Menunggu dua minggu lagi
2019-03-31 · #Catatan Pribadi

Masih dua minggu lagi. Rasanya waktu berjalan begitu lambat saat kita sedang menunggu sesuatu yang sudah direncanakan jauh-jauh hari.
Kadang, menanti itu sendiri jadi bagian dari cerita. Mari kita lihat apa yang akan terjadi nanti.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 31 Maret 2019.
Debat? Debat yang Mana?
2019-03-30 · #Catatan Pribadi

Melihat linimasa akhir-akhir ini, rasanya pertanyaan itu terus berputar di kepala. Debate? What debate?
Seringkali apa yang disebut sebagai debat di ruang publik kita belakangan ini terasa jauh dari esensi bertukar pikiran. Hanya riuh yang menyisakan tanya, sebenarnya apa yang sedang kita perdebatkan?
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 30 Maret 2019.
Sabtu yang Bekerja
2019-03-30 · #Catatan Pribadi

Sabtu ini tidak seperti biasanya. Alih-alih menikmati waktu luang di rumah, saya justru menghabiskan hari dengan bekerja. Ada kepuasan tersendiri saat bisa menyelesaikan tanggung jawab di tengah suasana kota Jakarta yang sedikit lebih tenang.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 30 Maret 2019.
Jakarta dan Harapan untuk Kendaraan Listrik
2019-03-29 · #Indonesia

Melihat rencana Gubernur Anies Baswedan yang ingin belajar dari China soal penggunaan bus listrik untuk menekan polusi Jakarta, saya jadi teringat keberhasilan Beijing yang dulunya sangat berpolusi, kini berhasil keluar dari daftar kota terkotor. Rasanya langkah ini memang sudah mendesak untuk dilakukan di Jakarta.
Namun, dalam pandangan saya, kalau memang mau serius membenahi kualitas udara, jangan berhenti di bus listrik saja. Kita juga harus mulai memikirkan ekosistem untuk mobil dan motor listrik. Sebagai pengguna kursi roda yang mobilitasnya sangat bergantung pada kondisi jalanan Jakarta, saya berharap transisi ke kendaraan listrik ini bisa berjalan lancar dan membawa perubahan nyata bagi napas kita semua.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 29 Maret 2019.
Akhirnya Banjir Lagi di Lingkungan Rumah
2019-03-26 · #Catatan Pribadi

Setelah sekian tahun merasa aman dan bebas banjir, akhirnya semalam air masuk juga ke area rumah. Jujur, rasanya tidak nyaman, apalagi dengan kondisi saya yang harus memastikan akses kursi roda tetap aman di situasi darurat seperti ini. Untungnya, pagi ini air sudah surut. Alhamdulillah.
Saat mengobrol dengan para tetangga, ternyata dampaknya cukup merata, terutama bagi mereka yang belum sempat melakukan renovasi peninggian lantai rumah. RT 11 hampir semuanya terdampak. Semoga kondisi lekas pulih dan kita semua diberikan ketabahan menghadapi situasi ini.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 26 Maret 2019.
Menanti Operasional MRT Jakarta dengan Tarif yang Disepakati
2019-03-26 · #Indonesia

Akhirnya, keputusan soal tarif MRT Jakarta sudah resmi keluar. Gubernur Anies Baswedan menetapkan angka Rp10.000 untuk jarak 10 km. Sebagai warga Jakarta yang kesehariannya bergantung pada kursi roda, saya selalu menaruh perhatian besar pada aksesibilitas transportasi publik baru kita ini.
Melihat daftar tarif antar stasiun yang mulai dipublikasikan, harapan saya satu: semoga integrasi dan kemudahan akses bagi teman-teman disabilitas di stasiun-stasiun MRT ini benar-benar berjalan mulus dan konsisten. Mari kita lihat bagaimana implementasinya di lapangan nanti.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 26 Maret 2019.
Batas Kesabaran dan Ruang untuk Memaklumi
2019-03-25 · #Renungan

