ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

Algoritma wawancara mendorong pelamar melebih-lebihkan kualifikasi

Pelamar kerja cenderung melebih-lebihkan keahlian mereka saat menyadari AI yang menilai video wawancara, bukan manusia. Ketidakhadiran isyarat sosial membuat kandidat merasa bingung dan secara strategis menggelembungkan skill untuk memenuhi ekspektasi algoritma. Sistem AI yang diuji memberikan skor sama untuk jawaban janggal dan autentik, sehingga tidak layak diandalkan tanpa transparansi metrik. Ketidakmampuan membedakan kejujuran ini mendorong perilaku manipulatif jika kriteria penilaian seperti sentimen atau keyword tidak diungkapkan secara jelas. sumber: futurity.org/ai-job-interviews-3345682 my other side: setyadi.com

Membedah sebuah koneksi HTTPS

2009-06-12 · #Security

Jeff Moser menulis artikel yang sangat menarik tentang cara kerja koneksi HTTPS.

Kutipan:

Dalam 220 milidetik yang berlalu begitu saja, banyak hal menarik terjadi sampai Firefox mengubah warna address bar dan memasang gembok di pojok kanan bawah. Dengan bantuan Wireshark, network tool kesukaan saya, dan build debug Firefox yang sedikit dimodifikasi, kita bisa melihat persis apa yang terjadi.

Sesuai RFC 2818, Firefox tahu bahwa “https” berarti ia harus menyambung ke port 443 di Amazon.com:

Kebanyakan orang mengasosiasikan HTTPS dengan SSL (Secure Sockets Layer) yang dibuat Netscape pertengahan 90-an. Anggapan itu makin lama makin tidak tepat. Seiring Netscape kehilangan pangsa pasar, pemeliharaan SSL berpindah ke Internet Engineering Task Force (IETF). Versi pertama pasca-Netscape diganti nama menjadi Transport Layer Security (TLS) 1.0 dan dirilis Januari 1999. Trafik “SSL” yang benar-benar SSL sudah jarang, mengingat TLS sudah berumur 10 tahun.

Tautan artikel lengkapnya:
The First Few Milliseconds of an HTTPS Connection

versi bahasa Inggris: https://home.wordpress.com/2009/06/12/a-disection-of-an-https-connection/