ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

CWE-bench v2 Evaluasi Perbaikan Kerentanan LLM

Collinear AI merilis 100 tugas deterministik publik untuk menguji kemampuan LLM dalam menambal bug nyata. Setiap tugas mengharuskan model meng-clone repo open-source dan memperbaiki pola CWE spesifik tanpa merusak fitur yang ada. Sistem skor programatik dan lingkungan Docker memungkinkan reproduksi hasil secara lokal tanpa biaya API. Alat ini berguna untuk membandingkan open-weight models dengan API provider saat membangun defensive agents. Datanya bersifat gated di Hugging Face, sehingga pengguna wajib menerima akses sebelum memakai Harbor runner. Benchmark ini tidak bisa menggantikan full penetration testing karena hanya mencakup subset terbatas dari pola kelemahan yang sudah diketahui. sumber: huggingface.co/cwe-bench my other side: setyadi.com

Republic vs Monarchy, the winner is Apple

2010-12-02 · #Indonesia #Kliping #Tech News

Jumpa Pers Presiden
Republik Vs Monarki, Pemenangnya Apple
Kamis, 2 Desember 2010 | 15:14 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers mengenai polemik monarki di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/12/2010). Gambar yang di-"capture" dari TVONE memperlihatkan Presiden menggunakan Ipad. Logo Apple pada Ipad terlihat jelas di layar televisi.

JAKARTA, KOMPAS.com — Keterangan pers yang digelar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/12/2010), ditunggu banyak pihak. Penjelasan Presiden disiarkan secara langsung oleh sejumlah stasiun televisi nasional.

Presiden mengklarifikasi tentang pernyataan monarki yang dilontarkannya dalam rapat kabinet terbatas yang membahas soal RUU Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (26/11/2010) lalu. Pernyataan Presiden tersebut menuai kontroversi dan menjadi polemik sepanjang minggu ini.

Selain penjelasan yang gamblang tentang pandangan Presiden terhadap keistimewaan DIY, ada hal lain yang menarik banyak pemirsa televisi, yakni logo Apple yang terpampang jelas di layar televisi.

Ya, Presiden menggunakan iPad sebagai "contekan". Sebentar-sebentar Presiden melirik gadget canggih itu. Yang paling menarik lagi, logo produk besutan Steve Jobs ini nangkring di atas logo burung garuda yang menjadi simbol kenegaraan pada mimbar yang digunakan Presiden.

Tak pelak, bukannya mengomentari klarifikasi Presiden, warga di jagat maya malah banyak "berkicau" soal lambang buah apel "coak" ini.

Anggota DPR dari Fraksi Golkar yang mantan presenter televisi Meutya Hafid menulis di akun Twitter-nya, "Apel di atas Garuda.. *Such careless communication approach*."

Kicauan Meutya disambut Pemimpin Redaksi ANTV Uni Lubis. "Konsultannya siapa ya? Yg suka ngomel2? :p," tulis Uni.

Sebelumnya ia nge-tweet, "Captured dong gambar ini. kirim via Twitter ke akun Steve Jobs (pendiri Apple) disertai permintaan diskon 50 persen, end year sale buat rakyat Indonesia yang beli Ipad."

Monolog Butet Kartaredjasa juga ikutan komentar. "Selain garuda pancasila, logo negara tambah buah apel."

Kicauan lain datang dari aktivis Migrant Care, Wahyu Susilo. "Kalo dilihat dari logonya sebenarnya pak beye mau bilang: kowe arep tak brakot koyo apel kuwi (kamu mau saya gigit seperti apel)," tulisnya.

Ah, masih banyak lagi komentar di Twitter yang bikin kita tersenyum simpul. Apa pun komentar itu, tampaknya betul apa yang dikatakan pendiri situs berita Detik.com, Budiono Darsono. "Republik vs Monarki dan pemenangnya adalah: Apple. Hihihi."

$ cd ~/

$ cat comments/ (1)

Let's Share Together 12/9/10, 5:29 AM
nice info :)