Kadang saya bertanya-tanya, sampai titik mana kita harus terus memaklumi sesuatu? Ada hari-hari di mana rasa sabar terasa begitu tipis, terutama ketika berhadapan dengan situasi atau orang yang terus-menerus menguji batas toleransi.
Sebagai pengguna kursi roda yang terbiasa menavigasi Jakarta dengan segala keterbatasannya, 'memaklumi' sudah jadi makanan sehari-hari. Tapi jujur saja, hari ini rasanya sulit sekali untuk sekadar mengangguk dan melanjutkan hidup tanpa mempertanyakan kewarasan situasi yang ada. Mungkin memang ada hal-hal yang tidak perlu dimaklumi, melainkan perlu dipertanyakan.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 25 Maret 2019.
Menunggu Ibu di Antara Kesibukan Jakarta
2019-03-22 · #Catatan Pribadi

Jakarta sore ini terasa lebih lambat dari biasanya. Saya sedang duduk di kursi roda, menunggu Ibu. Momen seperti ini selalu jadi jeda yang pas untuk sekadar mengamati hiruk-pikuk di sekitar.
Menunggu memang bukan hal yang paling saya sukai, tapi ada ketenangan tersendiri saat tahu siapa yang sedang dinanti. Semoga perjalanan beliau lancar.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 22 Maret 2019.
Rutinitas di Transmart Cempaka Putih
2019-03-22 · #Catatan Pribadi

Kembali lagi saya menyambangi Transmart Cempaka Putih hari ini. Rasanya sudah jadi rutinitas tersendiri mampir ke sini dengan kursi roda.
Tempat ini memang cukup ramah aksesibilitasnya, jadi saya bisa berkeliling dengan cukup nyaman tanpa harus terlalu repot memikirkan medan. Kadang hal-hal sederhana seperti akses yang lancar begini yang bikin hari terasa lebih ringan.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 22 Maret 2019.
Menanti Aksi Keanu Reeves di John Wick 3
2019-03-21 · #Hiburan

Melihat cuplikan trailer terbaru John Wick: Chapter 3 – Parabellum, saya langsung teringat kutipan ikonik Neo di film The Matrix: "Guns. Lots of guns." Rasanya pas sekali menggambarkan apa yang akan disajikan oleh Keanu Reeves di film ini.
Trailer ini menjanjikan intensitas aksi yang luar biasa dengan koreografi yang sangat rapat. Sudah tidak sabar menunggu tanggal mainnya di bulan Mei nanti. Sepertinya bakal jadi hiburan yang sangat memacu adrenalin.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 21 Maret 2019.
Kursi roda dikudeta Mas Miskun
2019-03-19 · #Catatan Pribadi

Kejadian unik hari ini: kursi roda saya malah "dikudeta" oleh Mas Miskun. Saya jadi bengong sendiri melihatnya, bingung harus bereaksi bagaimana selain tertawa kecil melihat tingkahnya.
Ya begitulah, kadang hidup di Jakarta memang penuh kejutan yang tidak terduga, bahkan untuk urusan mobilitas harian saya. Ada-ada saja.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 19 Maret 2019.
Menakar Siapa di Balik Layar
2019-03-19 · #Renungan
Kadang saya terjebak dalam pertanyaan sederhana: who's behind it? Entah itu saat menelusuri alur sebuah teknologi baru, membaca berita yang simpang siur, atau sekadar mengamati perubahan di Jakarta.
Mengetahui siapa yang menggerakkan sesuatu seringkali membantu saya memahami motifnya, meski tidak selalu membuat segalanya jadi lebih terang. Dunia ini memang selalu punya lapisan yang tidak langsung terlihat di permukaan.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 19 Maret 2019.
Menanti Akhir Perjalanan Melisandre di Westeros
2019-03-14 · #Hiburan
Membaca kembali kutipan Melisandre, "I’ve done my part. I’ve brought Ice and Fire together," rasanya seperti diingatkan lagi betapa panjang penantian kita menuju akhir Game of Thrones saat itu. Kalimat itu terasa sangat final, sebuah pengakuan tugas yang sudah tuntas sebelum cahaya benar-benar meredup.
Duduk di kursi roda sambil mengikuti perkembangan cerita fantasi seperti ini selalu punya kepuasan tersendiri. Ada rasa haru melihat bagaimana takdir karakter dirajut, meski kadang terasa pahit dan penuh pengorbanan. #FadingAway memang cara yang tepat untuk menggambarkan momen-momen perpisahan seperti ini.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 14 Maret 2019.
Menanti Keputusan Grounded Boeing 737 MAX 8
2019-03-13 · #Tech News

