ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

@receptron/laya untuk Menjalankan Model Laya di Node.js

Package npm @receptron/laya memungkinkan model keputusan Laya dari Convai Innovations berjalan langsung di Node.js dan TypeScript menggunakan ONNX Runtime tanpa Python atau PyTorch. Cukup masukkan state berformat JSON dan pertanyaan ber-type, package ini mengembalikan probabilitas terkalibrasi, skor, serta pernyataan ya-tidak dalam satu forward pass dengan waktu sekitar 140 milidetik per batch di Apple silicon. Bobot model sebesar 1.7 GB diunduh secara otomatis saat pertama kali digunakan, dan type TypeScript-nya konsisten hingga empat tempat desimal dengan implementasi Python. Tool ini layak dicoba jika Anda memerlukan klasifikasi terstruktur atau confidence scoring pada teks tanpa harus menyiapkan API LLM terpisah. Namun, terdapat batasan input yang ketat berupa state yang dipotong pada 512 token dan pertanyaan pilihan yang maksimal sekitar 20 opsi. Lewati tool ini jika Anda membutuhkan teks generatif atau input yang lebih panjang dari sebuah tiket dukungan singkat. sumber: git...

Kenapa Judul Beritanya Harus Pakai Jreeng

2021-09-29 · #Catatan Pribadi

Kenapa Judul Beritanya Harus Pakai Jreeng

Lagi baca berita soal Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan yang bakal turun langsung ke lapangan secara door to door buat ngejar wajib pajak yang nggak patuh. Tapi yang bikin saya mikir, kenapa sih judul beritanya harus pakai kata “JREENG”?

Rasanya agak gimana gitu, berita soal penagihan pajak dan kepatuhan wajib pajak malah dibumbui efek suara ala komik atau sinetron. Bikin kesan seriusnya jadi agak luntur, padahal yang dibahas urusan setoran negara.

Catatan ini semula saya tulis di Facebook, 29 September 2021.

$ cd ~/

$ cat comments/ (0)