ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

Tes Darah P-tau217 untuk Prediksi Risiko Alzheimer

Sebuah studi internasional menggabungkan data dari enam observasi untuk mengukur biomarker p-tau217 dalam darah hampir 2.700 lansia sehat. Hasilnya menunjukkan tingkat biomarker yang sangat tinggi berkorelasi dengan peluang 38 persen mengalami penurunan kognitif dalam lima tahun dan 78 persen dalam sepuluh tahun, terlepas dari faktor genetik APOE4 atau plak amyloid-beta. Protein ini terbukti efektif memprediksi risiko penurunan fungsi kognitif di masa depan secara independen. Meskipun cakupan metodologisnya mengesankan, utilitas praktisnya saat ini sangat minim bagi orang yang datang ke klinik. Tidak ada perawatan pencegahan yang disetujui untuk mengubah perjalanan penyakit pada orang tanpa gejala, sehingga hasil positif tidak menawarkan tindakan medis selain saran gaya hidup standar. Ini adalah kemajuan ilmiah yang nyata, tetapi mendahului perangkat terapeutik kita saat ini. sumber: sciencedaily.com/261029072142.htm my other side: setyadi.com

Uji klinis pembrolizumab untuk kontrol kanker usus

2026-10-10 · #Kesehatan

Sebuah uji klinis kecil menemukan bahwa pemberian obat immunotherapy pembrolizumab selama sembilan minggu sebelum operasi menghasilkan nol kekambuhan kanker setelah 33 bulan pada pasien dengan profil genetik kanker usus tertentu. Sebagai perbandingan, sekitar seperempat pasien yang menjalani operasi standar dan kemoterapi biasanya mengalami relapse dalam tiga tahun. Para peneliti juga menggunakan tes darah personalisasi untuk melacak tumor DNA dan mengidentifikasi pasien yang memberikan respons terbaik terhadap treatment tersebut.

Metode ini efektif untuk subtipe genetik tertentu, yaitu tumor MMR-deficient dan MSI-high yang hanya mencakup sepuluh hingga lima belas persen dari kasus kanker usus stadium dua dan tiga. Hasil ini masih memerlukan replikasi pada kohort yang lebih besar karena uji coba ini hanya melibatkan 32 pasien saja. Pendekatan ini merupakan pergeseran yang menjanjikan menuju pre-operative treatment, tetapi penerapannya terbatas pada jendela biologis yang sempit dan belum berlaku untuk semua jenis kanker usus secara universal.

sumber: sciencedaily.com/261007042115.htm

my other side: setyadi.com

$ cd ~/

$ cat comments/ (0)