Pertanyaan sederhana itu terus terngiang di kepala saya sejak kemarin: mau nunggu sampai kapan sebelum Boeing 737 MAX 8 benar-benar dilarang terbang? Rasanya setiap hari ada saja berita baru yang bikin cemas.
Baru saja saya membaca laporan tentang dua pilot di Amerika Serikat yang mengalami insiden sistem otomatis pesawat membuat hidung pesawat menukik tiba-tiba. Bagi saya yang sering mengikuti perkembangan teknologi transportasi, ini terdengar sangat fatal. Keamanan penumpang seharusnya jadi prioritas mutlak di atas efisiensi sistem apa pun. Semoga otoritas penerbangan segera mengambil langkah tegas sebelum ada korban lebih banyak lagi.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 13 Maret 2019.
Dampak Finansial Boeing Pasca Tragedi Ethiopia
2019-03-12 · #Bisnis & Ekonomi
Membaca berita pagi ini, saya baru menyadari betapa masifnya dampak ekonomi yang harus ditanggung Boeing pasca kecelakaan tragis di Ethiopia. Kehilangan nilai pasar sebesar $12,7 miliar dalam sehari perdagangan saham tentu bukan angka main-main bagi raksasa kedirgantaraan seperti mereka.
Analisis dari Phil Seymour di IBA Group menarik untuk disimak. Ternyata masalahnya bukan sekadar perbaikan teknis, tapi juga kompensasi yang harus dibayarkan Boeing kepada maskapai, baik pembeli langsung maupun mereka yang menyewa pesawat. Bagi saya, ini pengingat bahwa di balik kecanggihan teknologi penerbangan, ada risiko finansial dan operasional yang sangat kompleks saat terjadi kegagalan sistem. Semoga investigasi ini segera menemukan titik terang demi keselamatan penumpang.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 12 Maret 2019.
Boeing 737-MAX 8 dan Urgensi Keselamatan Penerbangan
2019-03-11 · #Dunia

Kabar duka datang lagi dari dunia penerbangan. Setelah kecelakaan tragis Ethiopian Airlines yang merenggut 157 nyawa, banyak maskapai di berbagai negara mulai menangguhkan penggunaan Boeing 737-MAX 8 karena kekhawatiran soal aspek keamanan pesawat tersebut.
Melihat situasi ini, Indonesia menurut saya harus segera mengambil langkah tegas dengan mengkandangkan semua armada Boeing 737-MAX 8 yang ada. Keselamatan penumpang tidak bisa ditawar; Boeing harus benar-benar memperbaiki sistem mereka dan memberikan jaminan keamanan yang mutlak sebelum pesawat tipe ini diizinkan kembali mengudara.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 11 Maret 2019.
Iklan Indosat Muncul, Tapi Produknya Mana?
2019-03-08 · #Tech News

Barusan saya melihat iklan Indosat yang cukup gencar, tapi setelah dicek, produk yang ditawarkan ternyata belum bisa dibeli. Agak bingung juga melihat strategi pemasaran yang mendahului kesiapan sistemnya sendiri.
Sebagai pengguna yang sering mengandalkan koneksi untuk mobilitas di Jakarta, hal-hal seperti ini terasa kurang efisien. Semoga ke depannya komunikasi antara tim marketing dan kesiapan teknis di lapangan bisa lebih sinkron agar tidak membuat calon pelanggan kecewa.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 8 Maret 2019.
Menyapa Pagi dari Kursi Roda
2019-03-08 · #Catatan Pribadi

