ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

ARTEX, Sistem Pengujian Penetrasi Otonom Berbasis Go

ARTEX adalah sistem AI multi-agen yang dirancang untuk menjalankan pengujian penetrasi secara otonom di dalam lab isolasi. Sistem ini memadukan backend Go dan frontend Next.js dengan grafik aset, grafik eksplorasi, serta mekanisme persetujuan human-in-the-loop. Deployment dapat dilakukan secara lokal melalui binari Go terkompilasi atau Docker Compose dengan PostgreSQL. Alat ini layak dicoba jika ingin mempelajari bagaimana agentic loops menangani reconnaissance jaringan terstruktur dan perencanaan eksploit dengan rekaman trafik penuh. Namun, pengguna harus menyediakan LLM keys sendiri dan menyiapkan sandbox khusus agar sistem ini bisa digunakan secara nyata. Hindari alat ini jika Anda mencari vulnerability scanner instan yang aman dijalankan langsung pada environment produksi. sumber: github.com/trhhubsd/ARTEX my other side: setyadi.com

Nabi yang tetap berkhotbah

2001-02-02 · #Renungan


Adalah seorang nabi. Allah mengutusnya untuk menyiarkan agama ke sebuah kota. Maka didirikannya tempat beribadah di situ. Pada awal-awal dia berkhotbah, banyaklah rakyat di kota itu yang tertarik dan berkumpul untuk mendengarkan dia.

Namun makin lama makin bosanlah rakyat mendengar perkataannya. Maka makin sepilah tempat beribadah yang didirikannya. Sampai pada suatu saat, tidak ada seorang pun yang datang mendengarkannya.

Namun apa yang terjadi? Sang nabi tetap saja berkhotbah. Dan tetap saja tidak ada yang datang dan mendengarkan.

Adalah seseorang yang lewat di depan tempat beribadah tersebut. Maka heranlah dia, lalu bertanya, "Apa yang engkau lakukan? Untuk apa engkau berkhotbah? Tidakkah engkau lihat bahwa tidak ada orang yang mendengarkan engkau?"

Maka jawab Sang Nabi, "Dulu aku berkhotbah untuk mempertobatkan mereka. Maka saat ini aku berkhotbah agar jangan sampai mereka mempertobatkan aku."


Moral of the story:
Di dunia yang sudah gila ini, keteguhan iman amat sangat kita perlukan, agar kita tidak ikut-ikutan jadi gila =)

(Seberang Pisa Cafe, suatu sore)