Skip to main content

Posts

Udah lama nggak ngisi.. hihihi... Ngisi apa ya? *bingung* Kemaren abis ngerubah perwajahan web biniku =) Hari ini nambahin new forwarding address ini biar juga nunjuk ke site ini =) Nyem...
Make life's a difference Her name was Mrs. Thompson. As she stood in front of her 5th grade class on the very first day of school, she told the children a lie. Like most teachers, she looked at her students and said that she loved them all the same. But that was impossible, because there in the front row, slumped in his seat, was a little boy named Teddy Stoddard. Mrs. Thompson had watched Teddy the year before and noticed that he didn't play well with the other children, that his clothes were messy and that he constantly needed a bath. And Teddy could be unpleasant. It got to the point where Mrs. Thompson would actually take delight in marking his papers with a broad red pen, making bold X's and then putting a big "F" at the top of his papers. At the school where Mrs. Thompson taught, she was required to review each child's past records and she put Teddy's off until last. However, when she reviewed his fil...
Tentang Kemarahan Seorang anak datang kepada ayahnya, dan berkata: "Ayah, bagaimanakah caranya mengendalikan amarah?" Ayahnya menjawab: "Anakku, jika saat ini engkau belum bisa mengendalikan amarahmu, cobalah kau lampiaskan amarahmu itu. Setiap engkau marah, pergilah ke pagar kayu di belakang rumah kita. Bawalah palu, sertakan juga paku secukupnya. Pakukan paku-paku itu ke pagar kayu, sampai amarahmu reda. Jika semakin lama semakin sedikit paku yang engkau pakukan, tandanya engkau semakin bisa menahan amarahmu. Nanti, pada saat engkau sudah berhasil menahan diri untuk tidak memaku, kembalilah padaku untuk mendiskusikan lagi hal ini." Dan anak itu melakukannya. Sekian hari berganti. Sekian bulan berganti. Sekian tahun berganti. Akhirnya anak ini kembali kepada ayahnya, untuk membicarakan perihal amarahnya. "Ayah. Aku sudah berhasil menahan diri untuk tidak memaku pagar belakang rumah kita setiap kali aku marah. Apakah ini artinya ...
blessed be the LORD God Almighty who was and is and is to come blessed be the LORD God Almighty who reigns forever more
a story of a woman: I GOT FLOWERS TODAY I got flowers today. It wasn't my birthday or any other special day. We had our first argument last night, and he said a lot of cruel things that really hurt me. I know he is sorry and didn't mean the things he said. Because he sent me flowers today. I got flowers today. It wasn't our anniversary or any other special day. Last night, he threw me into a wall and started to choke me. It seemed like a nightmare. I couldn't believe it was real. I woke up this morning sore and bruised all over. I know he must be sorry, because he sent me flowers today. I got flowers today, and it wasn't Mother's Day or any other special day. Last night, he beat me up again. And it was much worse than all the other times. If I leave him, what will I do? How will I take care of my kids? What about money? I'm afraid of him and scared to leave. But I know he must be sorry, because he sent me flowers to...
Pemuda Yang Banyak Bicara Seorang pemuda yang sedang jatuh cinta berusaha selama berbulan-bulan untuk mengambil hati pujaannya, namun gagal. Ia merasa sakit hati karena ditolak. Namun akhirnya si jantung-hati menyerah. “Datanglah di tempat anu pada jam anu,” katanya. Pada waktu dan di tempat anu tersebut, akhirnya si pemuda sungguh jadi duduk bersanding dengan jantung-hatinya. Lalu ia merogoh saku dan mengeluarkan seberkas surat-surat cinta, yang telah ia tulis selama berbulan-bulan, sejak ia mengenal si jantung-hati. Surat-surat itu penuh kata-kata asmara, mengungkapkan kerinduan hatinya dan hasratnya yang membara untuk mengalami kebahagiaan karena dipersatukan dalam cinta. Ia mulai membacakan semua suratnya itu untuk jantung-hatinya. Berjam-jam telah lewat, namun ia masih juga terus membaca. Akhirnya si jantung-hati berkata tentang aku dan rindumu padaku. Sekarang aku di sini, bahkan duduk di sampingmu. Dan kamu masih juga membacakan surat-suratmu yang membosankan itu!” ...