Sepanjang Agustus hingga September 2026, Greenpeace mencatat 5.540 titik api di 22 provinsi yang memicu kabut asap lintas negara ke Malaysia, Singapura, dan Filipina. Lonjakan kasus ISPA di dalam negeri mencapai 277.075 kasus pada Oktober, sementara di Sarawak kasus asma melonjak 259 persen akibat buruknya kualitas udara. Data ini menunjukkan skala dampak ekologis dan kesehatan yang masif dari kebakaran hutan berulang. Pendekatan mitigasi saat ini tidak layak diandalkan karena gagal mencegah krisis berulang dan mengabaikan transparansi data yang krusial. Kekurangan utamanya terletak pada lemahnya komunikasi krisis serta penanganan lapangan yang lambat, sehingga memperburuk beban diplomatik Indonesia di tingkat ASEAN. sumber: theconversation.com my other side: setyadi.com
Pilihanku: Kuasai AI atau Tertinggal
2025-04-12 · #AI

Baru saja membaca soal roadmap Kominfo untuk beberapa tahun ke depan. Salah satu poin utamanya adalah pentingnya penguasaan AI bagi Indonesia. Ditekankan bahwa jika kita tidak mahir menggunakan kecerdasan buatan, kita akan tertinggal, bahkan kalah dengan bangsa lain.
Membaca itu, saya langsung kepikiran, bahwa pilihannya memang sesederhana itu: kuasai AI, atau bersiap untuk mati. Bukan mati secara harfiah, tentu saja, tapi mati dalam arti tertinggal jauh dalam kemajuan teknologi dan persaingan global.
Ini bukan sekadar saran, tapi sebuah keharusan. Bagaimana menurutmu?
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 12 April 2025.
$ cd ~/
$ cat comments/ (0)