Tentang Empati yang Hilang di Balik Kamera
2019-02-22 · #Indonesia

Membaca berita hari ini tentang seorang pemuda di Lampung yang mengakhiri hidupnya, dada saya terasa sesak. Bukan hanya karena tragedinya, tapi karena reaksi orang-orang di sekitarnya. Alih-alih menolong, yang terdengar justru gelak tawa dan teriakan yang memprovokasi dari balik kamera ponsel. Bahkan ada yang lebih sibuk merekam daripada bernegosiasi untuk menyelamatkan nyawa.
Kita hidup di era di mana konten sering kali dianggap lebih berharga daripada kemanusiaan. Melihat seseorang dalam kondisi putus asa malah dijadikan tontonan, bahkan bahan tertawaan. Rasanya, ada bagian dari bangsa ini yang memang sedang sakit. Semoga kita bisa belajar kembali cara menjadi manusia yang peduli, bukan sekadar penonton yang haus akan drama di layar ponsel.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 22 Februari 2019.
$ cd ~/
$ cat comments/ (0)