ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

StartLux Decision: Mesin Inference Model Terstruktur

StartLux Decision menyediakan open models dalam ukuran 4B, 9B, dan 27B parameter yang menghasilkan typed probabilities untuk pertanyaan terstruktur alih-alih open text. Repo ini menyertakan HTTP server dan inference engine untuk format GGUF dan MLX, lengkap dengan varian yang menghasilkan reasoning traces saat confidence di bawah 0.6. Sistem ini memproses input text, JSON, dan image dalam satu forward pass untuk tugas kontrol seperti game bot dan analisis frame video. Tool ini layak diuji secara lokal menggunakan bobot MLX atau GGUF jika Anda membutuhkan klasifikasi terstruktur tanpa parsing output LLM bebas. Namun, arsitektur khusus ini tidak akan menggantikan chat model umum untuk text generation bebas. Lewati tool ini kecuali Anda sedang membangun pipeline deterministik yang memerlukan explicit probability scores. sumber: github.com/StartLuxLabs/StartLux-Decision my other side: setyadi.com

Kaum Difabel masih susah bersekolah

2010-05-18 · #Indonesia #Kliping

Selasa, 18/05/2010 08:06 WIB
38 Ribu Difabel di Jabar Tidak Bersekolah
Baban Gandapurnama - detikBandung


Bandung - Sebanyak 38 ribu orang penyandang cacat atau difabel di Jawa Barat tidak bersekolah. Usia mereka semestinya mengenyam bangku sekolah. Jumlah tersebut berdasarkan data Forum Sukwan Tenaga Pendidikan Luar Biasa (PLB) Jawa Barat pada 2010.

Koordinator Forum Perjuangan Difabel Jabar, Djumono Wirosiswowiyono mengatakan, Sukman Tenaga PLB mencatat pada 2010 di Jawa Barat ada 51 ribu orang difabel.

"Yang sekolah  jumlahnya 13 ribu orang. Sementara 38 ribu lainnya tidak bersekolah," jelas Djumono kepada wartawan di PSBN Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Senin (17/5/2010).

Menurut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan mereka tidak sekolah. Di antaranya ialah kurangnya peran pemerintah menyediakan insfrastruktur sekolah luar biasa (SLB). Saat ini, kata dia, di Jawa Barat terdapat 330 SLB. Idelanya, lanjut Djumono, satu kecamatan itu satu SLB.

"Faktor lain mereka tidak sekolah juga yaitu kurangnya motivasi dari keluarga penyandang cacat untuk menyekolahkan anaknya," ujarnya.

Djumono berharap Pemprov Jabar untuk memenuhi dan memperhatikan hak-hak kaum difabel selama ini.

(bbn/ern)

$ cd ~/

$ cat comments/ (0)