ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

Senjata Api Portabel sebagai Standar Pertahanan Kota

Pada tahun 1492, senjata api portabel dianggap sebagai barang pengecut yang tidak ksatria dan hanya dimiliki sedikit orang. Perang asing yang terus menerus memaksa Italia meninggalkan tentara bayaran dan mempersenjatai sepuluh persen infanteri baru dengan handgun awal untuk pertahanan kota. Adopsi teknologi ini menunjukkan bagaimana kebutuhan militer praktis dapat mengalahkan prasangka budaya yang mengakar kuat. Transisi ini layak dicoba dalam situasi krisis, meskipun kekurangannya adalah kita kehilangan sudut pandang pribadi para prajurit karena catatan sejarah hanya berasal dari gudang senjata negara. sumber: aeon.co my other side: setyadi.com

Nabi yang tetap berkhotbah

2001-02-02 · #Renungan


Adalah seorang nabi. Allah mengutusnya untuk menyiarkan agama ke sebuah kota. Maka didirikannya tempat beribadah di situ. Pada awal-awal dia berkhotbah, banyaklah rakyat di kota itu yang tertarik dan berkumpul untuk mendengarkan dia.

Namun makin lama makin bosanlah rakyat mendengar perkataannya. Maka makin sepilah tempat beribadah yang didirikannya. Sampai pada suatu saat, tidak ada seorang pun yang datang mendengarkannya.

Namun apa yang terjadi? Sang nabi tetap saja berkhotbah. Dan tetap saja tidak ada yang datang dan mendengarkan.

Adalah seseorang yang lewat di depan tempat beribadah tersebut. Maka heranlah dia, lalu bertanya, "Apa yang engkau lakukan? Untuk apa engkau berkhotbah? Tidakkah engkau lihat bahwa tidak ada orang yang mendengarkan engkau?"

Maka jawab Sang Nabi, "Dulu aku berkhotbah untuk mempertobatkan mereka. Maka saat ini aku berkhotbah agar jangan sampai mereka mempertobatkan aku."


Moral of the story:
Di dunia yang sudah gila ini, keteguhan iman amat sangat kita perlukan, agar kita tidak ikut-ikutan jadi gila =)

(Seberang Pisa Cafe, suatu sore)