ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

K16s simulator kubeadm untuk latihan CKA CKS

Simulator ini membuat cluster kubeadm lengkap menggunakan container Incus LXC sebagai worker node. Tersedia tiga mode deployment: VM Lima, setup Docker kind, atau instalasi langsung di VPS dengan 4 vCPU dan 8 GB RAM. Setiap soal simulasi ujian mencakup skrip setup otomatis dan validator yang menilai perbaikan berdasarkan state cluster yangrunning. Tool ini layak dicoba jika Anda mempersiapkan CKA atau CKS dan membutuhkan latihan systemd serta crictl di node nyata. Kekurangannya adalah pengujian AppArmor dan debugging worker node spesifik tidak tersedia di mode Docker ringan. Gunakan opsi VPS atau VM laptop untuk pengalaman yang lebih lengkap. sumber: github.com/immanuwell/k16s-exam-simulator my other side: setyadi.com

Hanya Papan Nama, Omni Bukan Rumah Sakit Internasional

2009-06-08 · #Indonesia #Kesehatan #Kliping

tempointeraktif.com/brk,20090605-180266,id.html

Jum'at, 05 Juni 2009 | 16:59 WIB

TEMPO InteraktifJakarta: Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutra, Serpong, Tangerang, yangsedang berperkara dengan Prita Mulyasari, ternyata bukan rumah sakit internasional. Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit swasta dalam negeri yang tidak ada kepemilikan asingnya. "Omni itu sebenarnya bukan rumah sakit internasional, hanya namanya saja," kata Siti di kantornya, Jumat (5/5).

Ia telah menegur rumah sakit tersebut sejak Agustus tahun lalu supaya jangan menggunakan nama internasional di belakangnya. Namun, hingga saat ini hal itu tidak juga dipatuhi oleh pihak rumah sakit.

Rumah sakit internasional di Indonesia ada tujuh, empat diantaranya ada di Jakarta yakni Rumah Sakit Mitra Internasional, Rumah Sakit Permata Hijau, Rumah Sakit Brawijaya, dan Rumah Sakit Internasional Bintaro. Sedangkan dua rumah sakit lainnya ada di Medan, dan satu lagi ada di Surabaya.

Teguran terhadap rumah sakit Omni bersamaan dengan rumah sakit lainnya yang juga menggunakan embel-embel nama internasional. Departemen Kesehatan akan mengeluarkan surat edaran kepada rumah sakit tersebut agar segera mencopot nama internasional.

Menurut Fadilah, pemberian ijin kepada rumah sakit internasional tidak mudah. Selama ia menjabat belum pernah memberikan ijin kepada rumah sakit Omni untuk mencantumkan nama internasional. Masyarakat sering terjebak dengan pencantuman nama internasional. Seolah dengan nama internasional menjamin pemberian pelayanan yang baik tetapi sebenarnya tidak. "Ijin sudah ada sebelum saya menjabat, pemberian nama itu menurut saya tidak betul," katanya.

Rumah Sakit Omni saat ini sedang melakukan gugatan kepada pasiennya Prita Mulyasari. Prita dianggap telah mencemarkan nama baik karena menyampaikan keluhan melalui email kepada teman-temannya. Prita kemudian ditahan karena dianggap melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Mulya Hasmi mengatakan perbedaan antara rumah sakit internasional dengan rumah sakit non internasional terletak pada kepemilikan modal asing. Namun, dari segi pelayanan kesehatan tidak ada perbedaan. "Standar pelayanan kesehatan sama saja, setiap dokter sudah ada SOP-nya (Standard Operasi dan Prosedur)," kata Mulya. 

Sebenarnya tidak ada sanksi khusus kepada rumah sakit yang menambahkan nama internasional namun tindakan tersebut merupakan pembohongan publik. Departemen Kesehatan tidak bisa serta merta mencabut ijinnya, hal yang dapat dilakukan hanya mempersulit ijin perpanjangan operasional.

Dengan adanya kejadian kasus Prita, Departemen Kesehatan akan membuat surat edaran kepada seluruh rumah sakit dengan nama internasional, tetapi kepemilikan modalnya dalam negeri.

AQIDA SWAMURTI



$ cd ~/

$ cat comments/ (0)