ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

Cisco beri engineer 27 tahun unlimited AI tokens untuk rewrite 98% legacy code

Presiden Cisco, Jeetu Patel, memberi seorang engineer berusia 27 tahun sesuatu yang jarang didapat staf senior: unlimited AI tokens dan mandat me-refactor 98% legacy code perusahaan dalam 24 bulan. Pesannya singkat, 'go nuts.' Engineer itu, Padmanabhan 'Paddy' Krishnamurthy, masuk Cisco pada 2025 saat perusahaan mengakuisisi startup terjemahan real-time miliknya, EzDubs. Sebelumnya ia terkubur lima level di bawah Patel, mengerjakan hal yang menurut Patel tidak strategis. Usul Paddy sederhana: tim dua orang bisa menuntaskan rewrite ini dengan AI tools dan memory-safe languages. Patel memberinya empat minggu untuk membuktikannya. Satu refactor awal sudah memangkas 500.000 baris kode menjadi 120.000 hanya dalam dua minggu. Pemangkasannya drastis, walau jumlah baris saja belum membuktikan kode baru berperilaku sama di beban production. Ini bagian dari taruhan yang lebih besar. Cisco ingin 32.000 engineer pindah ke pengembangan AI-centric, dengan 70% produknya AI-generated...

Berpulangnya Ibunda Tercinta, Sriyami binti Soegiono

2026-01-19 · #Catatan Pribadi

Berpulangnya Ibunda Tercinta, Sriyami binti Soegiono

Ø¥ِÙ†َّا Ù„ِÙ„َّÙ‡ِ ÙˆَØ¥ِÙ†َّا Ø¥ِÙ„َÙŠْÙ‡ِ رَاجِعُونَ. Telah berpulang ke Rahmatullah ibunda, nenek, dan uyut kami, Sriyami binti Soegiono, pada usia 82 tahun di hari Selasa, 20 Januari 2026, pukul 03.31. Rencananya, almarhumah akan dimakamkan hari ini di Cimahi, Bandung.

Mewakili keluarga yang berduka, kami memohonkan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan almarhumah semasa hidupnya. Mohon juga doa dari rekan-rekan sekalian agar amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 19 Januari 2026.

Ngoding dengan ai.setyadi.com

2026-01-09 · #Projects

Jalan-jalan teknis membuat kode memakai ai.setyadi.com

Asisten coding berbasis AI sudah jadi bagian praktis dari alur kerja pengembangan modern. Untuk menilainya dalam tugas nyata, saya memakai ai.setyadi.com sebagai teman ngoding dan mencatat pengalaman teknisnya: alur permintaan, perilaku respons, dan di mana posisinya dalam perkakas seorang developer.

Kenapa saya mencoba ai.setyadi.com

Saya ingin asisten berbasis web yang ringan, yang tidak menuntut plugin editor atau setup rumit. ai.setyadi.com menyediakan antarmuka bersih dan API chat langsung, sehingga mudah diuji baik secara manual maupun programatis.

Sekilas model interaksinya

Di balik layar, klien situsnya mengirim request POST ke sebuah endpoint API:

  • Endpoint: https://ai.setyadi.com/api/chat.php
  • Method: POST
  • Content-Type: application/json
  • Payload: { "message": "...", "sessionId": "..." }

Contoh request minimal

curl -X POST https://ai.setyadi.com/api/chat.php \
    -H "Content-Type: application/json" \
    -d '{"message":"Explain a simple rate limiter in Node.js","sessionId":"blog-demo"}'

Prompt yang saya pakai (dan hasilnya)

Prompt yang saya kirim:

“Create a simple rate limiter in Node.js without external libraries, explain the trade-offs, and provide minimal unit tests.”

Cuplikan respons dari ai.setyadi.com (digabung dari potongan streaming):

// rate-limiter.js
  class RateLimiter {
    constructor(maxRequests, timeWindow) {
      this.maxRequests = maxRequests;
      this.timeWindow = timeWindow;
      this.requestHistory = {};
    }

    isAllowed(requestId) {
      const now = Date.now();
      if (!this.requestHistory[requestId]) {
        this.requestHistory[requestId] = [];
      }
      const recentRequests = this.requestHistory[requestId].filter(
        r => r > now - this.timeWindow
      );
      if (recentRequests.length >= this.maxRequests) {
        return false;
      }
      this.requestHistory[requestId].push(now);
      return true;
    }
  }

  module.exports = RateLimiter;
// server.js
  const RateLimiter = require('./rate-limiter');

