ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

SatpamAI: gerbang keamanan zero-trust untuk skill Claude Code

SatpamAI adalah skill Claude Code yang jadi pos pemeriksaan wajib sebelum AI menjalankan skill lain. Idenya: skill AI pihak ketiga adalah artefak tak-tepercaya yang bisa menyembunyikan prompt injection, malware, secret ter-hardcode, atau kompromi supply-chain — jadi periksa dulu, bertindak belakangan. Motonya: “tak ada artefak yang otomatis dipercaya; kepercayaan dibuktikan dengan bukti.” Ia menjalankan gerbang keamanan 8-fase (klasifikasi → nilai ancaman → inspeksi → putuskan → eksekusi terkendali → verifikasi → audit) dan analisis malware 10-lapis (provenance, analisis kode statis, pindai secret, audit dependensi & izin, cek integritas). Ada mesin khusus pendeteksi prompt injection — upaya override, impersonasi otoritas, permintaan bypass, muatan multi-vektor terobfuscasi — dan semuanya diberi rating risiko dari PASS hingga CRITICAL / UNKNOWN. Penting: statis saja (“jangan pernah menjalankan kode tak-tepercaya h...

Ketika Teknologi Beradu dengan Literasi Kita

2019-01-22 · #Tech News

Ketika Teknologi Beradu dengan Literasi Kita

Saya memperhatikan sebuah pola yang makin mengkhawatirkan: teknologi yang canggih sering kali tidak dibarengi dengan kemampuan masyarakat kita untuk mencerna berita dengan jernih. Dampaknya, penyebaran hoaks dan informasi menyesatkan di aplikasi pesan instan menjadi sulit dibendung.

Baru-baru ini, WhatsApp mengambil langkah tegas dengan membatasi fitur forward pesan maksimal ke lima kontak saja secara global. Kebijakan yang dulunya diuji di India ini adalah respons atas peristiwa kelam akibat misinformasi. Bagi saya, ini pengingat bahwa fitur teknologi bukan sekadar soal kemudahan, tapi juga soal tanggung jawab kita sebagai pengguna dalam menyaring apa yang kita bagikan.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 22 Januari 2019.

$ cd ~/

$ cat comments/ (0)