Skip to main content

Posts

Indonesia Negeri Kaya

Analisis Denny Indrayana Indonesia Negeri Kaya Nihil Dosa Denny Indrayana - detikcom   Jakarta - Siapa bilang Indonesia miskin-papa. Salah besar, bohong benar. Indonesia negara kaya-raya. Negeri makmur-subur, damai-sentosa. Indonesia hanya pura-pura miskin: pura-pura banyak utang; pura-pura banyak teroris; pura-pura banyak masalah. Sejatinya, Indonesia adalah negara paling bahagia di seluruh dunia, di seantero jagat raya.   Dunia yang mengira Indonesia miskin, tertipu. Mereka hanya melihat kulit, tidak melihat isi. Dunia terpana tampilan luar fisik Indonesia yang coreng-moreng-bopeng, padahal itu hanya topeng. Sebenarnya Indonesia bukan negeri gepeng -- gelandangan-pengemis -- tapi bangsa yang keren-mentereng. Tak percaya? Simak saja bagaimana harga minyak dikerek menyamai harga di pasaran dunia, bukankah itu artinya daya beli masyarakat Indonesia pun seharusnya setara dengan negara hebat lainnya?   Meski mengirim babu ke manca negara, itu bukan berarti ...

The Chef is Dead!

The Great "South Park" Chef Roast By Steve Taylor Thursday, March 23, 2006 Matt Stone and Trey Parker have taken another shot in the war with Isaac Hayes and Scientology. In the Season 10 premiere, entitled "The Return of Chef", Stone and Parker try to deal with Isaac Hayes' departure from the show, and the loss of the voice of Chef. The best way the South Park creators found to do this? Kill off Chef. There was a huge buzz over what Matt Stone and Trey Parker would do with their season premiere (see South Park Keeps Chef ). After the announcement that Chef would be in the season premiere of South Park , everyone wanted to know the closely guarded secret of who would play his voice and how long he would be around for. Last night's season premiere on Comedy Central gave us the answer. It turns out the voice of Chef was…Isaac Hayes. By using lines from old South Park episodes, Matt Stone and Trey Parker were able to piece together enough mat...

Cepu = Cadangan minyak terbesar di Indonesia

Rockefeller, ExxonMobil, dan Blok Cepu Warsito Ungkapan Kolonel Potts tahun 1888, bahwa jika salah satu dari tiga sektor utama bisnis minyak, yaitu produksi, distribusi, dan pemasaran, dikuasai, maka dua sektor lain akan dikuasai pula, telah menjadi sumber inspirasi bagi John D Rockefeller dalam mengelola perusahaannya, Standard Oil, yang merajai bisnis perminyakan pada awal abad ke-20. Nama Standard Oil sekarang sudah tidak ada, tetapi jelmaan perusahaan minyak raksasa Amerika itu masih tetap menguasai bisnis yang menentukan dinamika politik dan perekonomian dunia hingga sekarang. Rockefeller pantas bersumpah serapah ketika dikenai undang-undang antimonopoli (Antitrust Act) oleh Pemerintah Amerika Serikat pada tahun 1911 sehingga dia terpaksa memecah perusahaannya menjadi 35 buah, yang kebanyakan dengan nama singkatan SO, seperti SOHIO untuk Ohio, SOCONY untuk New York, Esso yang kemudian berubah menjadi Exxon, dan lain-lain. Perusahaan-perusahaan pecahan itu di ke...

DIGITAL GAP

DIGITAL GAP by Ivo Setyadi Dengan adanya internet, the old economy had died . Internet telah memunculkan apa yang disebut internet economy dimana internet memegang peranan penting di dalamnya. Cara berbisnis sudah tidak lagi mengikuti kaidah ilmu ekonomi yang diajarkan di sekolahan dan bangku kuliah. Buktinya, di sekolah, anda tidak diajari untuk berjualan atau melelang barang anda di internet. This new breed of economy , telah melahirkan jutawan-jutawan baru di dunia. Bukan dari hasil berbisnis cara lama, tapi lewat internet. Google adalah salah satu contoh nyata. Mereka yang menguasai internet, akan menguasai uang di dunia masa kini. Ciri dari internet economy adalah, uang sudah bukan didapat dari sektor riil lagi, tapi dari hal-hal yang sifatnya intangible . Apakah Google menjual barang-barang riil? Tidak. Yang saat ini banyak menghasilkan uang misalnya adalah: hak cipta, SDM yang unggul, software, dan lain-lain. Semua orang tahu, Mariah Carey sudah tidak laku lagi. Tapi begitu di...

LOW TRUST SOCIETY

LOW TRUST SOCIETY Oleh: Rhenald Kasali (Pengajar Program MM dan Pascasarjana UI)    Saya baru saja memeriksa ujian mahasiswa saya. Ketika akan menyerahkan nilai akhir Mereka, saya terpaksa menoleh kepada berita acara ujian yang mencantumkan nama beserta tanda tangan mereka masing-masing. Astaga. Tak Ada satu pun nama yang dapat saya kenali dari tanda tangannya. Hal ini mengingatkan saya pada peristiwa unik yang saya alami hampir tujuh tahun silam ketika baru saja memulai  program doktoral saya di Amerika Serikat. Baru tiba beberapa hari, adviser saya menyuruh saya membuka bank account di bank mana saja di kota itu. Saya pun menurutinya. Maklum, tanpa punya buku cek, hidup di Amerika akan terasa sulit. Hampir semua transaksi dilakukan melalui pos. Bayar listrik, telepon, air, tagihan kartu kredit, beli buku, bayar pajak, kena tiket lalu lintas (tilang), sampai bayar uang sekolah. Semuanya menggunakan cek. Tanpa cek, hidup di Amerika kok rasanya susah sekali.  ...

inRock Fossils

3-D Images Reveal Fossils Inside Rock By Tracy Staedter, Discovery News Feb. 16, 2006—What could be better for a paleontologist than finding a 650-million-year-old microscopic fossil? How about seeing it in three dimensions without ever having to extract it from the rock that preserves it? Paleobiologist J. William Schopf of the University of California, Los Angeles, and his colleagues have developed a technique that lets them see fossilized microorganisms and their chemical makeup. Such a method could not only help scientists settle a few disputes about whether or not certain microscopic structures are indeed fossils from the earliest days of life on Earth, but it could also be used to potentially search for long-lost life in rocks from Mars. "You can now turn the fossil upside down. You can look at it from the side. You can look at it from the top. You can take layers off and look at its insides," said Schopf. "This is the first time anybody has been able ...

Wireless Net: Roaming Antar ISP

detikinet Senin , 20/02/2006 17:35 WIB Roaming Hotspot 13 PJI Direncanakan Maret Ni Ketut Susrini - detikInet Ilustrasi (inet) Jakarta , Tiga belas perusahaan penyelenggara jasa internet (PJI) Indonesia akan menyepakati kerjasama roaming hotspot. Kerjasamanya direncanakan berlangsung secara bilateral, dan dimulai bulan Maret. Kerjasama ini memungkinkan pelanggan berbagai PJI untuk menggunakan akses internet, yang disediakan melalui hotspot PJI-PJI yang menyepakati kerjasama roaming . Dalam draf kesepakatan bersama disebutkan, ada 13 PJI yang akan menyepakati 'Kesepakatan Bersama Asosiasi Hotspot Indonesia'. Ke-13 PJI tersebut adalah: Mega Media (IM2), CBN, BogorNet (BoNet), IndoNet, Centrin, Swhara, Broadband Multimedia, IndoWLI, Telkom, IconPlus, Melsa-Net, Pasifik Satelit Nusantara (PS...