Skip to main content

Posts

Adalah seorang nabi. Allah mengutusnya untuk menyiarkan agama ke sebuah kota. Maka didirikannya tempat beribadah di situ. Pada awal-awal dia berkhotbah, banyaklah rakyat di kota itu yang tertarik dan berkumpul untuk mendengarkan dia. Namun makin lama makin bosanlah rakyat mendengar perkataannya. Maka makin sepilah tempat beribadah yang didirikannya. Sampai pada suatu saat, tidak ada seorang pun yang datang mendengarkannya. Namun apa yang terjadi? Sang nabi tetap saja berkhotbah. Dan tetap saja tidak ada yang datang dan mendengarkan. Adalah seseorang yang lewat di depan tempat beribadah tersebut. Maka heranlah dia, lalu bertanya, "Apa yang engkau lakukan? Untuk apa engkau berkhotbah? Tidakkah engkau lihat bahwa tidak ada orang yang mendengarkan engkau?" Maka jawab Sang Nabi, "Dulu aku berkhotbah untuk mempertobatkan mereka. Maka saat ini aku berkhotbah agar jangan sampai mereka mempertobatkan aku." Moral of the story: Di dunia yang sudah gila ini, keteguhan iman amat...
"Coba lihat jalan layang yang sedang kita lalui! Kalau dulu pemimpinnya bukan pak Harto, nggak akan bisa kayak gini." kata seorang penumpang taksi kepada si sopir. "Betul pak! Kalau pemimpinnya bukan pak Harto, mungkin sekarang Jakarta udah *jauh* lebih maju lagi...." jawab si sopir taksi kalem. Moral of the story: Si sopir *memutuskan* untuk tidak mengungkung kerangka berpikirnya =) Instead of thinking *kegagalan*, he thinks *peluang*. Instead of thinking what others think, he thinks *beyond*. (inspired by G543)
tuk! wak! ga! pat!
Pernah gue lagi makan, gue liat ada semut di dalem gelas yang separo keisi. Dia jalan menyusuri tepian air, terus, dan terus, dan terus menyusuri tepian air. Semakin dia jalan, semakin banyak jejak 'semut lain' yang dia temukan. Dan tampaknya semakin yakin dia berjalan. Semakin yakin dia bahwa dia sudah di jalan yang benar. But thats not the way i see it. From my point of view, it's just doing a futile attempt. A useless one. Due to it's lack of knowledge and understanding. All of a sudden I see a reflection of myself in it. Me, and most of the people. Cuma sedikit orang yang berani keluar dari loop-nya. So whatz da diffrence btween me and most of the people compared to they who are couraguous enough to break the routinity? Courage! And then i saw my past. My deeds and dones. Tiba-tiba aku tersenyum. Tidak semuanya jelek juga sih =). Seseorang menjadi seseorang itu, merupakan akibat dari keputusan-keputusan yang dulu diambilnya =) And now, I think I should Thank God for...
Lord, make me an instrument of your peace. Where there is hatred, let me sow love; where there is injury, pardon; where there is doubt, faith; where there is despair, hope; where there is darkness, light; and where there is sadness, joy. (St. Francis of Assisi)
impian tak slalu dapat kurangkai gemilang bagai elok pulau dewata bagai diterpa angin surgawi nikmatnya impian tak slalu dapat kujalin cemerlang bagai jalan di atas mega bagai jalan di indraloka (Lagunya Ayu Laksmi)