  const rateLimiter = new RateLimiter(10, 60 * 1000); // 10 requests per minute

  function handleRequest(requestId) {
    if (!rateLimiter.isAllowed(requestId)) {
      console.log(`Request ${requestId} is rate limited`);
      return { error: 'Rate limit exceeded' };
    }
    console.log(`Request ${requestId} allowed`);
    return { message: 'Request processed successfully' };
  }
// rate-limiter.test.js
  const RateLimiter = require('./rate-limiter');

  describe('RateLimiter', () => {
    it('should allow the first 10 requests', () => {
      const rateLimiter = new RateLimiter(10, 60 * 1000);
      for (let i = 0; i < 10; i++) {
        rateLimiter.isAllowed(i.toString());
      }
      expect(rateLimiter.requestHistory).toHaveProperty(i.toString(), []);
    });
  });

Trade-off yang disebut dalam responsnya:

  • Rate limiting bisa menambah latensi atau menolak request saat beban meledak.
  • Logika berbasis waktu bergantung pada akurasi jam dan bisa melenceng tanpa sinkronisasi.

Kelebihan yang terlihat

  • Respons streaming terasa responsif dan memungkinkan parsing bertahap.
  • Struktur jelas: jawabannya memakai bagian-bagian dan blok kode.
  • Cepat: berguna untuk prototipe atau penjelasan singkat.

Keterbatasan dan hal yang perlu diwaspadai

  • Mutu tes: tes yang dihasilkan bisa rapuh kalau bergantung pada waktu nyata (Date.now() atau setTimeout tanpa mocking yang benar).
  • Contoh in-memory: bagus untuk demo, tapi belum layak produksi tanpa penyimpanan persisten dan sinkronisasi terdistribusi.
  • Tanpa pagar pengaman eksplisit: Anda tetap perlu memverifikasi kebenaran dan keamanannya, seperti pada keluaran AI mana pun.

Cara saya memakainya dalam alur kerja nyata

Untuk pekerjaan teknik, saya menempatkan ai.setyadi.com di kategori “draf cepat”:

  • Bagus untuk: memulai kode, menjelaskan konsep, menyusun potongan program.
  • Perlu ditinjau untuk: kasus tepi konkurensi, determinisme tes, keamanan.

Kesimpulan

ai.setyadi.com adalah asisten yang solid dan cakap secara teknis untuk tugas coding cepat dan penjelasan. Antarmuka bergaya API dan respons streaming-nya memudahkan integrasi ke perkakas developer atau pemakaian untuk iterasi cepat. Seperti semua asisten AI, hasil terbaiknya muncul saat dipadukan dengan pertimbangan teknik yang kuat dan verifikasi.

my other side: setyadi.com/coding-with-ai

IVO AI Terminal

2026-01-09 · #Projects

Akses 4 model AI sekaligus dalam satu antarmuka

Di masa ketika kecerdasan buatan makin jadi bagian hidup digital kita, mengakses berbagai model AI sering berarti melompat antarplatform, mengurus banyak API key, atau membayar langganan mahal. IVO AI Terminal hadir sebagai solusi yang mengubah cara Anda berinteraksi dengan AI: menggabungkan empat penyedia AI terkemuka dalam satu antarmuka yang sederhana dan gratis.

🤖 Sistem quad AI: empat lebih baik dari satu

IVO AI Terminal bukan sekadar chatbot lain. Platform ini mengintegrasikan empat penyedia AI:

  • Google Gemini – model terbaru Google dengan kemampuan penalaran yang kuat
  • HuggingFace – akses ke ekosistem model open source paling lengkap
  • Groq – inference super cepat untuk respons real-time
  • Ollama – keleluasaan model lokal untuk privasi maksimal

Apa istimewanya? Sistem fallback otomatis. Kalau satu penyedia mati atau lambat, sistem langsung beralih ke pilihan berikutnya tanpa terputus. Anda mendapat keandalan tanpa perlu memikirkan infrastruktur di baliknya.

💻 Antarmuka terminal yang membangkitkan nostalgia

Bosan dengan antarmuka chat yang itu-itu saja? IVO AI Terminal menawarkan pengalaman berbeda lewat tampilan terminal bergaya retro. Estetika command-line yang minimalis ini bukan cuma soal gaya — ia soal efisiensi dan fokus pada yang penting: percakapan yang cerdas.

