Analisis DNA purba untuk melacak koneksi genetik manusia es

Analisis DNA kuno dari sisa-sisa manusia berusia 30.000 tahun dan sedimen gua menunjukkan kelompok Gravettian di Eropa tidak terisolasi seperti dugaan studi genetik sebelumnya. Para peneliti menemukan campuran leluhur timur dan barat pada wanita dari Prancis barat daya, yang mengindikasikan gene flow lintas jarak jauh sekitar 32.000 tahun lalu, sementara kelompok lain di Spanyol mempertahankan leluhur regional yang kontinu.
Metode ini efektif mengisi celah data saat fosil tulang tidak tersedia, menjadikan sampel sedimen sebagai rekaman genealogis yang fungsional. Namun, pelacakan leluhur dari sisa-sisa yang tersebar masih menyisakan ruang interpretasi yang luas karena kita membaca pola kontinental yang besar dari sampel genetik yang sangat terbatas.
sumber: sciencedaily.com/261031221153.htm
my other side: setyadi.com
$ cat comments/ (0)