ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

Runtime Postgres multi-tenant ringan untuk database sementara

pgx adalah Rust runtime v0.1.0 yang memuat seribu database kompatibel PostgreSQL terisolasi dalam memori sekitar 150 megabyte pada satu mesin. Sistem ini membuat database siap pakai dalam waktu sekitar enam milidetik dan menggunakan ZFS copy-on-write untuk melakukan branch template sepuluh gigabyte dalam waktu kurang dari satu detik. Alat ini menggantikan pola pembuatan container Docker terpisah atau proses server untuk test suites, CI jobs, dan agent sandboxes. Alat ini layak diuji jika workflow Anda terus-menerus membuat dan menghapus database, meskipun memerlukan ZFS di Linux untuk mendapatkan kloning penyimpanan copy-on-write yang cepat. Runtime ini dibangun khusus untuk lingkungan pengembangan ephemeral dan agent workloads, bukan untuk production primaries yang berjalan lama. Anda harus melewatkannya jika stack Anda mengandalkan database extensions atau fitur spesifik PostgreSQL di luar core wire protocol dan regression test coverage. sumber: github.com/pgrundev/pgx my othe...

Harry Tanoe Pengusaha Hitam?

2006-01-13 · #Bisnis #Indonesia #Kliping

Egi Minta Istana Tidak Dimasuki Pengusaha Hitam Harry Tanoe
Muhammad Nur Hayid - detikcom

Jakarta - Serangan bertubi-tubi dilancarkan Egi Sudjana terhadap pengusaha Harry Tanoesoedibjo. Setelah melaporkan ke KPK, Egi menyebut Harry sebagai pengusaha hitam. Presiden SBY pun diminta agar jangan sampai Istana Kepresidenan kemasukan pengusaha hitam.

"Dalam konteks ini saya menyebutnya dengan jelas: Harry Tanoesoedibjo!" cetus Egi kepada wartawan di KPK, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2006).

"Istana kan lambang negara, tidak boleh dimasuki pengusaha hitam yang menyogok dan menyuap pemimpin kita sehingga kebijakan menjadi lumpuh," lanjut praktisi hukum ini sebelum melaporkan dugaan korupsi yang dilakukan Harry ke KPK.

Egi juga menuding Harry selaku bos Media Nusantara Citra (MNC) dengan media yang dimilikinya telah merusak sistem demokrasi di Indonesia.

"Pers kan pilar demokrasi ketiga, sehingga dia sudah melumpuhkan demokrasi dengan menguasai pers," tuding Egi.

Mendengar ucapan Egi, wartawan RCTI pun bertanya kepada Egi soal dasar dugaan kasus korupsi yang melibatkan Harry. Eh, bukannya menjelaskan, Egi malah memberikan sindiran.

"RCTI banyak-banyak tanya, elu punya Harry Tanoe, entar enggak dimuat lagi," ketus Egi yang diiringi gelak tawa pendukungnya.

Egi kemudian langsung masuk ke gedung KPK untuk melaporkan dugaan kasus korupsi Harry, namun laporan tersebut ditolak KPK. Sebab untuk pembuatan laporan, Egi seharusnya mendatangi kantor KPK di Jl Djuanda, Jakarta Pusat, bukan di Jl Veteran.
(ndr)

detik

$ cd ~/

$ cat comments/ (0)