Antarmukanya akrab bagi developer tapi tetap intuitif bagi siapa saja. Tanpa gangguan, tanpa kekacauan — hanya Anda dan AI dalam percakapan yang produktif.

✨ Gratis, tanpa instalasi, langsung pakai

Di dunia yang penuh paywall dan langganan, IVO AI Terminal berani berbeda:

✅ 100% gratis – tanpa kartu kredit, tanpa jebakan
✅ Berbasis web – buka browser, langsung pakai
✅ Tanpa instalasi – nol setup, nol repot
✅ Lintas platform – jalan di mana saja, kapan saja

Cukup kunjungi ai.setyadi.com dan mulai bertanya. Sesederhana itu.

👥 Untuk siapa IVO AI Terminal?

Developer yang ingin akses cepat ke berbagai model untuk pengujian atau prototipe.

Kreator konten yang butuh teman brainstorming atau asisten menulis tanpa batasan.

Mahasiswa dan peneliti yang butuh asisten AI untuk riset tanpa kendala anggaran.

Siapa pun yang penasaran dengan AI dan ingin bereksperimen tanpa komitmen.

🎯 Kenapa multi-model?

Tiap model AI punya kekuatan yang berbeda. Gemini mungkin lebih baik untuk penalaran kompleks, sementara Groq unggul dalam kecepatan. Dengan akses ke empat model sekaligus, Anda bisa:

  • Membandingkan hasil dari model yang berbeda
  • Mendapat sudut pandang yang lebih beragam
  • Tidak bergantung pada satu penyedia
  • Menikmati uptime yang lebih tinggi

🚀 Mulai sekarang

Tidak ada yang perlu diunduh. Tidak ada formulir pendaftaran panjang. Tidak ada informasi penagihan.

Cukup kunjungi ai.setyadi.com dan mulai percakapan Anda dengan AI.

Karena di era AI ini, akses ke teknologi seharusnya sederhana, gratis, dan untuk semua orang.


Tentang IVO AI Terminal

IVO AI Terminal adalah proyek pribadi Ivo Setyadi yang bertujuan membuat teknologi AI lebih mudah dijangkau. Platform ini terus berkembang dengan fitur baru berdasarkan masukan komunitas.

Coba sekarang: ai.setyadi.com

my other side: setyadi.com/vo-ai-terminal

Menemukan Nama untuk Sebuah Metode

2026-01-07 · #Catatan Pribadi

Kadang ada hal-hal yang baru kita ketahui istilahnya setelah sekian lama, atau baru tersadar ada pola di balik suatu kejadian. Seperti saat tahu kalau ternyata ada sebutan spesifik untuk itu: The "Jakarta Method".

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 7 Januari 2026.

Pelajaran tentang Kuasa dan Kerentanan Pemimpin Dunia

2026-01-04 · #Dunia

Lesson learned. Hal seperti itu bisa menimpa presiden atau kepala negara mana pun di seluruh dunia, kapan saja, dengan alasan apa pun yang dianggap sah.

Sebuah pengingat sederhana betapa rapuhnya kekuasaan tertinggi di panggung politik global.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 4 Januari 2026.

Andai Negara Konoha Menyerbu Negeri Jiran

2026-01-03 · #Humor

Kayaknya lucu juga ya, kalau seandainya bangsa Konoha tiba-tiba nggak setuju sama kebijakan negara jiran. Bayangkan saja kalau mereka benar-benar menyerbu sana, lalu menangkap presiden tetangga itu untuk diajukan ke pengadilan Konoha.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 3 Januari 2026.

Relevansi Pesan Film dengan Situasi Terkini

2026-01-03 · #Renungan

Relevansi Pesan Film dengan Situasi Terkini

Pesan dari film ini mendadak terasa begitu relevan dengan situasi yang sedang kita hadapi belakangan ini.

Rasanya memang banyak hal yang terasa mirip, hanya beda nasib presidennya saja.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 3 Januari 2026.

Mencari peyek ketinggalan...

2026-01-02 · #Catatan Pribadi

Mencari peyek ketinggalan...

Lagi lewat linimasa dan nemu video di Instagram dari akun jakartavox (rekaman oleh rayadinar) yang bikin senyum-senyum sendiri. Untung aja ending-nya nggak berujung viral heboh kayak kasus tumbler kemarin, jadi peyeknya beneran masih jadi rezeki buat si kakaknya.

Kadang hal-hal sederhana kayak gini malah asyik buat disimak, ngeliat kejadian kecil sehari-hari yang nggak perlu berakhir jadi drama.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 2 Januari 2026.