Skip to main content

Posts

Harum. Bau kapur barus. Biasanya cuma pakai 2 kaos yang kepakai. Kaos Y2K sama Kompas 2000. Selain dari beberapa kaos putih swan. Biasanya sih cukup. Selagi yang satu dipakai, yang kotor di laundry. Tapi beberapa hari ini ujan mulu. Pada males ke laundromat. Jadinya baju kotor numpuk. Akhirnya terpaksa buka kaos "baru". Yang masih terlipat rapi di koper. Rapi terlipat sejak tiga bulan yang lalu. Rapi terlipat oleh jemari istriku tercinta... Kutarik sebuah kaos putih. Dengan gambar "dilarang kencing di malioboro" Standar dagadu banget nggak sih? hihihi I slipped into it. As it ran down over my head, I couldn't help to smell it..... Wangi... Wangi kapur barus.. And then tears in my eyes... God, I really miss her ...
BELAIAN NAN LEMBUT Oleh: Daphna Renan Michael dan aku tidak tahu kapan pelayan meletakkan piring-piring di meja kami. Waktu itu kami duduk-duduk di sebuah restoran kecil, terlindung dari kesibukan Third Street, New York City. Aroma blintze yang baru saja disajikan tidak mengusik keasyikan kami mengobrol. Malahan, blintze itu lama kami biarkan terendam dalam krim asam. Kami terlalu asyik mengobrol sampai lupa makan. Obrolan kami seru sekali, meskipun yang diobrolkan tidak penting. Kami tertawa-tawa membicarakan film yang kami tonton malam sebelumnya dan berdebat tentang makna di balik teks yang baru saja kami pelajari untuk seminar sastra. Dia bercerita waktu dia mengambil langkah penting menuju kedewasaan, yaitu hanya mau dipanggil Michael dan pura-pura tidak Mendengar bila dipanggil "Mikey". Waktu umur dua belas atau empat belas? Dia lupa, tetapi dia ingat ibunya menangis dan berkata bahwa dia terlalu cepat menjadi dewasa. Ketika kami mencicipi blueberry blintz...
maacih ya hun ... thanks for share with me, for rest our life... *muah*
As a deer panteth for the water, so my soul longeth after Thee. You alone are my heart's desire, and I long to worship Thee. You alone are my strength my shield, to You alone may my spirit yield. You alone are my heart's desire, and I long to worship Thee.
Garam & Telaga Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. "Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..", ujar Pak tua itu. "Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu, sambil meludah kesamping. Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke da...
walau hati resah mesti aku paksakan jua ingin sibakkan makna antara dua jiwa berbeda