ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

DigUp, Pencarian File Multimodal Lokal dengan EmbeddingGemma 2

DigUp adalah aplikasi desktop open-source untuk macOS, Windows, dan Linux yang mengindeks file lokal untuk pencarian semantik menggunakan model EmbeddingGemma 2 dari Google DeepMind. Aplikasi ini berjalan sepenuhnya secara lokal untuk memproses teks, gambar, audio, dan video ke dalam embedding space 740M parameter sehingga file dapat dicari menggunakan natural language. Saat pertama kali dijalankan, aplikasi ini mengunduh model sebesar 865 MB dan melakukan indexing pada direktori pilihan tanpa mengirim data ke server eksternal. Aplikasi ini layak dipasang jika sering mencari file di direktori campuran yang belum terindeks dan membutuhkan pencarian konseptual yang lebih cepat daripada grep atau Spotlight. Kekurangannya adalah proses indexing membutuhkan komputer modern agar berjalan lancar dan masih bergantung pada pemutar eksternal untuk melompat langsung ke timestamp tertentu pada file media. Lewati aplikasi ini jika hanya membutuhkan pencarian teks yang persis atau tidak ingin me...

Kok semua jadi terlibat gini?

2010-08-23 · #Indonesia #Kliping

Senin, 23/08/2010 15:49 WIB
Sidang Mafia Pajak
Gayus Sebut Kabareskrim Ito Terima Uang Darinya
Novi Christiastuti Adiputri - detikNews


Jakarta - Gayus Tambunan mengakui dirinya memang pernah menganggarkan uang untuk diberikan kepada pihak Mabes Polri. Uang tersebut diberikan kepada Haposan Hutagalung untuk diberikan kepada dua Kabareskrim, dua Direktur II Eksus Bareskrim, dan dua Kanit III Pajak Asuransi Dit II Eksus Bareskrim.

"Yang Rp 5 miliar itu ke Mabes Polri, Kaba (Kabareskrim-red) ada dua, yaitu Kaba Lama Pak Susno dan Kaba Baru Pak Ito. Kemudian Dir (Dir II Eksus-red) ada dua, yang baru Pak Raja dan yang lama Pak Edmond. Kanit (Kanit III Pajak Asuransi-red) juga ada dua," tutur Gayus dalam sidang Kompol Arafat di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (23/8/2010).

Gayus mengakui dirinya sendiri pernah menarik uang sebesar US$ 500 ribu (atau senilai Rp 5 miliar) dari rekeningnya di Bank BCA dan Bank Panin yang pernah diblokir oleh Bareskrim Mabes Polri. Penarikan dilakukan setelah blokir dibuka.

Namun, sayangnya Gayus tidak menyebutkan secara jelas berapa jumlah uang yang diberikan kepada setiap orangnya. Gayus hanya menyatakan, dirinya memberikan uang tersebut melalui Haposan Hutagalung.

Saat ditanya apakah dirinya pernah memeriksa langsung apakah uang tersebut memang benar sampai ke pihak Mabes Polri, Gayus mengaku tidak pernah. Namun, Gayus mengatakan ada beberapa hal yang membuat dirinya merasa uang tersebut sampai.

"Karena saya tidak ditahan, rumah tidak disita, rekening Mandiri tidak diblokir, dan blokir rekening BCA dan Bank Panin dibuka," tuturnya.

(nvc/anw)

$ cd ~/

$ cat comments/ (0)