ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

Ousiometrics: Model baru untuk analisis arti bahasa

Periset dari University of Vermont menganalisis miliaran penggunaan kata untuk membuktikan bahwa bahasa manusia berpusat pada kekuasaan, bahaya, dan struktur, bukan sekadar emosi murni. Model baru bernama ousiometrics ini mencakup lebih dari sembilan puluh persen variasi arti kata dan menunjukkan bahwa bias positif kita sebenarnya adalah preferensi untuk keselamatan. Model ini layak dicoba untuk memperkaya pendekatan komputasional dalam memetakan semantic space, menggantikan metrik lama seperti valence dan arousal. Kekurangannya, model ini masih kesulitan memisahkan konteks kultur dari evolutionary hardwiring, sehingga ketiga dimensi tersebut belum tentu bisa dijadikan hukum universal. sumber: sciencedaily.com/261023023738.htm my other side: setyadi.com

None of your business! :D

2005-08-15 · #Indonesia #Kliping

Gaji orang Indonesia

Tidak biasanya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ir TifatulSembiring tidak mengucapkan pantun saat memberikan kata sambutan pada seminar politik yang dihadiri oleh Prof James Fox dari Australian National University dan Jakob Utama, tokoh pers, di Jakarta, Senin.

Tifatul justru menyampaikan sebuah lelucon yang menggambarkan potret masyarakat Indonesia, yang sampai kini masih menjadi permasalahan bangsa.

Lelucon itu menceritakan dua orang yang sedang berdialog. Satu orang Eropa dan satunya, sudah tentu orang Indonesia.

Orang Indonesia bertanya pada orang Eropa, berapa gajimu dan untuk apa saja uang sejumlah itu?

Orang Eropa menjawab, "Gaji saya 3.000 Euro, 1.000 euro untuk tempat tinggal, 1.000 Euro untuk makan, 500 Euro untuk hiburan."

Lalu sisa 500 Euro untuk apa? tanya orang Indonesia. Orang Eropa menjawab secara ketus, "Oh ... itu urusan saya, Anda tidak berhak bertanya!"

Kemudian orang Eropa berbalik bertanya. Kalau anda bagaimana?

"Gaji saya Rp950 ribu, Rp450 ribu untuk tempat tinggal, Rp350 ribu untuk makan,Rp250 ribu untuk transport, Rp200 ribu untuk sekolah anak, Rp200 ribu untuk bayar cicilan pinjaman, ... Rp100 ribu untuk....".

Penjelasan orang Indonesia terhenti karena orang Eropa menyetop penjelasan itu dan langsung bertanya.

"Uang itu jumlahnya sudah melampui gaji anda. Sisanya dari mana?" kata orang Eropa itu keheranan.

Kemudian, orang Indonesia itu menjawab dengan enteng," begini Mister, tentang uang yang kurang, itu urusan saya, anda tidak berhak bertanya-tanya,"

Spontan hadirin tertawa, termasuk Prof James Fox yang tertawa hingga terpingkal-pingkal.(*)

$ cd ~/

$ cat comments/ (0)