Hampir setengah dari genom manusia terdiri dari transposable elements, fragmen genetik bergerak asal virus yang dapat berpindah ke lokasi lain dalam DNA. Lama dianggap sebagai genomic junk atau parasit yang merusak, elemen ini ternyata menyediakan bahan mentah untuk adaptasi biologis dan pembentukan plasenta mamalia. Topik ini layak dibaca untuk memahami bagaimana kompleksitas genom muncul dari gesekan molekuler, bukan desain yang bersih. Kekurangannya, kita masih belum memahami bagaimana host genome mampu mengelola pustaka internal yang destruktif ini tanpa mengalami kerusakan total. sumber: quantamagazine.org my other side: setyadi.com
Saling Meludahi di Ruang Publik Kita
2019-01-14 · #Indonesia
Melihat interaksi di media sosial belakangan ini, rasanya kata "saling meludahi" jadi deskripsi yang sangat tepat. Rasanya lelah melihat bagaimana orang dengan mudahnya merendahkan pihak lain hanya karena perbedaan pandangan, seolah-olah kehormatan lawan bicara tidak ada harganya sama sekali.
Kadang saya berpikir, apakah kita memang sudah kehilangan kemampuan untuk sekadar duduk diam dan tidak saling menyerang? Dari atas kursi roda ini, saya lebih memilih mengamati daripada ikut masuk ke dalam pusaran kebencian yang tidak ada habisnya itu. Semoga kita bisa lebih tenang.
Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 14 Januari 2019.
$ cd ~/
$ cat comments/ (0)