di North Dakota, baik saat udara dingin maupun badai. Dia meyakinkan, balon-balon tetap diluncurkan bahkan saat terjadinya topan Katrina.

20 mile (32,19 Km) di atas permukaan bumi -- masih di atas jalur penerbangan komersil -- angin yang stabil di lapisan stratosfer akan mendorong lapisan latex pada balon, dengan kecepatan 30 mph (meter per jam). Masing-masing balon akan dapat mengantarkan suara dan layanan data ke kawasan-kawasan di bawahnya, dengan jangkauan diameter ratusan kilometer.

"Sembilan balon akan selalu ada di udara, beberapa ada yang di atas, sebagian agak ke bawah dan beberapa di tengah-tengah," kata Schafer.

Masing-masing balon memakan biaya US$55 (US$1 = Rp 9.362. Sumber: detikcom). Bandingkan dengan biaya pembangunan tower yang bisa mencapai US$250.000 di North Dakota, dan banyak kawasan terpencil yang tidak mampu memulihkan investasi sebesar itu, ungkap Schafer. Idenya menarik, semoga berhasil pak Schafer! (nks)
(nks)

detikinet