Atlas lipid 3D otak tikus untuk pemetaan kimiawi
Periset di EPFL membangun atlas lipid 3D otak tikus menggunakan mass spectrometry imaging. Dengan melacak 172 jenis lipid pada 109 irisan otak, tim ini memetakan 539 wilayah kimiawi berbeda yang disebut lipizones. Wilayah ini sering kali mengungkap batas kimia yang tidak tampak pada peta genetik atau anatomis standar. Pendekatan ini menunjukkan bahwa ekspresi gen dan struktur sel saja belum cukup menjelaskan organisasi organ secara utuh. Saat ini metode tersebut masih terbatas pada tikus, dan penerapannya untuk memahami penyakit neurologis manusia secara dinamis masih membutuhkan banyak kerja lanjutan. Untungnya, data mentahnya tersedia secara open untuk publik. sumber: sciencedaily.com/261012185011.htm my other side: setyadi.com
$ cat comments/ (2)
A: Toleransi itu spt kejadian berikut:
Ada tempat beribadah (minoritas) di negara (mayoritas) muslim.
Masyarakat sekitar nge-sue tempat beribadah tersebut.
Mereka merasa terganggu dengan banyaknya mobil yang mengikuti kegiatan ibadah tersebut.
Kasus tidak dibawa ke pengadilan.
Masyarakat menutup tempat tersebut dengan paksa ... lalu yang ada cuman paksaan .
Kalo sudah menganggap semua manusia sama yang tidak diukur dari label, gelar, agama, harta, jabatan tetapi dari akhlak dan budi pekerti yang mulia tentu akan terjadi toleransi dengan sendirinya