ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

Google Elephant-Goldfish Model untuk pengembangan AI terstruktur

Elephant-Goldfish Model adalah open-source plugin yang mengatur workflow coding AI menggunakan dua jenis agent berbeda. Sesi elephant menangani arsitektur dan spesifikasi desain berkonteks dalam, sementara subagent goldfish menjalankan stress test dan review secara terisolasi tanpa bias percakapan. Paket ini menyediakan perintah untuk brainstorming, draf dokumen markdown, review otomatis, dan deteksi drift. Model ini layak diadopsi jika Anda ingin menegakkan dokumen desain terstruktur sebelum menulis kode dengan agent AI. Kekurangannya adalah penambahan process overhead yang signifikan dan keharusan mengikuti metodologi multi-agent tertentu, sehingga tidak cocok untuk skrip kecil atau prompt ad-hoc. sumber: github.com/google/elephant-goldfish-model my other side: setyadi.com

Polri dinilai tidak punya legal standing

2010-06-30 · #Indonesia #Kliping

Rabu, 30/06/2010 18:28 WIB
Polri Vs Tempo
Komisi III DPR: Langkah Terbaik Bagi Polri Adalah Koreksi Diri
Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta - Langkah Polri yang berencana melakukan gugatan ke Tempo terkait cover Majalah Tempo edisi 'Rekening Gendut Perwira Polisi' disayangkan. Semestinya Polri tidak reaktif menghadapi kritik.

"Langkah terbaik Polri saat ini adalah mengoreksi diri secara internal untuk merespons kritik masyarakat bukan memusuhi kritik," kata Ketua Komisi III DPR Benny K Harman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/6/2010).

Dia menjelaskan, gugatan juga hanya akan membuat institusi Polri makin tersudutkan, meskipun langkah itu harus dipahami sebagai bagian dari strategi Polri untuk menjaga citra dan kehormatan dirinya.

"Tapi langkah itu oleh rakyat akan dilihat sebagai bagian dari manuver Polri untuk membungkam kebebasan pers dan hak warga menyatakan pendapat yang merupakan intsrumen penting untuk mwujudkan hak demokrasi termasuk hak kontrol rakyat," terangnya.

Selain itu, Polri dinilai tidak punya legal standing untuk menggugat warganya. Maka itu Polri tidak dapat atas nama dirinya sendiri menggugat warga yang melakukan kritik atas kinerjanya, termasuk jika ada pihak atau kelompok melakukan contempt of police.

"Yang berhak menggugat secara formal adalah negara, bukan Polri atas nama dirinya sendiri. Apakah hak warga melakukan kritik merupakan tindak pidana? KUHP memang mengenal tindak pidana kejahatan terhadap pejabat negara, tetapi hak warga melakukan kritik termasuk kontrol pers tidak dapat dikategorikan sebagai tindak pidana yang diatur dalam KUHP," urainya.

Dia juga akan mengusulkan kepada presiden untuk membentuk Dewan Kehormatan Polri. "Anggota-anggotanya harus tokoh-tokoh masyarakat yang krdibel, bisa dari dalam Polri dan bisa juga dari luar," tutupnya.

(ndr/lh)

$ cd ~/

$ cat comments/ (0)