Pelajaran Pemilu Dari Tetangga Komplek
2019-05-03 · #Catatan Pribadi
Ada tetangga yang selama ini menjabat di DPRD DKI dari partai G. Sebut saja Pak IS. Beliau cukup disenangi warga karena aspiratif dalam menyalurkan keluhan ke pemprov, bahkan Pak RT pun menyarankan memilihnya karena kerjasamanya yang baik dan berorientasi ke warga, meski berbeda pilihan partai.
Sore tadi, Pak Driver yang juga tetangga komplek membawa kabar kalau dari hasil hitungan pemilu minggu lalu, Pak IS gagal kembali ke DPRD. Beliau kalah dari Dr D, warga yang tinggal di dekat pasar belakang komplek yang berasal dari partai yang sama. Saat aku tanya kenapa bisa kalah padahal warga senang dengannya, jawabannya telak: "Gara-gara amplopnya kurang gede ke warga. Pak IS cuma kasih 100, Dr D kasih 250. Ya warga milih Dr D lah."
Aku cuma nyengir sambil mikir. Ternyata politik uang masih seampuh itu ya buat nyetir pilihan warga?
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 3 Mei 2019.
$ cd ~/
$ cat comments/ (0)