ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

Transposable elements sebagai sumber evolusi genom

Hampir setengah dari genom manusia terdiri dari transposable elements, fragmen genetik bergerak asal virus yang dapat berpindah ke lokasi lain dalam DNA. Lama dianggap sebagai genomic junk atau parasit yang merusak, elemen ini ternyata menyediakan bahan mentah untuk adaptasi biologis dan pembentukan plasenta mamalia. Topik ini layak dibaca untuk memahami bagaimana kompleksitas genom muncul dari gesekan molekuler, bukan desain yang bersih. Kekurangannya, kita masih belum memahami bagaimana host genome mampu mengelola pustaka internal yang destruktif ini tanpa mengalami kerusakan total. sumber: quantamagazine.org my other side: setyadi.com

bisnis.com : BES siapkan 5 produk baru

2006-08-15 · #Bisnis #Indonesia #Kliping

BANDUNG: PT Bursa Efek Surabaya (BES) telah menyiapkan lima produk efek baru yang diperkirakan dapat diperdagangkan secepatnya pada tahun depan.

Direktur BES T Guntur Pasaribu mengatakan lima produk itu merupakan bagian program pengembangan pasar surat utang di Indonesia yakni Interest Rate Futures, Efek Beragunan Aset, Mortgage Backed Securities, Collate-ralized Mortgage Obligation (CMO), dan Collateralized Bond Obligation (CBO).

Semuanya memiliki fungsi efek biasa di pasar modal, kecuali Interst rate Futures. "Interest Rate Futures itu nantinya akan berperan sebagai fungsi hedging [lindung nilai]," jelasnya.

Dari kelima surat utang itu, lanjut dia, produk CBO diramalkan akan paling diminati pasar karena produk ini memungkinkan penerbitan obligasi dengan menggunakan obligasi lainnya sebagai kolateral.

Khusus soal EBA, menurut dia, BES tengah mengintensifkan upaya penghapusan pajak berganda atas produk tersebut guna mengoptimalkan penyerapan pasar atas produk sekuritisasi aset itu pada tahun depan.

Guntur mengatakan persoalan pajak atas produk EBA sebenarnya sudah diatur dalam Bapepam-LK yang keluar baru-baru ini, namun praktik di lapangan sering berbeda.

"Pajak itu bisa dikoordinasikan. Dalam peraturan mengenai EBA [persoalan pajak] itu sudah diatur. Kami hanya meminta di lapangan lebih disederhanakan dan dipermudah," tuturnya kepada pers, akhir pekan lalu.

Samakan persepsi

Saat ini, lanjut dia, BES terus berdiskusi dengan Ditjen Pajak untuk menyamakan persepsi agar originator atau manajer investasi tak dikenakan pajak penambahan nilai (PPN) dua kali.

Menurut dia, pemerintah perlu memberikan insentif perpajakan bagi EBA agar para pelaku pasar berminat memperjualbelikan instrumen yang dikenal sama amannya dengan obligasi itu. Selama ini, faktor perpajakan itu menjadi salah satu pendorong originator domestik menerbitkan EBA di luar negeri (off shore).

"Di samping untuk mencari dolar, saya pikir itu juga karena perpajakan."

Oleh Arif Gunawan S.
Bisnis Indonesia

$ cd ~/

$ cat comments/ (0)