Selamat pagi. Seringkali rutinitas di Jakarta membuat kita lupa untuk sekadar menyapa diri sendiri sebelum memulai hiruk-pikuk hari. Dari kursi roda ini, saya belajar bahwa memulai hari dengan ketenangan adalah sebuah kemewahan kecil yang patut disyukuri.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 8 Maret 2019.
5G dan Ironi Keamanan Digital di Mata Jerman
2019-03-07 · #Tech News
Membaca berita soal polemik 5G belakangan ini menarik sekali. Jerman ternyata punya pandangan berbeda soal Huawei. Setelah melakukan perbandingan mendalam, mereka justru menilai sistem 5G Tiongkok ini lebih aman dibandingkan infrastruktur 4G Amerika Serikat yang selama ini jadi standar kita.
Inti dari laporan German-Foreign-Policy menyebutkan bahwa meski AS gencar menuduh Huawei sebagai ancaman mata-mata, faktanya mereka sendiri belum bisa menunjukkan bukti konkret. Justru, dokumen Snowden dulu mengungkap bagaimana NSA secara aktif menginfeksi jaringan dengan perangkat lunak pengintai. Bahkan, pemerintah Jerman sendiri sampai mulai membatasi penggunaan produk Verizon demi menjaga keamanan data mereka. Bagi saya, ini pengingat kalau di dunia teknologi, label 'aman' seringkali cuma soal siapa yang lebih jago menuduh duluan.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 7 Maret 2019.
Meizu Zero dan Masa Depan Tanpa Lubang
2019-03-04 · #Gadget

Melihat desain Meizu Zero yang benar-benar mulus tanpa tombol fisik, pikiran saya langsung tertuju pada satu hal mendasar: bagaimana cara memasukkan kartu SIM-nya? Ponsel ini memang menawarkan estetika futuristik dengan bodi keramik dan kaca tanpa celah, sebuah konsep yang menarik dari sisi desain.
Namun, di balik kecanggihannya, saya jadi teringat betapa kita sering mengorbankan kenyamanan praktis demi tren minimalis. Bagi saya pengguna kursi roda yang terbiasa dengan aksesibilitas, ponsel yang terlalu 'tertutup' justru memicu pertanyaan baru soal kemudahan penggunaan sehari-hari. Apakah masa depan teknologi harus selalu sesulit ini untuk sekadar mengakses hal-hal mendasar?
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 4 Maret 2019.
Tren Penurunan Pembelian Mobil di Berbagai Negara
2019-03-03 · #Bisnis & Ekonomi
Belakangan saya memperhatikan data yang menunjukkan tren penurunan pembelian mobil di negara-negara besar. Muncul pertanyaan di kepala saya: apakah ini murni dampak disrupsi dari layanan transportasi daring seperti Uber, Grab, dan Lyft, atau memang ada pergeseran gaya hidup pada generasi milenial yang mulai merasa tidak perlu lagi memiliki kendaraan pribadi?
Sebagai pengguna kursi roda yang mobilitasnya sangat bergantung pada aksesibilitas, fenomena ini menarik untuk disimak. Jika kepemilikan mobil pribadi memang mulai ditinggalkan, saya berharap infrastruktur transportasi publik atau layanan ride-hailing ke depannya bisa menjadi jauh lebih inklusif bagi semua orang.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 3 Maret 2019.
Bingung dengan hal baru yang muncul lagi
2019-03-03 · #Catatan Pribadi
Kadang ada saja hal-hal yang muncul di linimasa dan membuat saya geleng-geleng kepala. Entah itu tren baru atau sesuatu yang tiba-tiba ramai dibicarakan, rasanya jadi merasa asing sendiri.
Sebagai pengguna kursi roda yang lebih banyak mengamati dunia lewat layar, kadang dinamika internet memang suka bikin saya bertanya-tanya: apa lagi ini?
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 3 Maret 2019.