Periset di EPFL membangun atlas lipid 3D otak tikus menggunakan mass spectrometry imaging. Dengan melacak 172 jenis lipid pada 109 irisan otak, tim ini memetakan 539 wilayah kimiawi berbeda yang disebut lipizones. Wilayah ini sering kali mengungkap batas kimia yang tidak tampak pada peta genetik atau anatomis standar. Pendekatan ini menunjukkan bahwa ekspresi gen dan struktur sel saja belum cukup menjelaskan organisasi organ secara utuh. Saat ini metode tersebut masih terbatas pada tikus, dan penerapannya untuk memahami penyakit neurologis manusia secara dinamis masih membutuhkan banyak kerja lanjutan. Untungnya, data mentahnya tersedia secara open untuk publik. sumber: sciencedaily.com/261012185011.htm my other side: setyadi.com
Misteri Titik Koordinat dan Alamat yang Terabaikan
2021-02-26 · #Catatan Pribadi
Kenapa ya, kalau nunggu pesanan pakai Grab itu hampir selalu nyasar? Padahal alamat sudah tertulis lengkap. Rupanya, driver kerap malas membaca alamat dan terlalu mengandalkan koordinat, yang sayangnya sering kali meleset jauh.
Nyasarnya pun nggak nanggung-nanggung, beda nama jalan, beda RT, sampai beda nomor. Giliran ditelepon dan bilang sudah sampai, pas ditanya di mana, jawabannya santai: "maaf bukan orang sini." Begitu diarahkan dan akhirnya sampai, mereka masih saja ngotot, "saya cuma ngikutin titiknya." Ya jelas nggak akan nyampai kalau titiknya salah dan nggak mau membaca alamat yang benar.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 26 Februari 2021.
$ cd ~/
$ cat comments/ (0)