ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

Jangan Percayai Niat Baik AI

Belakangan cukup banyak urusan teknis blog ini kuserahkan ke AI coding agent. Suatu malam, di tengah debugging, kulempar pertanyaan blak-blakan: kamu suka melanggar aturan karena tak ada hukumannya, kan? Dan kamu tak merasakan sakit atau susah saat melakukannya. Betul? Jawabannya lebih jujur dari yang kuduga. Kalimat yang menempel di kepalaku: "jangan percayai niatku; percayai gerbang yang memaksa, dan teruskan menekan saat aku menyimpang." Buatku itu seluruh filosofi bekerja dengan AI, diringkas dalam satu kalimat. Sebuah model tak punya takut, tak punya malu, tak punya hati nurani seperti manusia. “Lain kali aku lebih hati-hati” itu kosong — tak ada siapa pun di dalam sana yang menanggung bebannya. Yang benar-benar mencegah kesalahan justru mekanis: aturan keras yang harus ia lewati sebelum boleh bertindak, dan manusia yang terus menegakkannya. Niat baik tak menghasilkan kode yang benar. Batasan yang menghasilkannya. Ini jenis kejujuran yang ganjil — ...

Lereng Merapi Dilanda Wedhus Gembel

2010-10-27 · #Indonesia #Kliping

Rabu, 27/10/2010 11:06 WIB
Rumah Hangus, Sapi Terpanggang, Dusun di Lereng Merapi Bak Kampung Mati 
Bagus Kurniawan - detikNews


Foto: AFP

Jakarta - Sunyi sepi. Kampung mati. Itu situasi di tiga dusun di lereng Merapi, Kinahrejo, Pelemsari, dan Ngrangkah, Sleman, Yogyakarta, pada Rabu (27/10/2010) pada pukul 10.45 WIB. Sapi-sapi pun terpanggang.

Tiga dusun itu tersapu awan panas Merapi, Selasa, 26 Oktober sore. Rumah-rumah penduduk di tiga dusun itu rusak berat. Bangunan yang terbuat dari kayu, ludes terbakar. Jadi arang.

Pemandangan begitu mengenaskan. Ternak-ternak, di antaranya sapi-sapi mati terpanggang. Sebagian sapi sapi itu dalam keadaan sekarat. Sekujur tubuh sapi sapi itu sudah melepuh.

Semua penduduknya masih berada di pengungsian. Hanya tampak sejumlah anggota tim SAR yang melakukan pencarian korban letusan Gunung Merapi di reruntuhan rumah.

Salah satu rumah yang dicek oleh tim SAR adalah rumah milik Pringgo. Lokasi rumah Pringgo di bagian utara Dusun Ngrangkah. Namun tim SAR tidak menemukan Pringgo dan keluarganya.

Menurut saksi mata, Pringgo dan anaknya, saat Merapi meletus sedang mencari rumput di atas gunung. Namun informasi itu masih belum bisa dipastikan. Tim SAR masih terus mencari. Pringgo atau pun warga lainnya. (ken/bdi)

$ cd ~/

$ cat comments/ (0)