ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

MemoraX Code untuk Persistent Memory pada Coding Agents

MemoraX Code adalah package Node.js 20+ yang menyediakan layer persistent memory bagi LLM coding agents seperti Claude Code, Cursor, dan DeepSeek Harness. Alat ini berjalan secara lokal sebagai background process untuk menyimpan aturan repository, riwayat arsitektur, dan keputusan teknis antar sesi. Sistem ini membutuhkan libsecret di Linux serta mengelola integrasi plugin untuk berbagai CLI dan editor. Alat ini berguna jika Anda sering mengulang penjelasan batasan proyek kepada AI setiap kali memulai sesi baru. Namun, sistem ini kurang cocok bagi yang menghindari dependensi eksternal karena memerlukan cloud backend untuk sinkronisasi dan manajemen API key. Meski demikian, waktu yang dihemat untuk menghindari prompt berulang sebanding dengan setup awal yang dilakukan. sumber: github.com/memorax-ai/memorax-code my other side: setyadi.com

None of your business! :D

2005-08-15 · #Indonesia #Kliping

Gaji orang Indonesia

Tidak biasanya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ir TifatulSembiring tidak mengucapkan pantun saat memberikan kata sambutan pada seminar politik yang dihadiri oleh Prof James Fox dari Australian National University dan Jakob Utama, tokoh pers, di Jakarta, Senin.

Tifatul justru menyampaikan sebuah lelucon yang menggambarkan potret masyarakat Indonesia, yang sampai kini masih menjadi permasalahan bangsa.

Lelucon itu menceritakan dua orang yang sedang berdialog. Satu orang Eropa dan satunya, sudah tentu orang Indonesia.

Orang Indonesia bertanya pada orang Eropa, berapa gajimu dan untuk apa saja uang sejumlah itu?

Orang Eropa menjawab, "Gaji saya 3.000 Euro, 1.000 euro untuk tempat tinggal, 1.000 Euro untuk makan, 500 Euro untuk hiburan."

Lalu sisa 500 Euro untuk apa? tanya orang Indonesia. Orang Eropa menjawab secara ketus, "Oh ... itu urusan saya, Anda tidak berhak bertanya!"

Kemudian orang Eropa berbalik bertanya. Kalau anda bagaimana?

"Gaji saya Rp950 ribu, Rp450 ribu untuk tempat tinggal, Rp350 ribu untuk makan,Rp250 ribu untuk transport, Rp200 ribu untuk sekolah anak, Rp200 ribu untuk bayar cicilan pinjaman, ... Rp100 ribu untuk....".

Penjelasan orang Indonesia terhenti karena orang Eropa menyetop penjelasan itu dan langsung bertanya.

"Uang itu jumlahnya sudah melampui gaji anda. Sisanya dari mana?" kata orang Eropa itu keheranan.

Kemudian, orang Indonesia itu menjawab dengan enteng," begini Mister, tentang uang yang kurang, itu urusan saya, anda tidak berhak bertanya-tanya,"

Spontan hadirin tertawa, termasuk Prof James Fox yang tertawa hingga terpingkal-pingkal.(*)

$ cd ~/

$ cat comments/ (0)