ivo@setyadi:~$ ivo.blogspot.com

# catatan teknis, sejak 2001

Algoritma wawancara mendorong pelamar melebih-lebihkan kualifikasi

Pelamar kerja cenderung melebih-lebihkan keahlian mereka saat menyadari AI yang menilai video wawancara, bukan manusia. Ketidakhadiran isyarat sosial membuat kandidat merasa bingung dan secara strategis menggelembungkan skill untuk memenuhi ekspektasi algoritma. Sistem AI yang diuji memberikan skor sama untuk jawaban janggal dan autentik, sehingga tidak layak diandalkan tanpa transparansi metrik. Ketidakmampuan membedakan kejujuran ini mendorong perilaku manipulatif jika kriteria penilaian seperti sentimen atau keyword tidak diungkapkan secara jelas. sumber: futurity.org/ai-job-interviews-3345682 my other side: setyadi.com

Reef infrastruktur belajar berkelanjutan agen AI

2026-09-21 · #AI #TechReview

Reef adalah infrastruktur open-source untuk continual learning pada agen yang dapat meningkatkan diri. Sistem ini menghubungkan proses inference, feedback, dan pengiriman versioned agar model yang dilatih melalui Slime dan SGLang atau harness agen seperti prompt dan aturan dapat diperbarui. Reef berfungsi sebagai middleware antara inference engine dan framework RL, sehingga pembaruan live dapat dikelola tanpa downtime.

Layak dijelajahi jika dibutuhkan agen yang beradaptasi dari log interaksi alih-alih retraining statis. Namun, pelatihan bobot model memerlukan model yang dapat dilatih serta stack GPU yang didukung, sehingga menjadi komitmen hardware yang signifikan. Reef bukan pengganti drop-in untuk wrapper API sederhana, melainkan lapisan deployment penuh untuk sistem yang berevolusi.

sumber: github.com/Human-Agent-Society/reef

my other side: setyadi.com

$ cd ~/

$ cat comments/ (0)