Ousiometrics: Model baru untuk analisis arti bahasa
Periset dari University of Vermont menganalisis miliaran penggunaan kata untuk membuktikan bahwa bahasa manusia berpusat pada kekuasaan, bahaya, dan struktur, bukan sekadar emosi murni. Model baru bernama ousiometrics ini mencakup lebih dari sembilan puluh persen variasi arti kata dan menunjukkan bahwa bias positif kita sebenarnya adalah preferensi untuk keselamatan. Model ini layak dicoba untuk memperkaya pendekatan komputasional dalam memetakan semantic space, menggantikan metrik lama seperti valence dan arousal. Kekurangannya, model ini masih kesulitan memisahkan konteks kultur dari evolutionary hardwiring, sehingga ketiga dimensi tersebut belum tentu bisa dijadikan hukum universal. sumber: sciencedaily.com/261023023738.htm my other side: setyadi.com

$ cat comments/ (0)