ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

AIHOT, Framework Self-Hosted untuk Agregasi dan Klaster Berita

AIHOT adalah framework self-hosted siap-Docker berbasis Node.js dan PostgreSQL untuk mengumpulkan, memfilter, serta mengklaster berita industri. Sistem ini menerima input dari RSS, halaman web, dan API, lalu memprosesnya lewat LLM untuk menilai relevansi, melakukan deduplikasi, serta menghasilkan ringkasan harian beserta linimasa. Repo ini menyertakan seluruh source code inti, pustaka prompt lengkap, dan dukungan bawaan untuk berbagai upstream provider. Framework ini layak dicoba jika Anda ingin mengganti kurasi manual dengan automated pipeline untuk domain tertentu, asalkan Anda memiliki API key LLM yang kompatibel dan terbiasa menyunting prompt. Namun, sistem ini memerlukan penyesuaian threshold seleksi dan daftar sumber yang cukup intensif untuk domain di luar AI, serta dokumentasinya saat ini baru tersedia dalam bahasa Mandarin. Perangkat ini bukanlah produk instan untuk konsumen umum, melainkan codebase produksi yang ditujukan bagi developer yang bersedia melakukan pemeliharaa...

Sebuah Kutipan Lagu dan Lembaran Baru

2019-05-10 · #Puisi & Lirik

Lagi pengen nulis penggalan lirik ini aja: "i'm like a shooting star, i've come so far, i can't go back to where i use to be...."

Terus nyambung ke "a whole new world with new horizons to pursue, i'll chase them anywhere there's time to spare, let me share this whole new world with you..." Rasanya pas aja buat dibaca lagi hari ini.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 10 Mei 2019.

Diplomasi Batik Warnai Sidang DK PBB

2019-05-08 · #Indonesia

Diplomasi Batik Warnai Sidang DK PBB

Ada pemandangan yang nggak biasa di ruang sidang Dewan Keamanan PBB di New York pada 7 Mei 2019 lalu. Sidang yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri RI sebagai Presiden DK PBB untuk bulan Mei 2019 itu mendadak meriah dan penuh warna. Pasalnya, para delegasi dari berbagai negara kompak mengenakan ragam motif batik dan tenun. Bahkan, Sekjen PBB Antonio Guterres pun tampak mengenakan tenun troso berwarna cerah—yang disebut oleh Menlu Retno sebagai tenun dari Bali. Menariknya lagi, berbagai batik yang dipakai para delegasi itu ternyata koleksi pribadi mereka; ada yang dari pemberian, ada pula yang mereka beli sendiri saat berkunjung ke Indonesia.

Pemilihan batik sebagai dress code ini adalah bentuk penghormatan para anggota DK PBB untuk Indonesia yang sedang memegang presidensi. Tentu saja, momen ini sekaligus jadi cara yang apik untuk semakin mempopulerkan batik di panggung dunia setelah diakui UNESCO sebagai warisan kebudayaan dunia. Di luar urusan fesyen yang colorful itu, sidang dengan format Debat Terbuka hari itu mengusung tema “Menabur Benih Perdamaian”, fokus mendorong peningkatan kapasitas Pasukan Penjaga Perdamaian dunia yang jadi salah satu agenda prioritas Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap DK PBB 2019-2020.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 8 Mei 2019.

Pelajaran Pemilu Dari Tetangga Komplek

2019-05-03 · #Catatan Pribadi

Ada tetangga yang selama ini menjabat di DPRD DKI dari partai G. Sebut saja Pak IS. Beliau cukup disenangi warga karena aspiratif dalam menyalurkan keluhan ke pemprov, bahkan Pak RT pun menyarankan memilihnya karena kerjasamanya yang baik dan berorientasi ke warga, meski berbeda pilihan partai.

Sore tadi, Pak Driver yang juga tetangga komplek membawa kabar kalau dari hasil hitungan pemilu minggu lalu, Pak IS gagal kembali ke DPRD. Beliau kalah dari Dr D, warga yang tinggal di dekat pasar belakang komplek yang berasal dari partai yang sama. Saat aku tanya kenapa bisa kalah padahal warga senang dengannya, jawabannya telak: "Gara-gara amplopnya kurang gede ke warga. Pak IS cuma kasih 100, Dr D kasih 250. Ya warga milih Dr D lah."

Aku cuma nyengir sambil mikir. Ternyata politik uang masih seampuh itu ya buat nyetir pilihan warga?

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 3 Mei 2019.

Tempat Nongkrong Nyaman untuk Melepas Lelah

2019-05-01 · #Catatan Pribadi

Beberapa waktu lalu sempat mampir ke sebuah tempat nongkrongan yang suasananya cukup menyenangkan. Tempatnya *cozy*, ada pilihan area AC di lantai bawah dan *open air* di lantai atas, plus fasilitas yang ramah kursi roda. Soal parkir memang biasanya penuh, tapi ada layanan valet yang siap membantu memarkirkan kendaraan.

Pilihan makanannya juga enak, mencakup menu lokal maupun internasional. Rasanya tempat ini pas banget buat dijadikan pilihan nongkrongan kelas menengah yang nggak terlalu menguras kantong buat warga kota yang lagi butuh istirahat sejenak.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 1 Mei 2019.